Jum'at, 19 Juli 2019

Genmuda – Chelsea mengalami tren buruk sejak Februari 2019, setelah jadi bulan-bulanan Manchester City 6-0 di Premier League. The Blues juga harus kehilangan gelar piala Liga pada Minggu (24/2) malam, setelah kalah adu penalti dengan The Citizen dengan skor 3-4.

Menariknya ada hal unik dalam laga tersebut yaitu saat kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga menolak perintah sang manajer untuk digantikan oleh Willy Caballero setelah sempat mengalami kram pada menit akhir babak perpanjangan waktu.

Caballero yang udah bersiap di pinggir lapangan pun kembali duduk ke bangku cadangan. Padahal berdasarkan trek rekor, kiper berkepala plotos itu punya tren bagus dalam adu penalti, termasuk saat masih berseragam manchester biru.

Hasilnya Sarri geram dan sempat mau meninggalkan lapangan sebelum laga selesai. Sedangkan sosok Kepa menjadi bulan-bulanan meme dan keisengan para fans Chelsea yang kecewa atas sikapnya. Bahkan pada laman Wikipedianya, tertulis juga bahwa pekerjaan Kepa juga merangkap sebagai manajer baru Chelsea karena gak menuruti perintah pelatih.

Cuma miskom kayak orang pacaran

Selesai laga, Sarri lantas memberi klarifikasi kalo insiden tersebut adalah buah dari miskom antara dirinya dengan tim dokter Chelsea yang telat memberikan informasi atas kondisi Kepa di lapangan.

“Itu cuma salah paham. Awalnya saya tahu kalo Kepa keram, jadi saya tidak mau ia menangani penalti dalam kondisi seperti itu. Saya baru tahu situasi sebenarnya saat dokter kembali ke bangku cadangan dan berikan penjelasan.” kata Sarri.

Pernyataan miskom tersebut juga diklarifikasi oleh Kepa dalam akun instagramnya. Tapi ibarat pepatah nasi yang telah menjadi bubur, pernyataan tersebut tetep gak bisa mengobati kekecewaan fans apalagi mengembalikan gelar Piala Liga.

Alih-alih mendapatkan satu gelar, peluang Chelsea kini tinggal tersisa pada Europa League. Bahkan dalam ajang Liga Primer The Blues harus terdepak dari posisi empat besar.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.