Minggu, 24 Juni 2018

Genmuda – Sabar ya, Kawan Muda. Instagram lagi menonaktifkan fitur gif alias stiker bergerak. Snapchat yang merupakan saingan Instagram juga terapkan kebijakan serupa sampai waktu yang belum ditentuin.

Penonaktifan itu terjadi sebagai reaksi atas keluhan pengguna IG yang tiba-tiba melihat gif berbau rasis. Saat doi nyari Gif dengan kata “Crime,” Gif yang dipermasalahin itu muncul.

Stiker bergeraknya nampilin tulisan “Nigger Crime Death Counter” beserta tulisan “Keep Cranking Bonzo, the Numbers Just Keep on Climbing.” Di sebelahnya ada simpanse sedang memompa angka.

Nampilin kata “Nigger” aja udah termasuk pelanggaran etika. Apalagi, harus menyandingkan kata yang mengacu pada orang kulit hitam itu pada gambar simpanse dan kata “crime” serta “death.”

Pihak Giphy minta maaf

via techcrunch.com
Penemuan gifnya di Instagram. (Sumber: techcrunch.com)

Pihak Giphy sebagai penyedia gif untuk Instagram dan Snapchat akhirnya angkat bicara. Merekapun menghapus konten rasis itu, sesuai kebijakan perusahaan.

Lewat siaran pers, mereka minta maaf dan berjanji bakalan menelusuri asal-muasal konten rasis itu. “Stiker tersebut muncul karena ada bug dalam sistem penyaringan kami. Bug itu sudah kami benahi sehingga sistem penyaringan gif bekerja lagi dengan baik,” terang siaran pers.

“Staff Giphy pun secara langsung menelaah tiap stiker gif untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Kami bertanggung jawab penuh atas kejadian itu dan meminta maaf pada semua pihak yang merasa tersinggung,” pungkas siaran pers dari Giphy.

Bukan kasus pertama

via engadget.com
Penemuan gifnya di Snapchat. (Sumber: engadget.com)

Bagi Instagram, Giphy, dan Snapchat, kasus menyangkut hal rasis ini bukan kali pertama. Sebelumnya, kerjasama Facebook selaku perusahaan yang kini memiliki Instagram pernah bermasalah sama Giphy karena beredar gif yang menyudutkan orang Yahudi dan Israel.

Sementara itu, Snapchat pernah kena kasus rasis karena nampilin filter wajah orang Asia sebagai mata sipit pipi tembam dan dagu kecil. Padahal, ada juga orang Asia yang kulitnya hitam, belo, dan berewokan.

Filter wajah Bob Marley di Snapchat juga pernah dianggap rasis karena dianggap mengejek orang-orang kulit hitam dan artis Bob Marley itu sendiri. Soalnya, filter itu muncul tanggal 20 April, hari penggunaan ganja di AS.

Orang luar negeri juga sama kayak orang Indonesia

Via digitalspy
(Sumber: digitalspy.com)

Kasus penemuan gif yang menyinggung juga pernah terjadi di Indonesia. Kala itu, pihak yang kena omel adalah WhatsApp lantaran sediain gif bernuansa pornografi dari film “Friends with Benefit” (2011).

Akhirnya, WhatsApp menonaktifkan fitur itu. Setelah pihak Tenor selaku penyedia gif-nya membenahi dalam sekitar beberapa minggu, fitur gif tersedia lagi di WhatsApp.

Kasus di atas cuma menyimpulkan satu hal menurut Genmuda.com. Orang di luar negeri gak ada bedanya sama orang Indonesia. Saat menemukan sesuatu yang menyinggung di internet semua pasti protes. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.