Sabtu, 19 Januari 2019

Genmuda – Long weekend kerap ditunggu-tunggu semua orang baik itu yang masih sekolah, kuliah, atau udah kerja. Di saat itu, orang bisa ngelepas penat sambil mengatur ulang semangat yang udah terkuras habis di hari-hari sebelumnya.

Sejumlah studi kedokteran, psikologi organisasi, bahkan ilmu budaya sebenernya udah ngajurin tiap instansi buat mendekin hari berkegiatan atau bikin porsi aktivitas di hari kelima lebih longgar dari biasanya.

Kenapa begitu? Soalnya sejumlah studi nyimpulin kalo kebanyakan mikir dan kerja tuh sangat berbahaya buat tubuh apalagi buat Anak Muda. Emang seperti apa sih kata studinya? Yuk sama-sama liat rangkuman yang udah Genmuda.com buat di bawah ini:

1. Mengurangi kemungkinan penyakit berbahaya

via thisfelicitouslife.wordpress.com

Akhir November 2015, Jurnal The Lancet nerbitin penelitian yang analisisnya bilang kalo kebanyakan kerja bikin lebih dari 600 ribu orang Amerika, Eropa, dan Australia rentan kena penyakit jantung. Mereka yang memeras otak lebih dari 55 jam tiap minggunya punya 33% kemungkinan lebih besar terkena penyakit jantung koroner.

2. Terhindar dari diabetes

Masih dari jurnal yang sama, dari hasil analisa awal di tahun 2015 bilang kalo para orang kantoran yang kerjanya lebih dari 40 jam per minggu punya kemungkinan 30% lebih besar kena diabetes. Nah loh. Bahaya kan kalo keseringan lembur. *curhat

3. Mencegah Insomnia

Stres akibat kebanyakan kerja juga bikin orang jadi gampang insomnia. Karena susah tidur, kau jadi semakin cepat stres deh. Pola hidup kayak gitu muter aja terus sampai akhirnya ladang gandum berubah jadi sereal cokelat yang lezat (engga nyambung. biarin).

“Perasaan rileks sangat dibutuhkan orang supaya bisa terlelap dengan mudah,” kata situs New York Magazine, 2015. Riset tersebut melibatkan 10 ribu karyawan dan menghasilkan kesimpulan kalo long weekend memberikan kesempatan tiap orang supaya rileks sebelum tidur.

4. Engga jadi orang yang grumpy

Selain bikin produktivitas menurun, kurang tidur biasanya bikin orang gampang emosi alias jadi grumpy. Secara engga langsung, long weekend bisa bikin orang jadi makin ramah, baik hati, dan engga nyebelin kayak mantan, kecuali kamu emang kebanyakan party, tepar, kesiangan, terus diomelin karena terlambat sekolah/ngampus/ngantor. Itu sih kamu aja yang salah.

5. Makin produktif

via giphy.com

Terbalik dari kepercayaan umum, berkegiatan dengan jumlah jam lebih sedikit bikin kerjaan makin berkualitas. Anak sekolah dan kuliah makin cepet menyerap materi di kelas, sementara para pegawai menunjukan hasil kerja yang lebih bagus.

Hal tersebut juga diperkuat oleh hasil studi Sarah Carmichael yang diterbitin di Harvard Business Review, 2015. “Di abad ke 19, perusahaan-perusahaan kaget ketika hasil produksinya meningkat setelah membatasi kerja pegawai maksimal jadi 10 jam, kemudian 8 jam sehari,” tulis Carmichael.

Jadi karena 5 manfaat itulah orang-orang menyambut long weekend dengan perasaan girang. Bahkan kantor yang paling strict pun ikut gembira waktu libur panjang tiba. Kalo Kawan Muda gimana? Apa yang bikin kamu girang waktu long weekend tiba? Yoks ngobrol di comment section di bawah ini. Happy weekend! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.