Rabu, 13 November 2019

Genmuda – Satu lagi film adaptasi yang dilirik oleh Sony dan Columbia Picture, ‘The 5th Wave’, yang diambil dari judul yang sama, karya penulis Amerika Serikat, Rick Yancey. Diterbitkan pada tahun 2013, novel ini pun banyak dibandingkan sama cerita ‘Hunger Games’ dan ‘Twilight’.

Ngomongin novel yang diangkat ke layar lebar pastinya banyak banget kita temui. Ada yang sukses di pasaran dan memuaskan penggemarnya, bahkan ada juga yang bernasib sebaliknya, alias gagal total. ‘The 5th Wave’ sejatinya bukan jadi pemain baru dalam seri film trilogi, jadi engga heran kalau film perdananya ini tetap setia pada originalitas cerita di novel buat narik penggemarnya.

Mirip-mirip kasusnya sama beberapa film adaptasi novel seperti ‘Hunger Games’ dan ‘Twilight’, pemeran utama di film ini adalah karakter perempuan bernama, Cassiopeia ‘Cassie’ Marie Sullivan (Chloe Grace Moretz). Namun demikian dalam segi karakter, ‘Cassie’ digambarkan sebagai remaja tanggung SMA dan mengalami sejumlah pengalaman baru dalam hidupnya.

(Sumber: Media Medusa)

Kehidupan Cassie mendadak berubah 180 derajat setelah serangan ‘Gelombang’ dari benda asing (yang dipercayai sebagai pesawat alien). Gelombang pertama mematikan semua daya secara permanen. Gelombang Kedua serangan tsunami yang menewaskan setengah penduduk di daerah pesisir. Gelombang ketiga menyebarnya wabah penyakit mematikan dan hanya menyisakan beberapa orang yang hidup. Gelombang Keempat menjadikan otak manusia dikendalikan oleh Alien.

(Sumber: Bitgravity)

Cassie kemudian berusaha mencari tahu Gelombang Kelima yang bakal mengancam bumi. Saat tengah mencari adik laki-lakinya Sam Sullivan (Zackary Arthur), ia bertemu dengan seorang pemuda misterius bernama Evan Walker (Alex Roe). Kedekatan mereka berdua ini sekaligus memberikan babak baru dalam serangan Gelombang Kelima.

Selain kedua pemain tersebut, ‘The Fifth Wave’ diramaikan pula oleh bintang muda Nick Robinson dan Maika Monroe yang memerankan Ben Parish serta Ringer. Dari premisnya sih udah bisa dipastiin kalau film ini menggambarkan kemungkinan kiamat manusia modern.

Sayangnya kisah dari tokoh-tokoh yang diangkat hampir mirip dengan cinta segitiga ‘Katniss’ atau pun ‘Bella Swan’. Udah bisa ditebak kan kayak gimana dramanya? Selajan dengan itu alur film emang sengaja dibuat maju mundur-kena tangung. Nyaris engga ada yang spesial dari film-film sejenis.

(Sumber: Star Mometer)

Apresiasi lebih justru dapat saya berikan pada prolog film. Sebagai film sci-fi tentu sedikit yang berani memberikan key moment di awal film. Kualitas akting Chloe (yang makin beranjak dewasa) juga mendukung jalan cerita terasa ringan dan tetap menghibur. Maklum aja, karena ‘The 5th Wave’ lebih ditujukan buat remaja ketimbang penggemar sci-fi. Jadi engga ilmiah-ilmiah banget.

Kesimpulannya, ‘The 5th Wave’ masih menyisakan dua sekuel sesuai novelnya. Kalau dibandingkan respon pada novelnya, jelas versi filmnya belum terlalu ‘wow banget’. Tapi kalau kamu sekedar mau cari hiburan engga ada salahnya menonton film ini. Happy weekend!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.