Selasa, 19 Maret 2019

Genmuda – Jazz Goes to Campus (JGTC), Minggu (26/11) pertahankan tradisi. Acara yang berlangsung tahun keempat puluh itu sajiin penampilan berimbang antara ngejazz, ngepop, hingga musik kekinian.

Maliq & D’Essentials, Gerald Situmorang, dan The Groove merupakan beberapa penampil di Panggung Shopee. Danilla, Sri Hanuraga Trio feat Dira Sugandi, dan RAN di Panggung Peruri. Vira Talisa, 5 Petani, dan Mondo Gascaro nampil di Panggung Nescafe. Sementara itu, Rendy Pandugo, Fariz RM, dan Tulus di Panggung Sprite.

Tiap panggung merata nampilih musisi dengan berbagai warna musik. Engga ada panggung yang dominan ngejazz, ngepop, atau kekinian. Keempatnya dipisahin jalan konblok dipenuhi kerumunan penonton yang sulit berjalan cepat di tengah hujan dan becekan.

Penonton yang gak dikalahin hujan

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Hujan di JGTC bukan kali pertama. Kalo Genmuda.com perhatiin kondisinya begitu sejak 2009. Hujan dan JGTC seolah kembar dempet yang gak terpisah. Namun demikian, animo penonton engga luntur di tengah guyuran.

Bukan kata Genmuda.com doang. Beberapa musisi bilang kayak gitu, loh. Kata Angga Maliq, “Penonton JGTC luar biasa. Meski cuaca gak menentu, mereka tetap bersemangat!” Grup doi pun bawa sejumlah lagu hits di album lama. Senada dengan Angga, Rendy Pandugo pun terkesima dengan penonton.

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

“Aku pikir, gak akan ada yang nonton penampilanku karena hujan. Ternyata sebaliknya. Semua bersenang-senang. Aku gak nyangka sekali,” tutur pelantun “I Don’t Care” itu.

Danilla saat di panggung pun menyinggung soal cuaca. “Saya yakin kalian ke sini di tengah hujan berhadap saya melantunkan lagu upbeat supaya bersemangat. Tapi kalian salah. Bahagia itu harusnya datang dari dalam diri sendiri,” tutur cewek yang bawa lagu mellow itu.

Penghargaan untuk insan jazz

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Selain menggelar festival dan bazaar seru, JGTC ke-40 juga kasih sejumlah penghargaan kepada insan jazz yang berpengaruh tahun 2017 dalam ajang JGTC Choice Awards di Panggung Shopee. Pemenangnya dipilih berdasarkan penilaian dewan juri.

Kategori pendatang baru terbaik jatuh kepada band 5 Petani. Grup yang punya album Sawah Impian itu bertekad penghargaan ini jadi lecutan baru untuk menanam nada-nada lain. Dalam waktu dekat, album kedua bakal rilis.

Kategori talent muda berbakat jatuh kepada Naira Dharma. Gitaris legend Nikita Dompas lewat video bilang, “Sudah lama saya tak lihat perempuan dengan kemampuan yang sangat jujur dan komprehensif dalam bernyanyi sambil bermain gitar.”

Selanjutnya, penghargaan untuk dedikasi di dunia jazz diterima Farabi Music School. Lembaga pencetak musisi jazz itu diwakili musisi legend Dwiki Dharmawan yang gak perlu diraguin lagi dedikasinya di dalam atau luar negeri.

Selanjutnya, Gerald Situmorang peroleh penghargaan album of the year. Gitaris yang menjelma jadi basis Barasuara itu punya beberapa project yang musikalitasnya emang gokil. Waktu manggung di JGTC aja musiknya ganjil banget kayak Dream Theater tapi jazz.

Kategori terakhir adalah penghargaan life time achievement yang jatuh ke Karim Suweleh. “Beliau berhak memperolehnya lantaran terus menginspirasi dan mengajarkan langsung generasi muda. Hingga sekarang pun masih sering ngejam bareng generasi muda,” kata Tiyo Alibasjah selaku juri.

Ngajarin jazz

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

JGTC tahun ini pun terdapat sebuah museum yang bukan hanya ceritain perjalanan JGTC pertama, melainkan perkembangan musik jazz di dunia.

Lewat foto kece dan poster mudah dibaca, diceritakan berbagai sejarah jazz. Lewat pemutar musik yang dilengkapi headset jernih, didengarkan musik jazz biar pengunjung lebih paham.

Rancangan museum itu dibuat demi menjalani misi JGTC, yaitu mengedukasi semua pengunjung. Semoga acara jazz kampus itu terus berinovasi sehingga acara selanjutnya bakal makin mantep (meski pasti hujan bakal turun). (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.