Senin, 20 Mei 2019
Hiburan

Ini 5 Hal yang Bakalan Bikin Kamu Nyesel Kalo Gak Dateng ke Britamax Tangsel Jazz Festival 2016

©Genmuda.com/2016 TIMKiri-kanan: musisi Tiyo Alibasjah, musisi Jeffrey Tahalele, penyelenggara Evita Supriyanto, promotor Dinni Deniasti Atiek, Walikota Tangsel Airin Rachmi, perwakilan BRI Firman Taufik, musisi Fariz RM, musisi Iga Mawarni, dan penanggungjawab sound Donny DSS ©Genmuda.com/2016 TIM

Genmuda – Serunya konsep Britamax Tangerang Selatan Jazz Festival (TJF) 2016 udah mateng dikonsepkan dan siap meluncur, Sabtu 12 November 2016. Pagelaran jazz terbesar di Tangsel itu diharapkan bisa tarik penonton dari dalam dan luar kota.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany waktu konferensi pers TJF 2016 di Bintaro, Tangsel, Rabu (2/11) bilang optimismenya terhadap acara ini. “Acara seperti ini bisa makin dongkrak pariwisata kota. Harapannya, TJF bukan cuma jadi tontonan tapi juga jadi tuntunan,” ujarnya kepada Genmuda.com seusai konferensi pers.

Sementara itu, musisi senior Fariz RM bilang kalo ajang seperti ini harusnya jadi waktunya semua warga saling mengenal dan bersosialisasi. “Sangat tidak elok rasanya jika tidak kenal dekat dengan tetangga sendiri,” kata musisi yang tinggal di daerah Bintaro itu.

Konferensi pers itu juga dihadiri Firman Taufik, kepala divisi Marketing Communication BRI. FYI, dukungan BRI tergolong besar loh. “Porsi dukungan pemkot hanya sedikit bila dibanding BRI,” kata Ibu Airin. Pembicara lain yang dateng pun kasih tau alasan kamu perlu nonton TJF 2016 seperti yang Genmuda rangkum di bawah:

1. Acaranya di tempat strategis

©Genmuda.com/2016 TIM
Dinni Deniasti membuka konferensi pers dengan info singkat soal TJF 2016. ©Genmuda.com/2016 TIM

Acara yang udah diselenggarakan dua kali sebelumnya ini dibikin di mall Bintaro XChange. Pusat perbelanjaan itu berisi puluhan cafe dan restoran. Bisa kamu kunjungi kalo bazaar di TJF 2016 lagi penuh banget. Selain itu, tempat nongkrong di Tangsel itu letaknya deket banget pintu tol Jakarta-Bintaro. Jalan non-tolnya juga gampang diakses dari Jakarta.

2. Line-up artisnya keren banget

Musisi seperti Glenn Fredly, Fariz RM, Iga Mawarni, Jeffrey Tahalele, GAC, Amelia Ong, Ginda Bestari, Alsa Quartet, dan Rio Moreno Latin Combo jadi sejumlah nama tenar yang bakal tampil. Selain itu, ada juga Tiyo Alibasjah group, KSP Band, Claire Cutie, MLD Jazz Project, Inspiring Tribute Band, dan Indonesian Young Jazz. Kepada Genmuda.com, Tiyo Alibasjah bilang kalo line-up itu udah kece banget.

3. Harga tiketnya murah banget!

©Genmuda.com/2016 TIM
Jeffrey Tahalele bercanda sama Tiyo Alibasjah di tengah konferensi ©Genmuda.com/2016 TIM

Tiyo juga bilang kalo harga tiket TJF nih tergolong murah banget. “Dengan line-up seperti itu, tiket 100 ribu rupiah itu terjangkau banget,” tutur Tiyo. Musisi jazz muda itu biasanya mengiringi Iga Mawarni atau Fariz RM. Tapi kali ini doi bakal main 45 menit bawain cool jazz instrumental bareng bandnya.

4. Menikmati jazz apa adanya

Penikmat musik jazz juga bisa jadiin ajang TJF buat memperdalam ke-jazzy-annya. Soalnya, artis-artisnya bakalan main jujur apa adanya. Iga Mawarni bilang kalo, “Baiknya datang ke TJF dengan pikiran kosong saja. Tidak perlu banyak berpikir soal sulitnya musik jazz. Nikmati saja apapun yang disuguhi apa adanya,” kata Iga Mawarni.

5. Musik tanpa jeda

©Genmuda.com/2016 TIM
Fariz RM dan Donny DSS mendengarkan penjelasan Iga Mawarni soal hakekat musik jazz. ©Genmuda.com/2016 TIM

Selain itu, Donny DSS yang jadi penanggung jawab sound system dan lighting TJF 2016 bilang pihaknya udah nyiapin dua panggung dengan sound bertenaga masing-masing 60 ribu watt. Panggung yang aktif diisi artis pun cuma satu, sementara panggung lain disiapin sound systemnya. “Penonton tidak akan terlalu lama jeda dan bisa fokus di satu panggung,” kata Donny.

Panitia dan artis pun optimis TJF tahun depan bisa jadi event internasional yang kece badai. Jadi, tunggu apa lagi? Buruan pesen tiketnya di Indomaret, Karcis.co.id, atau TangselJazz.com. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.