Rabu, 19 September 2018

Genmuda – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia yang katanya udah akurat, jujur, profesional, dan pasti punya pelanggan tiap hari ternyata masih bisa curang aja. Selalu ada aja pelanggan yang ngomel karena merasa tangki kendaraannya diisi lebih sedikit dari jumlah yang dibayarkan.

Kalo gak percaya, kasus yang masih hangat sempet terjadi di SPBU Pertamina bernomor 34-10604 di bilangan Jakarta Pusat, sekitar 30 Mei lalu. Seorang pengendara motor ngerasa tangki kendaraannya cuma terisi 3 liter bensin padahal meteran penunjuk di SPBU menunjukkan angka 4 liter.

Setelah ngadu ke operator pom bensin dan menguji ulang pengisian bensinnya dengan bejana literan, ternyata dugaan doi bener. Setelah itu, operator pom bensin nambahin kekurangannya menggunakan bensin kalengan yang udah disiapin.

Berhubung kecurangan itu bukan yang pertama dan kemungkinan besar juga bukan yang terakhir, ada baiknya kamu biasain sigap kayak mas-mas pemilik motor yang selamat dari tipu-tipu itu. Caranya, dengan ngelakuin kebiasaan-kebiasaan sepele tapi terbukti di bawah ini.

1. Cek meteran awal

via Istimewa
Meterannya harus angka nol! (Sumber: Istimewa).

Dulu banget, di tahun 1990an, sebelum ada pembenahan besar-besaran hingga terlahir slogan “pasti pas,” petugas SPBU sering banget mengisi tangki pelanggan dengan meteran yang gak dimulai dari nol. Meski trik curang itu jarang dilakuin, gak ada salahnya kamu tetep memeriksa angka meteran di pom. Kalo bukan nol, ngomel aja.

2. Cek meteran akhir

via Istimewa
Kalo meteran akhirnya kayak gini, jangan mau kalo diminta bayar 120 ribu. (Sumber: Istimewa)

Jangan lupa juga cek metaran pom setelah mengisi bensin, terutama saat ngisi dengan request “full tank.” Kalo gak konsen, petugas bisa aja bertindak curang dengan nge-mark up meteran. Harga yang harusnya cuma Rp 12.345 bisa aja dibuletin jadi Rp 15.000 rupiah.

3. Waspadai pengisian manual

via Istimewa
(Sumber: Istimewa).

Harusnya sih, nozzle (ujung selang tempat keluarnya bensin yang bentuknya kayak pistol) jaman sekarang bisa dioperasikan otomatis. Ketika bensinnya udah penuh, nozzle bakal secara otomatis berhenti ngeluarin bensin. Nah, waspadai nih petugas-petugas yang masih pakai nozzle manual karena bisa aja tangan doi memberhentikan pengisian bensin sebelum waktunya.

4. Minta struk

via Istimewa
Hayo. Apakah 8.000 rupiah X 2 liter = 20 ribu rupiah??? Ini struknya mabok. (Sumber: Istimewa).

Biasain minta bukti pembayaran meski gak ditawarin operatornya. Soalnya, semua keterangan jumlah pengisian bensin, harga asli, uang yang dibayarkan, bahkan kembalian yang harus dikeluarin SPBU bakal tertera di situ. Coba periksa dulu. Kalo ada kecurangan, jangan lupa ngomel.

5. Ikutin sopir angkutan umum

via: Google
(Sumber: Istimewa)

Sekarang, saatnya memanfaatkan street knowledge para sopir angkutan umum. Berkat pengalamannya, mereka pada tau SPBU mana yang suka cuan dan SPBU mana yang jujur luar biasa. Kalo kamu ngeliat ada pom bensin yang ramai dikunjungi angkutan umum, berarti SPBU itulah yang terbaik di lingkungannya.

6. Kalo ngisi di SPBU Pertamina, pilih pom bensin pemerintah

via: Republika.co.id
(Sumber: Republika.co.id)

Cek angka kedua di nomor kode SPBU Pertamina. Penjelasan gampangnya gini, angka satu menunjukkan itu pom bensin milik pemerintah sementara angka empat menunjukkan itu milik swasta. Berdasarkan kecurangan heboh tahun 2016 dan yang terjadi 2017, pombensin milik swasta lebih sering curang.

7. Pahami kelakuan kendaraan sendiri

via pinterest.com
(Sumber: pinterest.com).

Trik lebih ampuh lagi adalah dengan memahami “kelakuan” kendaraan sendiri, seperti yang dilakuin si pemilik motor di SPBU 34-10604 yang Genmuda.com ceritain di awal artikel. Ketika kamu biasa memenuhi tangki dengan harga 15 ribu rupiah kan pasti kamu bakal curiga ketika tangki gak penuh meski bayar seperti biasa. Kecuali, harga bensin naik lagi (amit-amiittttt!).

Misalnya kamu curiga sama salah satu SPBU, langsung aja aduin ke operatornya atau kamu aduin langsung ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), baik itu dengan menelepon call center di nomor 1-500-000 atau lewat situs e-pengaduan. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.