Rabu, 11 Desember 2019

Genmuda – Jaman sekarang, masih ada aja orang takut menghabiskan waktu libur dan tabungannya buat jalan-jalan. Imajinasi soal tempat penginapan yang jorok, copet di perjalanan, dan sumpeknya tempat wisata selalu jadi ‘pembunuh motivasi’ orang yang mau traveling.

Kalo ada yang bilang jalan-jalan cuma pemborosan, buang waktu, dan bikin capek bisa jadi mereka kurang piknik. Jadi mari kesampingin pandangan kayak gitu, karena inilah hikmah yang bisa kamu dapatkan hanya dengan berjalan-jalan.

1. Menambah kepercayaan diri

(Sumber: lifehack.org)

Keluar dari zona nyaman. Itu kata kuncinya. Ketika memutuskan buat jalan-jalan, kamu bakal bangkit dari kursi atau tempat tidurmu, meninggalkan nyamannya rumah, dan pergi ke tempat yang asing adat kebiasaannya.

Di tengah jalan pun kamu perlu membuka diri dan berkomunikasi dengan orang asing, entah itu penduduk sekitar, pramugari, atau kernet. Sadar engga sadar, kamu bakal melatih kepercayaan diri dan komunikasimu.

2. Mengenal diri sendiri

(Sumber: worldofwanderlust.com)
(Sumber: worldofwanderlust.com)

Pola hidup modern yang serba cepat membuat manusia kehilangan koneksi bukan hanya dengan orang lain, melainkan dengan diri sendiri. Waktunya banyak dihabiskan berinteraksi dengan perangkat teknologi daripada dengan makhluk hidup.

Padahal, interaksi itu yang sangat dibutuhkan supaya seseorang bisa lebih memahami diri sendiri. Cara ini dibutuhin supaya manusia bisa mengenal hal yang dibutuhkannya, bukan hanya diinginkannya.

3. Menempa kepribadian

(Sumber: theodysseyonline.com)

Penelitian Julia Zimmermann dan Franz Neyer yang diterbitin Journal of Personality and Social Psychology menyimpulkan, petualangan bisa menempa kepribadian orang. Terlebih petualangan yang dilakukan dalam waktu cukup lama.

FYI, orang yang gemar berpetualang cenderung punya pikiran lebih terbuka, emosi yang stabil, dan bisa diajak diskusi. Tiga hal yang dibutuhkan di dunia kerja manapun.

4. Jadi orang yang bersyukur

(Sumber: lifehack.org)

Ketika kamu melakukan perjalanan yang cukup ekstrim, katakanlah mendaki gunung, kamu bakal dihadapkan pada kondisi yang menantang. Itu bisa membuat kamu lebih bersyukur terhadap apapun yang sudah kamu miliki dan kamu tinggalkan untuk sementara di rumah. Survei kilat dari Transamerica Center for Retirement Studies menyatakan, 86% orang yang suka jalan-jalan merasa puas dengan kehidupannya.

5. Bikin kreatif

(Sumber: pacsafe.com)

Manfaat lain jalan-jalan dibuktiin penelitian Profesor Adam Galinsky dari Columbia Business School yang diterbitkan di Academy of Management Journal. Doi bilang, “Pengalaman baru bisa melenturkan sekaligus memperdalam kemampuan otak mengolah informasi (kemampuan kognitif). Otak pun akan terlatih menghubungkan dan memaknai serpihan informasi.” Intinya sih, suara, pemandangan, dan aroma yang kamu rasakan di tempat baru bisa menyulut kreativitasmu.

6. Bikin jantung lebih kuat

(Sumber: Huffington Post)

Riset dari Pusat Kajian Jantung Framingham menyatakan kalo orang yang suka jalan-jalan terhindar dari risiko penyakit jantung. Soalnya, jalan-jalan bikin orang tersebut terhindar dari stress dan kecemasan rutin yang dihadapinya di sekolah, kampus, ataupun kantor. Efek nyaman dari jalan-jalan ini pun dirasakan hingga berminggu-minggu setelahnya.

7. Bikin badan sehat

(Sumber: derekmeetsworld.com)

Waktu lagi jadi turis, kamu pasti bakal berjalan dari titik A ke titik B, entah itu mendaki gunung, jalan-jalan di bibir pantai, keliling mal baru dari pagi hingga sore, atau jalan dari dan ke pusat transportasi. Setiap berjalan santai selama 15 menit, kira-kira kamu bisa ngebakar 50 kalori di dalam tubuh. Kalo kamu bawa tas berat atau perlu lari ngejar ketinggalan kereta, pasti kalori yang terbakar lebih besar lagi.

8. Perluas jaringan

(Sumber: zoomcar.com)

Engga tertutup kemungkinan kamu bakal ketemu orang yang tujuan wisatanya sama, terus kamu kenalan sama doi, kemudian kalian jadi BFF. Karena kemungkinan itulah, banyak open trip dibuka dan selalu laris tiap dilaksanakan. Bahkan, ada juga muda-mudi yang mengakhiri hubungan open trip mereka di pelaminan. Gimana tertarik coba engga? (sds) 

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.