Senin, 22 April 2019

Genmuda – Kolaborasi fashion dan teknologi kembali dihadirkan oleh brand produk olahraga Nike lewat sepatu anyar mereka, yakni Adapt BB. Gak cuma menawarkan desain yang modern untuk dipakai saat main basket, sepatu yang didominasi warna monochromatic ini juga terinspirasi sama sepatu Nike HyperAdapt 1.0 kayak di film ‘Back to the Future’.

Bedanya selain bisa mengikat tali sepatu dengan sendirinya, Nike Adapt BB dilengkapi dengan teknologi tali sepatu terbaru bernama Fit Adapt. Nantinya ketika digunakan tali sepatu tersebut bakal menyesuaikan kondisi kaki dan bisa diatur secara manual maupun digital menggunakan aplikasi bawaan di smartphone kamu.

“Pada atlet dapat memperbaharui dan mengembangkan sepatu mereka dengan pembaharuan, fitur terbaru, dan semua layanan melalui teknologi smartphone di dalam alas kaki mereka,” kata Michael Donaghu, wakil presiden inovasi Nike.

Dalam penjelasannya yang diberikan pihak perusahaan, diketahui bagaimana kaki seseorang bergerak dan berfungsi layaknya bola basket ketika berolahraga. Sangat susah untuk mendapatkan kecocokan sempurna dengan sepatu olahraga biasa.

“Selama pertandingan bola basket, kaki dapat melebar hampir setengah ukuran saat bermain. Tingkat kecocokan yang terasa nyaman pada satu titik mungkin terasa menyempit hanya dalam 24 menit kemudian. Karena kebutuhan kaki berubah pada waktu tertentu berdasarkan jenis olahraga, durasi dan gerakan-gerakan tertentu.” tulis Nike.

Cara kerjanya cukup sederhana kok, gengs. Dalam Adapt BB terpasang motor khusus yang akan merasakan ketegangan kaki dan akan segera menyesuaikannya supaya tetep pas saat digunakan. Setelah memasang aplikasi bawaannya di smartphone, tinggal hubungkan sneakers dengan bluetooth untuk mengaturnya secara manual.

Kabar baiknya lagi nih, sepatu yang bisa mengikat tali dengan sendirinya ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau ketimbang HyperAdapt, –yang sekarang jadi barang koleksi, yakni seharga 350 dollar AS atau sekitar Rp 5 jutaan. Kawan Muda tertarik?

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.