Minggu, 20 Mei 2018

Genmuda – Kawan Muda tau gak kalo waktu yang dibutuhin matahari terbit hingga tenggelam di satu belahan dunia beda dari belahan dunia lainnya. Artinya, ada perbedaan lama puasa antara satu kota dengan kota lain.

Ditambah adanya perbedaan suhu dan iklim, berbeda juga pengalaman puasa misalnya antara penduduk Helsinki sama penduduk Bandung. Beda juga pengalaman puasanya orang Australia dengan Kyoto.

Di tengah-tengah perbedaan itu, ada kota yang diberi ujian cukup besar jelang Bulan Ramadhan karena matahari tenggelam lebih lama dari kota lain. Semoga kamu bukan bagian dari penduduk ini.

1. Tromsø, Norwegia

via best-served.co.uk
(Sumber: best-served.co.uk)

Terletak di lingkar Kutub Utara (Arktik), warga Tromsø harus tabah ngerasain matahari yang gak kunjung tenggelam sepanjang hari. Jangan heran. Fenomena geografis itu terjadi lantaran bagian utara Bumi lagi condong mengarah ke matahari. Wew!

2. Arkhangelsk, Russia

via globaltrademag.com
(Sumber: globaltrademag.com)

Terletak di utara Russia, warga Muslim Arkhangelsk harus ngerasain matahari bersinar selama sekitar 21 jam. Itu diperparah sama udara dingin yang bikin perut kelaparan dan tenggorokan kering.

3. Helsinki, Finlandia

via travelonspot.com
(Sumber: travelonspot.com)

Warga Muslim di Helsinki juga harus elus-elus dada lantaran matahari nongol selama lebih dari 19 jam dalam sehari. Namun demikian, warga Helsinki gak perlu kepanasan atau kedinginan karena suhu di situ tuh antara 15-20 derajat celcius, sama kayak ruang AC aja.

4. London, Inggris

via travelchannel.com
(Sumber: travelchannel.com)

Muslim di London harus menikmati kehadiran matahari rata-rata 18 jam tiap hari. Artinya, sahur lebih cepat tapi buka puasa lebih lama dari biasanya. Untunglah di London banyak komunitas Muslim yang saling menguatkan dan mengingatkan supaya gak batal puasa.

5. Paris, Prancis

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Seperti halnya di London, komunitas Umat Muslim di Prancis pun jumlahnya makin banyak. Itu ngasih semangat tersendiri buat Kawan Muda yang kebetulan mau puasa di sana karena matahari nongol antara 17 hingga 18 jam tiap hari.

6. Mekah, Arab Saudi

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Di Mekah, tempat kelahiran Nabi Muhammad, matahari bersinar selama 14 hingga 15 jam. Sinarnya memanaskan suhu antara 35 hingga 44 derajat celcius. Berat banget nih kalo berpuasa di Mekah.

7. Ho Chi Minh, Vietnam

via wikimedia
(Sumber: Wikimedia)

Dalam hal lama waktu matahari nongol di langit, Ho Chi Minh dan Jakarta gak jauh beda. Sama-sama sekitar 13 jam. Kalo soal suhu, Ho Chi Minh lebih panas. Suhu di situ diprediksi sampai 40 derajat celcius, loh.

Buat warga di tempat yang mengalami kemunculan sampai sekitar 20 jam, ada satu kabar baik buat kamu. Berdasarkan Fatwa Ulama, kamu boleh berpuasa mengikuti waktu puasa di negara muslim terdekat atau mengikuti waktu puasa di Mekah. Jadi, gak perlu kehausan selama 24 jam.

Di Indonesia, sih, pengalaman puasa gak terlalu sulit dari tahun ke tahun. Paling, cuma butuh kesabaran tinggi aja menghadapi komentar netizen dan pengguna jalan yang nyalain lampu sein ke kiri tapi beloknya kanan. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.