Jum'at, 20 Juli 2018

Genmuda – Dunia perfilman Tanah Air sebenernya gak bisa dibilang lesu. Banyak ide cerita terus mengalir dan proses produksi terus bergulir tiap tahun. Hanya aja, cuma segelintir doang yang jadi bahan pembicaraan.

Mari kita jujur. Sejak 2014 sampe 2018, film macam “Filosofi Kopi” (2015), “Ada Apa Dengan Cinta 2” (2016), “Posesif” (2017), “Dilan 1990” (2018), dan “Teman tapi Menikah” (2018) yang mencuri perhatian banyak orang. Itu pun lengkap dengan bumbu-bumbu para selebnya di luar proyek film.

Namun demikian, Kawan Muda perlu tahu kalo bukan itu doang film Indonesia yang keren selama empat tahun belakangan. Di bawah ini ada 6 film buatan Tanah Air yang masuk ajang penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) dan pasti bikin kamu menyesal melewatkannya.

1. “Night Bus” (2017)

Film yang dibintangi Teuku Rifnu Wikana ini peroleh Piala Citra 2017 kategori Film Terbaik. Ceritanya mengenai konflik antara pemberontak dengan pihak tentara RI yang diceritain dari sudut pandang para penumpang bus yang jadi korban penembakan. Realistis banget, loh.

2. “Salawaku” (2016)

Jarang loh produser Indonesia bikin film perjalanan macam “Salawaku.” Film yang disutradarai Pritagita Aianegara ini keren karena nampilin perubahan kepribadian dua tokoh, Salawaku dan Saras, sepanjang perjalanan. Wajar deh kalo filmnya raih 3 Piala Citra di FFI 2016.

3. “Athirah” (2016)

Film garapan Riri Riza ini sempet diomongin. Tapi, yah, diomonginnya cuma sebentar doang padahal “Athirah” dapat nominasi dan Piala Citra terbanyak di FFI 2016. Filmnya bercerita tentang kisah ibu Wakil Presiden Ke-7 Indonesia, Jusuf Kalla jaga keluarganya.

4. “A Copy of My Mind” (2015)

Bersaing sama Angga Dwimas Sasongko, Joko Anwar raih Piala Citra Sutradara Terbaik untuk film “A Copy of My Mind” pada FFI 2015. Cerita filmnya unik karena ngomongin kisah cinta antara pekerja salon dengan pembuat subtitle DVD bajakan pada periode pemilu di Indonesia.

5. “Siti” (2014)

Eddie Cahyono pasti bangga banget karena film indie 2014 yang doi sutradarai peroleh beragam penghargaan di luar negeri hingga akhirnya masuk FFI 2015 dan raih Piala Citra kategori film terbaik. Naskahnya bercerita tentang penjual peyek di Parangtritis, Jogja yang juga jadi pemandu karaoke untuk melepaskan diri dari lilitan hutang setelah suaminya meninggal dalam kecelakaan kapal.

6. “Killers” (2014)

Film laga kolaborasi Indonesia – Jepang ini digarap sutradara Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto (Mo Bros) dengan epik. Adegan berantem sadisnya dibumbui kisah persaingan antara pembunuh bayaran Indonesia dengan Jepang. Pada FFI 2014, “Killers” dapat 2 Piala Citra, loh.

Tuh. Ngaku aja. Kamu dan temen-temen nongkrong pasti jarang ngomongin 6 film peraih Piala Citra di atas. Padahal, bagus-bagus, loh. Coba aja tonton. Tapi, jangan nonton yang bajakan, ya. Cari DVD asli atau nonton via streaming aja. Film mana yang paling bikin kamu penasaran? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.