Minggu, 24 Juni 2018

Genmuda – Orang-orang Disney-Pixar PASTI lagi memasang senyum optimis jelang peluncuran “Incredibles 2.” Meski berupa animasi, film sekuel keluarga superhero itu ngasih dinamika, monolog, dan dialog menghanyutkan pikiran.

Filmnya banyak cerita tentang perubahan peran. Elastigirl/Helen Parr (Holly Hunter) kini jadi superhero full-time dan digaji. Sementara itu, Mr Incredible/Bob Parr (Craig Nelson), suaminya jadi bapak rumah tangga.

Namun demikian, tema keluarga itu dibumbui intrik politik yang membawa nasib seluruh superhero ditentukan melalui keberhasilan Elastigirl memberantas kejahatan. Kalo dia berhasil, semua superhero kembali legal. Kalo dia gagal, semua superhero tetap dilabeli warga negara ilegal.

Langsung melanjutkan prekuel

via IMDB
Mr Incredible merawat Jack-Jack. (Sumber: IMDB)

Kisah dalam “Incredibles 2” dimulai langsung dari akhir “The Incredibles” (2004). Saat menikmati waktu santai, Keluarga Incredibles menyaksikan kemunculan penjahat super, Underminer.

Mr Incredible dan Elastigirl langsung menghentikan penjahat bawah tanah itu. Violet Parr (Sarah Vowell) dan Dash Parr (Huck Milner) ditugasi mengawasi Jack-Jack, adik bontot mereka selama bokap-nyokapnya beraksi.

Namun sayang, kerusakan yang ditimbulkan Mr dan Mrs Incredible saat menghentikan kota terhitung jauh lebih besar daripada uang yang dicuri dan properti yang dirusak Underminer. Semua kegiatan yang berhubungan dengan superhero dinyatakan ilegal.

via IMDB
(Sumber: IMDB)

Di tengah warga yang mengucilkan superhero, ada sekelompok orang yang masih mendukung. Mereka adalah Winston (Bob Odenkirk) dan Evelyn Deavor (Catherine Keener), kakak beradik pengusaha telekomunikasi.

Berdasarkan perhitungan untung-rugi, mereka menyatakan bahwa Elastigirl yang paling efisien dalam menumpas kejahatan. Maka, Elastigirl langsung dipilih sebagai duta besar superhero. Tugasnya, menumpas kejahatan dengan baik agar seluruh dunia mau melegalkan superhero lagi.

Relatable buat semua umur

via IMDB
Para superhero bertemu Winston dan Evelyn. (Sumber: IMDB)

Tiap karakter yang muncul di film itu mengalami banyak dinamika. Misalnya, hal yang menimpa Mr Incredible. Sepanjang film, sang ayah diceritain berjuang melawan ego laki-lakinya supaya bisa merawat tiga anak yang butuh perhatian. Para bapak-bapak pasti relatable sama hal yang Mr Incredible rasain.

Sosok Winston Deavor dan Evelyn Deavor pun punya dialog dinamis. Sebelum salah satu di antara mereka bermonolog epik tentang masa lalu keluarganya, penonton udah diperkenalkan akan hal itu melalui dialog mereka. Para kakak-beradik pasti paham.

Kelumit teen-lit yang menimpa Violet di sekolah pasti dipahami para penonton yang pernah masuk SMP. Sementara itu, penonton yang pernah duduk di bangku sekolah dasar pasti akan relatable sambil ketawa-ketiwi dengan kelakuan Jack-Jack dan Dash.

Bikin mikir

via IMDB
Screenslaver lagi menghipnotis pemerhati layar. (Sumber: IMDB)

Bukan sekedar memukau mata lewat aksi dan mengocok perut lewat komedi, naskah dan adegan garapan Brad Bird bikin penonton mikir lewat sejumlah monolog yang diungkapkan Screenslaver, salah satu penjahat super.

Dia menjelaskan sebab setiap orang gemar membenamkan diri ke dalam acara TV dan siaran internet. Dia juga menyebut akibat terburuknya, bahwa manusia akan selamanya hidup ketergantungan dengan acara hiburan tersebut.

Segala aksi kejahatannya dilakukan untuk meruntuhkan pengaruh buruk acara hiburan dan televisi bagi manusia. Dengan idealisme seperti itu, wajar kalo Screenslaver terasa begitu nyata.

Secara umum, “Incredibles 2” ngasih sajian animasi superhero yang lengkap. Musik-musik big band ala 1950-an pada filmnya cocok banget sama nuansa filmnya. Setelah 14 tahun berlalu sejak film perdana, wajar ada peningkatan drastis pada animasinya.

Kalo kamu masih penasaran, tonton aja “The Incredibles 2” buat mengisi waktu libur Lebaran kamu. Happy watching yeah~~

https://www.youtube.com/watch?v=i5qOzqD9Rms

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.