Kamis, 15 November 2018

Genmuda – Gedung Putih ketar-ketir karena produk Indonesia membanjiri AS. Indonesia diperingatkan buat hati-hati supaya timbangan ekspor AS gak lebih ringan ketimbang timbangan ekspor Indonesia.

Sepanjang 2017, Indonesia untung 9,59 miliar dollar AS (Rp 134 triliun) lewat jualan ke AS loh, gaes. Barang Indonesia yang dibutuhin AS, misalnya garmen (baju, celana, sepatu, fashion item), karet, dan hasil perikanan.

Karena bahan itu bisa diperoleh dengan harga cincai tapi kualitasnya lebih oke dari Indonsia, maka AS ngasih keistimewaan. Indonesia dapat perlakuan khusus, yaitu enggak perlu bayar tarif ekspor ke AS.

Setelah melihat kebijakan itu lebih menguntungkan Indonesia daripada AS, Trump berencana mencabutnya. Dalam bahasa lebih ekstrim, bisa dibilang Indonesia lagi diancam dalam perang dagang.

Dari sudut pandang negatif, kayaknya itu adalah hal yang menyeramkan. Dari sudut pandang positif, itu bisa jadi kabar baik karena artinya kelihaian dagang Indonesia dipandang setara kayak negara-negara tajir macam ini:

1. Rusia

via imgur.com
Vladimir Putin, Presiden Rusia. (Sumber: imgur.com)

Sejak Perang Dingin 1945-1991, Rusia dipandang sebagai pesaing berat AS. Zaman itu sih karena punya banyak senjata nuklir. Kalo sekarang, karena ancaman ekonomi dari AS gak mempan kepada Rusia.

Habis, AS bisa mengancam apa? Gak ber-cuan dengan AS aja Rusia masih bisa hidup dengan jalinan hubungannya ke negara-negara Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Selain itu, Rusia punya cadangan minyak bumi dan gas alam sendiri.

Selain itu, Rusia adalah pesaing AS dalam berdagang di negara-negara Uni Eropa. Secara statistik, ekspor Rusia ke UE berjumlah 45,8% dari keseluruhan ekspor Rusia ke seluruh dunia. Sementara itu, ekspor AS ke UE cuma 18,7% dari keseluruhan ekspor AS ke seluruh dunia.

Kalo kalah terus, AS bisa tersingkir dari persaingan dagang di Eropa. Jualan ke mana lagi, dong? Ke Asia? Tapi, di Asia ada musuh AS nomor 2.

2. Tiongkok

via Asia Times
Xi Jinping, Presiden Tiongkok. (Sumber: Asia Times)

Tiongkok bikin AS (dan banyak negara di dunia) ketar-ketir karena pertumbuhan ekonominya cepat banget. Coba lihat, tahun 1990-an, mana ada produk smartphone dari Tiongkok. Sekarang, produk apa aja di Asia asalnya dari Tiongkok.

Akibatnya, AS takut gak kebagian lapak jualan di Asia. Keberadaan brand-brand AS mulai tersaingi karena produk dari Tiongkok ngasih fungsi yang sama dengan harga relatif lebih murah.

3. Iran

via VOA
Hassan Rouhani, Presiden AS. (Sumber: VOA)

Negaranya sih kecil, tapi rata-rata pendapatan warga Iran jauh lebih besar ketimbang Indonesia. Di atas kertas, pendapatan per kapita warga Iran dalam setahun rata-rata 19.256 dollar AS sementara Indonesia berjumlah 11.717 dollar AS.

Kepada AS, Iran selalu tampil galak. Ngapain takut? Iran punya cadangan minyak bumi sendiri dan politiknya bebas dari pengaruh AS. Kalo AS ogah jalin hubungan dagang, Iran masih punya teman, yaitu negara-negara Timur Tengah.

4. India

via Istimewa
Ram Nath Kovind, Presiden India. (Sumber: Istimewa)

Nasib India persis banget kayak Indonesia. Jumlah ekspor ke AS lebih besar ketimbang jumlah impor dari AS. Sebanyak 16,1% produk ekspor India dijualnya di AS sementara cuma ada 5,7% dari keseluruhan impor India yang asalnya dari AS. Artinya, AS rugi saat dagang sama India. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.