Minggu, 24 Juni 2018

Genmuda – Seorang cewek Australia pergi ke dokter mata karena kurang telaten bersihin makeup. Kondisinya parah dan berpotensi hilang penglihatan, tapi dia harus bersyukur karena penyakit uniknya bisa dirawat.

Pasiennya, Theresa Lynch (50 tahun) mengaku rutin pakai makeup selama 25 tahun. Sayangnya, dia jarang benar-benar bersihin make-up tersebut. Selalu ada sisa-sisa yang dibiarin karena “toh besok juga pakai makeup lagi.”

Akibatnya, sisi dalam kelopak matanya rusak. Pada area yang seharusnya hanya berupa selaput dan pembuluh darah kemerahan itu, terdapat titik-titik hitam pekat. Itu sisa mascara yang nyangkut dan menggumpal.

“Gumpalannya tersangkut begitu dalam di selaput sehingga gumpalan itu saling menumpuk. Rasanya sakit. Mata saya bengkak dan berat karena kondisi itu lama tak saya periksakan,” tutur Lynch dikutip livescience.com.

Gimana cara merawatnya?

Dokter Spesialis Ophthalmic, Dana Robaei menangani pasien itu. Dia bilang, ada risiko mata Lynch ikut terinfeksi. Pada kasus langka, kondisi itu bisa menyebabkan kebutaan.

Dokter yang juga merupakan Dosen Senior Kedokteran University of Sydney Australia itu bersedia menindak medis mata Lynch. Lewat operasi selama 90 menit, Dokter Dana mengeluarkan gumpalan-gumpalan mascara itu.

Operasi yang butuh presisi dan berisko itu berhasil. Namun demikian, tindakan itu ninggalin bekas luka permanen pada kelopak mata sang pasien yang udah gak berusia muda lagi.

Jadi, harus gimana?

via: Pinterest
(Sumber: Pinterest)

Kepada cewek-cewek muda yang sering pakai makeup, Dokter Dana bilang, “Membersihkan makeup harus telaten! Tak ada cara lain.”

Kalo air, kapas, dan tisue belum bisa bersihkan makeup secara menyeluruh, gak ada salahnya kamu pakai cairan pembersih atau makeup removal. Biar lebih yakin, coba lihat tulisan Genmuda.com yang ini.

Balik ke musibah mascara. Kamu pasti penasaran kan, girls sama kondisi yang menimpa mata Lynch, pasien yang matanya bengkak. Karena aneh, kondisi itu sampai dibahas dalam jurnal kedokteran. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.