Rabu, 23 Oktober 2019

Genmuda – Berbagai macam manfaat bisa Kawan Muda dapetin dari segelas susu setiap hari. Gak heran dong kalo sejak kecil lo rutin dianjurkan minum susu supaya cepet tumbuh gede. Namun percaya atau engga, saat lo tumbuh dewasa minum susu juga dihindari karena dianggap bikin cepat menaikan berat badan. Padahal itu semua mitos, loh!

Hal inilah yang disampaikan oleh Dr. Haekal Anshari, selaku dokter gizi dalam acara peluncuran Yolite C+ Cimory di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (19/9). Menurutnya berdasarkan riset International Journal of Obesity tahun 2004 diketahui bahwa kandungan kalsium dan protein susu justru memberikan bantuan penurunan berat badan pada orang dewasa yang mengalami obesitas.

“Itu hanya mitos. Padahal mulai dari sampai anak kecil, remaja, sampai lansia, susu tuh penting buat menjaga kesehatan tubuh.” kata Dr. Haekal.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan alasan orang Indonesia malas mengonsumsi susu karena adanya intoleransi laktosa. Berbeda dengan kondisi orang yang alergi susu sejak lahir, intoleransi laktosa biasanya timbul tanpa pernah kita sadari karena mulai jarang mengonsumsi susu.

“Ternyata orang-orang Asia seperti Indonesia mengalami gejala ini. Tipenya ada intoleransi laktosa primer, sekunder, dan bawaan.” tambah Dr. Haekal.

Nah, kasus intoleransi laktosa primer inilah yang sering terjadi karena lo jarang minum susu saat dewasa. Efek sampingnya bisa macam-macam gengs, mulai dari kram perut, perut kembung, hingga gelaja jangka panjangnya bisa mengalami malnutrisi karena kerusakan mikrovili pada usus halus seseorang.

Yoghurt sebagai pengganti susu

(Ki-Ka) Marsha Aruan, Dr. Haekal Anshari, dan Sheila Aryyani ©Genmuda.com/2019 Liki

Meski demikian penderita intoleransi laktosa masih bisa mengganti manfaat dari susu dengan yoghurt. Ia juga menyebutkan bahwa yoghurt bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta menjaga kesehatan jantung serta kestabilan tekanan darah.

TAPI nih, gak sedikit juga milenial yang masih menganggap yoghurt sebagai minuman ‘berat’ dan gak cocok untuk aktivitas mereka. Oleh sebab Cimory berusaha memahami kebutuhan anak muda yang dinamis dan serba cepat lewat Yolite C+100.

Berbeda dengan yoghurt biasa minuman satu ini punya tekstur lebih lembut lengkap dengan tambahan vitamin C untuk memenuhi seratus persen kebutuhan vitamin C orang dewasa (sekitar 75-90 mgr/hari) sesuai anjuran Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

“Kekurangan vitamin C juga menyebabkan gampang capek dan sakit, kulit kering dan keriput, dan mudah memar.” jelas Dr. Haekal.

Maka dari itu ia menjelaskan bahwa alasan lain dari penambahan vitamin C dalam Yoghurt akan mempercepat proses pemulihan setelah sakit, pembentukan kolagen, dan mengoptimalkan daya tahan tubuh.

Selain itu lo juga gak perlu worry kapan waktu yang pas buat mengonsumsi yoghurt. Mau itu di pagi hari, siang hari, atau malam, semua sama baiknya kok. Untuk alasan kesehatan, Dr. Haekal juga menganjurkan sebaiknya anak muda mengonsumsi yoghurt antara dua sampai tiga kali seminggu.

Secara terpisah Sheila Aryyani, Brand Manager Cimory, juga menambahkan bawasannya Yolite C+ dapat menjadi alternatif anak muda sesuai dengan selera serta kebutuhan lo sehari-hari, dan nggak cuma buat melancarkan BAB doang.

“Kalo lebih pengen lebih banyak susu dan tekstur yang lebih creamy mungkin bisa yoghurt biasa. Namun untuk pengen lebih yang ringan untuk (anak muda) super sibuk dan cocok diminum kapan aja, pilihannya Yolite.” terang Sheila.

Karena gak semua orang Indonesia doyan minum yoghurt lantaran rasanya yang asam. Ke depan Cimory juga akan menambahkan produk yoghurt lainnya yang ditawarkan dengan rasa lebih manis, namun tetap sehat untuk dikonsumsi.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.