Rabu, 12 Desember 2018
Gaya HidupTeknomotive

Indonesia Kedatangan Teknologi Pemindai Suara yang Bisa Mengakses Akun Bank Tanpa Perlu Password

©Genmuda.com/2018 TIMKa-ki: Pak Gunawidjaja dan Abdy Salimin selaku perwakilan PermataBank foto bareng Budi Rahardjo selaku pengamat dan Dion Wiyoko selaku ambassador PermataBank, Kamis (8/3). ©Genmuda.com/2018 TIM

Genmuda – Teknologi autentifikasi identitas yang ada di Indonesia bertambah satu lagi. Setelah kemunculan teknologi pemindai wajah, pemindai sidik jari, dan pendaftaran NIK – NKK menghebohkan dengan cara masing-masing, muncul lagi teknologi pemindaian sidik suara.

Teknologinya kali pertama dipakai di dunia perbankan Indonesia sama PermataBank sejak meluncur, Kamis siang (8/3). Fitur itu dipakai untuk mempercepat proses autentifikasi nasabah saat menelepon customer service (CS) PermataTel.

Percepat proses autentifikasi

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Sebelum ada fitur itu, petugas CS nanya banyak pertanyaan pribadi ke nasabah untuk mencegah segala tindak pemalsuan. Waktu yang dibutuhkan untuk proses autentifikasi lewat pertanyaan mencapai kisaran 2 menit.

Dengan proses pemindaian suara, proses yang bikin emosi itu terpangkas hingga jadi 45 detik. “Kenyamanan nasabah meningkat tanpa mengorbankan keamanan akun banknya,” tutur Gunawidjaja selaku Head of Service Quality, OPEX & Contact Center PermataBank.

Tingkat akurasi tinggi

©Genmuda.com/2018 TIM
Pak Abdy Salimin. ©Genmuda.com/2018 TIM

“Di atas kertas, teknologi pemindaian suara punya akurasi tinggi hingga 99 persen setelah mesinnya terbiasa. Jadi, makin sering menggunakan fiturnya, makin mesin itu mudah mengenali suara,” kata Abdy Salimin selaku Direktur Teknologi dan Operasi PermataBank.

Secara terpisah, Gunawidjaja nambahin, “Nasabah butuh 3 hingga 5 kali memakai fitur khusus di PermataTel itu supaya tingkat akurasinya maksimal.” Bila suara nasabah berubah drastis karena operasi atau baligh, proses konfirmasi ulang suara bisa dilakukan.

“Saat fitur pemindai sidik suara tak dipakai, autentifikasi nasabah PermataTel kembali menggunakan cara lama. Yaitu, dengan ditanyai pertanyaan pribadi,  macam nama, nomor kartu ATM, pin, dan semacamnya,” kata Pak Gunawidjaja.

Sistem yang belajar

©Genmuda.com/2018 TIM
Pak Gunawidjaja. ©Genmuda.com/2018 TIM

Dengan kata lain, sistem VoiceID PermataTel bisa belajar. Secara teoritis, sistem bisa membandingkan suara nasabah saat doi sehat atau sakit, misalnya bindeng karena sedang flu atau serak karena sedang sakit tenggorokan. Asalkan, data suara yang dimiliki PermataTel sudah mencukupi.

Keamanan tetap terjaga

©Genmuda.com/2018 TIM
Pak Budi Rahardjo menarangkan teori sistem autentifikasi suara sambil bercanda. ©Genmuda.com/2018 TIM

Praktisi IT dan Pakar Keamanan Infomasi dari ITB, Budi Rahardjo bilang kalo sidik suara adalah identitas pribadi yang paling aman. “Karena, suara tidak bisa dicuri atau dipalsukan. Tidak seperti nomor kartu ATM atau nomor pin yang bisa sewaktu-waktu berpindah tangan,” tuturnya.

Sistem identifikasi suara itu juga didesain supaya mengenali perbedaan detil suara orang kembar. “Sekembar apapun seseorang, pasti ada detil-detil yang berbeda. Kedetilan itu mungkin tak tertangkap indera manusia tapi akan mampu diidentifikasi sistem,” kata Budi Rahardjo.

Sistem pemindai suara VoiceID PermataTel pun bisa bedain suara asli dengan suara rekaman. Pak Gunawidjaja nambahin, “Pihak customer service pun akan tahu apabila itu suara rekaman karena proses pemindaian berlangsung otomatis ketika berbincang dengan petugas CS PermataTel.”

Buat mencegah penjebolan akun, PermataBank memasang keamanan ganda. “Untuk kegiatan krusial seperti transaksi keuangan lewat telepon, nasabah yang sudah diidentifikasi suaranya tetap ditanyai informasi pribadi, seperti nomor PIN. Tapi, pertanyaannya jelas tidak banyak,” kata Gunawidjaja.

Berfungsi untuk banyak hal

via: GSM Arena
(Sumber: GSM Arena)

Selain dalam urusan perbankan, teknologi identifikasi suara pun bisa dipakai buat urusan lain. Pak Budi Rahardjo bilang, “Semua hal yang berurusan dengan identifikasi seseorang bisa pakai identifiaksi suara. Misalnya, untuk absensi kerja.”

“Tak perlu lagi repot tempel jempol atau tandatangan, cukup dengan berbicara ‘hadir’ maka sistem bisa mencatatnya. Itu praktis,” kata Budi Rahardjo. Dia bilang, teknologi identifikasi suara udah ada sejak 20 tahun lalu.

Terlepas dari hal itu, Pak Gunawidjaja bilang, pengembangan teknologi VoiceID PermataTel dilakuin developer asing yang bermarkas pusat di Amerika Serikat. “Tapi, mereka punya kantor perwakilan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia,” tuturnya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.