Rabu, 1 April 2020

Genmuda – Masuk di bulan April udah saatnya kamu move on dari jokes April Mop. Kenapa gitu? Karena sekarang Genmuda.com bakal bahas film kece garapan Jordan Peele. Dengan judul yang catchy, “Get Out” berhasil menawarkan jalan cerita menegangkan sekaligus berbeda dari film thriller kebanyakan.

Alih-alih bikin penonton tegang sampai akhir, film ini malah menyelipkan berbagai elemen humor sekaligus kritikan pedas bagi kasus rasisme di dunia. Meski trickynya kayak film horor, tensi penonton tetap terjaga sepanjang jalan cerita film.

Teka-teki (asik)

via: Universal
Daniel Kaluuya sebagai Chris Washington di film “Get Out” ©Universal/2017

Cerita berawal dari hubungan romantis seorang fotografer Afrika-Amerika, Chris Washington (Daniel Kaluuya) dengan pacarnya Rose Armitage (Allison Williams) seorang cewek kulit putih. Usai menjalin hubungan selama 5 bulan, Rose ingin mengajak cowoknya itu bertemu dengan keluarganya.

Di sisi lain, Chris khawatir pertemuan dengan keluarga pacarnya engga berjalan mulus lantaran perbedaan ras mereka. Namun Rose berusaha meyakinkan jika hubungan mereka akan berjalan baik dan bisa diterima oleh keluarganya.

Membayangkan semua berjalan mulus, Chris mulai merasa ada sesuatu yang aneh dalam kunjungan keluarganya itu. Rasanya sangat tabu menemukan segerombolan ras kulit putih mengagumi ras kulit hitam seperti dirinya. Kejanggalan demi kejanggalan pun mulai terkuak dari pertemuan tersebut. Dari situlah teka-teki film mulai dikemas secara asik oleh Peele.

Belum lagi penonton seperti diajak bermain puzzle untuk menebak premis jalan cerita film. Kendati di awal film udah bertanya-tanya, tapi semua dibuat sangat rapih dan runtun oleh sang sutradara yang merangkap sebagai penulis skenario.

Mengalir tapi engga maksa

©Universal/2017
Chris Washington (Daniel Kaluuya) dengan pacarnya Rose Armitage (Allison Williams) di film “Get Out” ©Universal/2017

Ini jadi salah satu keunggulan film “Get Out” daripada film thriller lain yang cendrung menggiring penonton pada kesan tegang dan menakutkan. Kalo Genmuda.com bilang, plot film ini malah terlihat sangat mengalir dan bagus buat diikuti tanpa harus berpikir keras. Itu semua bisa kamu liat lewat dialog hingga ekspresi setiap tokoh yang menjelaskan situasi yang terjadi.

Pun pada scoring yang engga dibuat lebay namun sangat mendukung setiap unsur jalan cerita. Lewat background rasisme sebagai pendukungnya, hal ini menjadi sajian yang segar dalam genre thriller. Menariknya lagi, semua aspek pendukung tadi mampu diterima secara rasional dan engga maksa. Wajar kalo akhirnya kamu bakal berpikir “Kok bisa ya?” setelah menonton film “Get Out.”

©Universal/2017
Ki-ka: Catherine Keener, Bradley Whitford, Allisons Williams, Betty Gabriel dan Daniel Kayuula ©Universal/2017

Dalam segi pemain, selain Daniel Kaluuya dan Allisons Williams, kredit lebih juga layak diberikan bagi keluarga Armitage, (Catherine Keener, Bradley Whitford, dan Caleb Landry Jones) sedangkan hadirnya tokoh Rob Williams (LilRey Howery) mampu jadi pereda tensi lewat logat dan banyolan khas kaum Afrika-Amerika.

Secara keseluruhan itulah alasan kenapa film ini nyaris engga punya celah buat dibilang kurang oke. Saking kerennya, Peele berhasil mengemas genre thriller yang berani beda layaknya “Don’t Breath” atau “Split.” Kalo Kawan Muda engga setuju sama komentar penulis barusan, silakan aja buktiin sendiri dan siap-siap takjub sama jalan ceritanya.

FYI, “Get Out” mulai tayang di Indonesia pada tanggal 7 April 2017. Setelah filmnya selesai pun engga ada post credit ya. Biar kamu penasaran tonton dulu aja trailernya di bawah:

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.