Minggu, 18 November 2018

Genmuda – “Lo terlalu baik buat gue.” “Gue engga mau ngerusak pertemanan kita.” “Seandainya pacar gue baik kaya lo.” Tiga kalimat itu intinya sama aja sih. Si doi engga mau jadian dan lo perlu merasa kaya ada luka di badan lo yang kesiram air garem waktu doi ngomong gitu. Because you are getting friend-zoned!

Masuk friend zone tuh bisa diibaratkan masuk jurang ‘kehancuran’. Kawan Muda perlu mendaki tebing terjal buat sampai di atas lagi, lalu punya kemampuan kesempatan sekali lagi buat ngerebut hati si doi (itu pun kalau doi belum ada yang nikung). Karena Genmuda.com baik hati dan engga sombong, inilah tips buat ‘mendaki’ dan selamat dari tebing friend zone.

1. Jangan Terlalu Baik

Jadi orang baik itu emang penting gaes. Tapi, terlalu baik sama sekali engga ada manfaatnya. Buktinya, Kawan Muda malah jatuh kedalam lubang friend zone. Wajar sih. Sifat terlalu baik itu sangat memberi kesan kalau kamu sangat plain, alias membosankan. Engga mau kan terus-terusan dikira ngebosenin. Maka dari itu, kita buang kata terlalu dan mulai deh panjat jurang friend zone dengan menjadi orang baik. Just baik!

2. Pura-Pura Engga Tertarik

friend zone 3
(Sumber: The Gloss)

Pada dasarnya, hubungan friend zone tuh sama sekali engga seimbang. ‘KAMUNYA’ ngarep banget, tapi si doi KAGAK. Kalau udah gitu, kamu engga punya posisi tawar menawar dan cenderung menerima semua kelakuan si doi.

Jadi, mulailah bersikap seolah-olah engga tertarik dan bersiap buat cari yang lain daripada makan hati terus sama yang ini. Seperti kata ahli psikologi Waller dan Hill, “Mereka yang bersedia menarik diri punya kekuatan untuk mengarahkan sebuah hubungan.”

3. Barang Langka Selalu Diminati

Poin ini udah terbukti dalam dunia dagang. Engga percaya? Coba deh perhatiin sebuah berlian. Sebuah karbon (sama kaya ujung pensil) tapi harganya mahal banget dan jumlahnya tergolong langka. Padahal kalau dipikir-pikir, berlian kan engga ada gunanya selain buat hiasan dan status sosial.

Oleh karena itu, mulailah habiskan waktu dengan teman sejati dan kurangi waktu bersama doi. Kalau emang ada rasa sama, doi pasti bakal kangen begitu kamu menjaga jarak. Nah, pas udah kangen begitu, doi baru sadar kalau sebenarnya doi butuh kamu. Kalau ternyata doi engga kangen, buat apa kamu masih ngotot?

4. Buat Kompetisi

friend zone 6
(Sumber: YouTube Image)

Maksudnya bukan lomba makan kerupuk atau semacamnya. Tapi, mulai cari teman lawan jenis yang banyak. Jangan lupa buat ceritakan teman baru kamu ke si doi untuk liat reaksinya. Kalau perlu, ajak nongkrong bareng sekalian.

Cara ini bisa memancing doi buat cemburu. Jika udah cemburu, doi jadi merasa punya kompetitor. Nah, kalau udah gitu situasinya bakalan kaya lomba makan kerupuk. Doi bakal berusaha menangin hati Kawan Muda karena merasa punya saingan. Biasa lah. Sifat manusia kan emang engga mau kalah. IMO loh!

5. Minta Tolong

Stop! Kawan Muda jangan terus mau dimintain tolong sama doi. Enak aja. Udah nge-friend zone malah minta-minta tolong. Sekarang, saatnya Kawan Muda buat balikkan keadaan.

Coba deh kamu minta si doi melakukan sesuatu buat lo. Yang mudah-mudah aja. Misalnya, minta mereka nemenin belajar, minta tolong benerin sesuatu, minta nebeng juga boleh. Jecker dan Landry, dua ahli psikologi lainnya, bilang gini, “Semakin seseorang melakukan sesuatu untuk orang lain, semakin orang itu terasa berharga untuknya.”

6. Menghargai

Kalau si doi udah melakukan sesuatu buat Kawan Muda, jangan lupa bilang terima kasih. Berikan si doi perhatian. Tapi, kalau si doi mulai menyebalkan lagi dan kembali menunjukkan niatnya buat menjerumuskan kamu ke jurang friend zone terdalam, mending kamu cuekin aja.

7. Sadar

friend zone 12
(Sumber: Giphy)

Seriously! WAKE UP, Kawan Muda! Jatuh cinta sangat manusiawi tapi itu engga jadi alasan buat menutup diri dari kemungkinan dan kesempatan lain. Kalau emang kamu udah ‘tarik-ulur’ dengan enam cara di atas tapi si doi tetep mem-friend zone, saatnya Kawan Muda terima keadaan, cabut, alias cari gebetan baru.

Buat apa kita menghamburkan umur dan emosi buat mereka yang sama sekali engga peduli dan menghargai kita. Kalau perlu, Kawan Muda tegaskan (tegas loh bukan galak) ke doi bahwa Kawan Muda butuh waktu sendiri, move on, dan mencari yang lain.

Dengan tujuh cara itu, kemungkinan Kawan Muda selamat dari friend zone semakin besar. Intinya, Kawan Muda jangan mau seperti kambing dicocok hidungnya (hayo siapa ingat peribahasa itu?). Cobalah untuk tegas kepada diri sendiri dan si doi supaya doi tahu kamu tuh berpendirian dan dapat diandalkan. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.