Kamis, 20 Juni 2019

Genmuda – Jelang Pemilihan Umum serentak pada 17 April mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) ngumumin cara buat Kawan Muda yang ingin pindah memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat, tanpa harus repot-repot pulang ke kampung halaman.

Lewat cara ini diharapkan kamu yang lagi ngerantau ke daerah atau negara orang gak perlu lagi harus pulang kampung saat hari pencoblosan atau mungkin memilih golput lantaran mager buat jalan ke TPS. Meski udah pernah dilakuin sampai tanggal 17 Maret kemarin, nyatanya gak banyak masyarakat yang tau akan aturan tersebut. Oleh sebab itu sekarang KPU memperpanjang waktu buat pindah TPS.

Terus gimana sih caranya supaya kita bisa pindah ke TPS di daerah domisi sekarang? Nih, Genmuda.com kasih tau di bawah!

Pastiin kamu terdaftar di DPT

via: Tenor

Kalo diri kamu gak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) kamu tandanya gak dibolehin ikutan pemilu. Selain faktor usia, DPT juga punya dua syarat lainnya, yaitu WNI dan sudah/pernah menikah.

Buat mengecek nama kamu udah terdaftar sebagai pemilih, kamu bisa cek sendiri di situs resmi KPU. Tinggal masukin nama dan nomor induk kependudukan. Udah gitu aja.

“Terus kalo gak terdaftar gimana dong?” 

Kamu bisa datengin ke rumah RT/RW buat membantu mendaftarkan diri kamu sebagai pemilih. Gak usah ngasih uang rokok, kan emang udah jadi kewajiban mereka. Gampang kan?

2. Datang ke KPU kota domisi kamu

via: Giphy

“Mamet kuliah di Surabaya sedangkan dia terdaftar di DPT Kota Jakarta Selatan, bagaimana cara supaya Mamet bisa ikut pemilu di Surabaya?”

Nah, kalo kasus Kawan Muda kayak Si Mamet, kamu cukup datang ke KPU di Kota/Kabupaten tempat kamu tinggal dengan membawa e-KTP asli. Kemudian petugas KPU setempat bakal mencocokan data dan memberikan kamu formulir A5 yang harus kamu isi.

Dengan melakukan cara tersebut otomatis nama kamu yang terdaftar di DPT asal akan terhapus ke DPT sesuai dengan daerah domisili.

3. Fotocopy formulir A5 untuk petugas kelurahan dan petugas TPS

Via: Tumblr

Setelah mengisi formulir A5 dari petugas KPU, jangan lupa untuk fotocopy 2 lembar formulir tersebut untuk petugas desa/kelurahan tempat kamu tinggal dan petugas di TPS. Nantinya petugas desa/kelurahan akan merekomendasikan lokasi TPS terdekat dari tempat tinggal kamu supaya kamu bisa melakukan pencoblosan. Gampang kan?

Penting buat kamu tau nih, pemindahan TPS ini cuma bisa berlaku bagi pemilih dengan kondisi tertentu seperti sedang mengalami perawatan medis luar kota, kuliah, atau bekerja. Kalo kampus atau kantor masih satu provinsi dengan alamat di KTP jelas gak bisa, paling petugas KPU-nya bakal bilang, “Masih muda males banget ke TPS!”. *canda.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.