Jum'at, 19 Juli 2019

Genmuda – Sutradara Christopher Landon kembali didaulat untuk melanjutan cerita film “Happy Death Day” (2017) dengan judul “Happy Death Day 2U”. Masih menceritakan soal kematian yang berulang-ulang, kali ini Landon mencoba mengemasnya secara lebih masuk akal.

Jika di film pertamanya ia pengen menyampaikan pesan bahwa rutinitas hidup merupakan hal yang paling mengerikan bagi manusia. Kali ini sosok Tree (Jessica Rothe) dihadapkan antara dua pilihan sulit dalam hidupnya atau mengambil segala risiko yang bakal ia hadapi di masa depan.

Kira-kira apakah formula sekuel keduanya masih tetep sama dengan film pertamanya? Langsung aja kamu simak review lengkap dari Genmuda.com berikut ini!

Menjelaskan kejadian ‘aneh’ di film pertamanya

©Blumhouse Production/2019
©Blumhouse Production/2019

Di film pertamanya diceritakan bahwa Tree berulang kali bangun di hari ulang tahunnya setelah mengalami teror oleh pembunuh misterius. Dengan bantuan Carter Davis (Israel Broussard) Tree akhirnya tau bahwa pelaku pembunuhannya adalah Lori (Ruby Modine), yang enggak lain adalah teman sekamar Tree.

Cerita film kedua ini kemudian berlanjut pada sosok Ryan (Phi Vu), teman sekamar Carter. Persis seperti di film pertamanya cowok nerd itu masuk ke kamar saat Tree dan Carter sedang asik ‘wik-wik-wik’.

Setelah diusir secara paksa ia kemudian pergi ke laboratorium kampus untuk mengecek percobaan ilmiah yang sedang dilakukan bersama Samar (Suraj Sharma) dan Anna (Sarah Bennani). Namun tiba-tiba sosok pembunuh dengan topeng bayi kembali muncul dan langsung membunuh Ryan.

Keesoknnya Ryan kembali mengulang hari yang sama sebelum ia dibunuh. Ngerasa ada yang aneh, ia pun menceritakan kejadian tersebut pada Tree, yang secara gak langsung harus mengulang hari ulang tahunnya lagi.

Setelah diselidiki, ternyata alasan kenapa setiap hari mereka mengalami hari yang berulang-ulang disebabkan oleh kesalahan percobaan yang dilakukan Ryan. Hal ini kemudian membuka energi kuantum yang mengacaukan dimensi waktu dan Tree malah terjebak di dimensi lain.

Walau banyak yang mengira alurnya bakal mengulang kejadian di film pertama, tapi sejumlah kejadian di dimensi lain malah bertolak belakang dengan realita yang dihadapi Tree. Ia pun dihadapi pilihan sulit apakah mau tinggal atau kembali ke dimensi asalnya.

Berani beda dan berisiko

©Blumhouse Production/2019
©Blumhouse Production/2019

Harus penulis akui bahwa naskah yang ditulis sendiri Landon untuk film “Happy Death Day 2U” terbilang cukup berani dan berisiko banget. Meski awalnya hadir sebagai film thriller horor, dia berani keluar jalur dengan menabrakan unsur sci-fi dan drama di film ini.

Penonton yang awalnya ‘sotoy’ menebak ceritanya akan sama dengan film pertama, berkali-kali ditipu oleh teori ilmiah yang sengaja diatur sepanjang film. Ibaratnya medan perang, cerita film ini akan kasih banyak jebakan.

Catatan positif tersebut emang gak bakal disukai oleh semua penonton, apalagi yang suka film thriller. Ekspektasi teror pembunuh bertopeng bayi pun gak seintens di film pertamanya. Tapi penulis bisa memakluminya kok, mengingat di sini Tree cuma harus memecahkan teka-teki dan untuk mati pun bisa dilakukan dengan banyak cara tanpa harus repot dikejar-kejar sama pembunuh misterius. Make senses kan?

Kesimpulan

©Blumhouse Production/2019
©Blumhouse Production/2019

Sebagai salah satu sekuel film horor thriller, “Happy Death Day 2U” bisa dikatakan cukup baik. Filmnya berhasil mencampur adukan unsur thriller, horor, sci-fi, dan drama secara bersamaan. Chemistry antara Jessica Rothe dan Israel Broussard cukup lumayan buat bikin penonton baper.

Sebaliknya penggabungan unsur sci-fi dan drama berakibat minimnya adegan thriller yang bikin kamu olahraga jantung. Sejumlah jumpscare-nya malah terkesan klise dan gampang ditebak.

Terlepas dari itu semua, penulis punya dua catatan positif akan film ini. Pertama filmnya mampu menjawab kekurangan di film pertama terkait asal-usul ‘kejadian berulang’ yang dialami Tree. Kedua filmnya memberikan pesan positif buat anak muda bahwa hidup itu adalah pilihan dan apapun risikonya harus siap dihadapi.

Di Indonesia film ini tayang mulai hari ini, Rabu (13/2). Biar makin penasaran simak dulu aja cuplikan trailernya. Happy watching!

Comments

comments