Rabu, 19 Februari 2020

Genmuda – TJ Khayatan, seorang remaja asal California, Amerika Serikat, belakangan ini menjadi viral di dunia maya karena eksperimen sosial yang doi lakukan. Sungguh konyol. Akhir pekan lalu, TJ bersama temannya mendatangi San Fransisco Museum of Modern Art, dan meletakan barang miliknya bak barang yang sedang dipamerkan.

Kepada Buzzfeed, TJ mengatakan, “Kami melihat ada boneka binatang di atas selimut abu-abu dan bertanya-tanya, mengapa itu bisa menarik perhatian orang.” Berkat rasa penasaran tersebut, akhirnya TJ dan temannya memutuskan buat meninggalkan kaca mata miliknya di lantai Museum, dengan tujuan ingin melihat reaksi orang yang melewatinya.

(Sumber: Twitter/TJCruda)
(Sumber: Twitter/TJCruda)

Selang beberapa waktu, situasi yang mengejutkan terjadi, Kawan Muda, para pengunjung Museum mulai berkumpul dan menganggap kaca mata tersebut adalah sebuah karya seni. Bahkan, ada yang mengambil gambar hingga membungkukan badan.

(Sumber: Twitter/TJCruda)
(Sumber: Twitter/TJCruda)

Sebelumnya, TJ pernah melakukan kejahilan yang sama, doi meletakan topi miliknya dan menaruhnya di sudut ruangan. Hasilnya? Kejadian yang sama kembali terulang. Para pengunjung perlahan mulai mengerubungi topi milik TJ.

(Sumber: Twitter/TJCruda)
(Sumber: Twitter/TJCruda)

“Saya setuju, seni modern memang bisa menjadi bahan tertawaan, kadang-kadang. Tapi seni adalah cara untuk mengekspresikan kreativitas kita sendiri, dan dengan ini kita berekspresi,” kata TJ.

Remaja asal California itu menambahkan, “Saya melihatnya sebagai suatu kesenangan bagi orang-orang yang berpikiran terbuka dan imajinatif.”

(Sumber: TJCruda)
(Sumber: TJCruda)

Beruntunglah, di balik kejahilannya, TJ masih memandang kejadian di atas dari sudut pandang yang positif. Doi menganggap reaksi tersebut merupakan salah satu ekspresi yang mungkin diharapkan para pengunjung. Buktinya, tanpa sentuhan seni atau esensi sekalipun, barang miliknya masih bisa memancing perhatian orang.

Melihat kasus di atas, di era modern ini kita pun mengenal seni kontemporer, sebuah perkembangan di dunia seni yang terpengaruh oleh dampak modernisasi. Begitu banyak ragam teknik dan medium baru untuk menghasilkan sebuah karya seni. Dan terkadang, rasanya sulit untuk dicerna, atau mendapatkan maksud yang ingin disampaikan.

Tapi, bukankah pameran sendiri sekarang maknanya udah bergeser? Yang penting kan foto, jepret-jepret, lalu selfie. Ngaku? (sds)

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis