Jum'at, 20 Juli 2018
StudentKampus

Keren Banget! Dua Mahasiswa Tingkat Akhir Biologi UGM Bikin Profesor Belanda Terkesima

via IstimewaKi-ka: Citra dan Elisabeth, mahasiswa Indonesia yang memukau peneliti asing. (Sumber: Istimewa)

Genmuda – Sementara anak kampus menikmati libur panjang pergantian tahun ajaran, Citra Septiani dan Elisabeth Astari bikin peneliti asing terkagum. Kedua mahasiswa tingkat akhir Jurusan Biologi UGM itu presentasikan kondisi terbaru Laut Sulawesi Utara, di Kampus LIPI Cibinong, Bogor, 5-6 Juli.

Acara ilmiah itu digelar sebagai bagian dari Wageningen Indonesia Scientific Exposure (WISE) dan side event berjudul Sustainable Integrated Coastal Management in North-Sulawesi Indonesia. Peserta diskusi intens tersebut terdiri dari rekan-rekan LSM lingkungan, mahasiswa, dan alumni Wageningen University and Research Belanda.

Fokus pembicaraannya mengenai permasalahan yang timbul di ekosistem laut dan pola hidup warga lokal dalam berinteraksi dengan laut. Harapannya, acara yang dipanitiai oleh LIPI dan Wageningen University serta keterlibatan dari Perkumpulan YAPEKA selaku LSM lingkungan dalam acara tersebut dapat jadi acuan semua pihak dalam mendorong kebijakan pro-lingkungan.

Selain presentasi, Citra dan Elisabeth juga ikut diskusinya loh, gaes. Dan sepanjang acara, ada aja peneliti asing yang datengin mereka untuk bertanya lebih lanjut soal penelitian masing-masing.

Penelitian tentang dugong

via Dokumentasi YAPEKA
Citra ditanya salah satu pembicara side event, ir RJHG Henkens tentang sebaran dugong. (Dok. YAPEKA)

Citra Septiani ngejelasin peta persebaran dugong di Sulawesi Utara. Tuh, kamu pasti baru tau kan kalo mamalia laut langka itu ternyata ada juga di perairan Indonesia. Itulah sebabnya tema penelitian Citra sangat menarik.

Tema itu dipilih secara gak sengaja. Awalnya, Citra terkesima dan merasa beruntung bisa melihat dugong saat doi diving di laut Sulawesi Utara. Penasaran, doi meneliti lebih jauh persebaran mamalia laut itu.

Dari segi konservasi, penelitian Citra bisa dijadiin acuan pemerintah dalam memperbaiki ekosistem laut. Dari segi bisnis, peta persebaran itu bisa membantu tour-guide dalam membuat tur melihat-lihat dugong.

Penelitian ikan kepe-kepe

dokumentasi YAPEKA
Elisabeth menerima piagam dari profesor Henk Hogeveen dari WUR. (Dok. YAPEKA)

Sementara itu, Elisabeth bikin penelitian seputar keberadaan ikan kepe-kepe (ikan kupu-kupu) di ekosistem laut Sulawesi Utara. Disimpulkan, keberadaan ikan itu menandakan kondisi terumbu karang Sulawesi Utara udah membaik.

Sekitar 20112015, kondisi karang di Sulawesi Utara tuh rusak akibat aktivitas menangkap ikan dengan bom dan bius. Pada 2013, sebanyak 45% terumbu karang Sulawesi Utara rusak, atau sekitar 8.325,51 hektare.

Buat para pegiat lingkungan, hasil penelitian Elisabeth adalah kabar baik. Upaya mereka merehabilitasi terumbu karang terbukti berhasil. Buat pemerintah, penelitian Elisabeth bisa jadi acuan dalam bikin kebijakan baru.

Penelitian selama setahun

via gocelebes.com
Dalam kondisi sehat, taman laut di Sulawesi Utara bisa lebih bagus dari ini. (Sumber: gocelebes.com)

Gak asal-asalan, penelitian dua mahasiswa yang juga aktif di YAPEKA itu diperoleh berdasarkan pengambilan data selama sekitar satu tahun. “Bisa dibilang, penelitian itu adalah bentuk kerjasama dengan YAPEKA,” tutur Aji Mitra, salah satu personel YAPEKA ke Genmuda.com, 9 Juli malam.

Aji bilang, “Kami memberikan Citra dan Elisabeth bantuan transportasi dan logistik penginapan sementara mereka membantu kami mengumpulkan data terkait kondisi masyarakat sekitar ekosistem laut Sulawesi Utara.”

“Sebagai mahasiswa, aku bangga dan beruntung ikut kegiatan ini dan bertemu para alumni WUR serta perwakilan LSM,” kata Citra lewat siaran pers, 9 Juli.

Senada dengan Citra, Elisabeth bilang lewat siaran pers, “Ini pengalaman berharga. Saya senang berpartisipasi di sini dan (bertemu) alumni WUR yang menginspirasi dan memotivasi saya untuk terus belajar.”

Peneliti termuda

dokumentasi YAPEKA
Citra dan Elisabeth ngobrol sama peserta diskusi. (Dok. YAPEKA)

Citra dan Elisabeth juga membanggakan anak-anak muda Tanah Air karena jadi pembicara termuda di gelaran itu. “Para peserta diskusi itu kebanyakan mahasiswa atau lulusan S2 dan S3, bahkan ada yang gelarnya profesor. Hanya Citra dan Elisabeth saja yang masih kuliah,” ungkap Aji.

Sebagai kelanjutannya, baik Citra dan Elisabeth rencananya bakal diikutsertakan ke dalam tim peneliti gabungan YAPEKA-Wageningen University and Research Belanda dalam penelitian lebih dalam. SELAMAT YA! KALIAN KEREN! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.