Senin, 24 Februari 2020

Genmuda – Buat Kawan Muda yang ngerasa diri kamu kreatif, ada sebuah kabar yang engga begitu ngenakin nih yang harus kamu simak. Baru-baru ini, sebuah penjelasan terkait adanya potensi orang-orang kreatif buat jadi psikopat akhirnya udah terungkap.

Menurut para peneliti di De La Salle University di Manila, Filipina, ciri-ciri psikopat kemungkinan merupakan kunci dari kreatifitas. Kesimpulan itu pun akhirnya berhasil mereka peroleh setelah ngadain suatu riset yang ngelibatin sekitar 503 orang peserta.

FYI, para peneliti udah ngamatin para peserta lewat serangkaian tugas pengambilan risiko dan kuesioner. Mereka yakin kalau pengambilan risiko yang impulsif — yang merupakan ciri psikopat — bisa jadi kunci bagi kesuksesan orang-orang kreatif.

Kami berpendapat bahwa rasa malu emosional, dalam bentuk keberanian psikopat, sebenarnya merupakan bagian integral bagi beberapa kepribadian kreatif dan fungsional terkait dengan proses kreatif,” kata para peneliti.

Singkatnya, para peneliti nyimpulin kalau bidang kreatif bakal berpotensi ngebentuk seseorang jadi pribadi yang lebih arogan dan engga jujur. Namun demikian, sifat-sifat semacam itu nantinya masih bakal bervariasi lagi dengan kreativitas itu sendiri.

Menariknya, di dunia kerja ternyata ada banyak psikopat dan mereka merupakan manipulator yang andal loh, Kawan Muda. Bahkan, sekitar 3-4% posisi senior dalam bisnis diyakini ditempati oleh para psikopat, dibandingin sama 1% dari keseluruhan populasi.

Nah, kalau kamu kebetulan justru lagi di posisi orang yang harus berhadapan sama para psikopat di tempat kerja, kamu engga perlu khawatir. Mereka biasanya mahir dalam berurusan sama orang-orang secara pribadi, di mana mereka bakal nunjukin pesona mereka.

Kalau kamu engga mau berurusan lebih lanjut sama para psikopat di tempat kerja, mending kamu coba hindari negosiasi tatap muka alias komunikasi langsung dan beralih ke komunikasi online kayak lewat email. Temuan tersebut diperoleh berdasarkan hasil kesepakatan negosiasi sejumlah relawan dengan relawan lainnya secara online dan offline.

“Hasil riset ini cukup jelas — saat Anda menghilangkan isyarat non-verbal seperti bahasa tubuh, kemampuan untuk menghalau kenarsisan dan psikopat jadi lebih mudah. Kami juga menyimpulkan bahwa kemungkinan besar kualitas yang memungkinkan orang-orang ini untuk sukses mempesona, memanipulasi, mengintimidasi, atau mengeksploitasi orang lain memerlukan penonton langsung secara tatap muka,” tutup Michael Woodworth dari University of British Columbia.

So, gimana, Kawan Muda? Udah tahu ‘kan sekarang kenapa banyak orang kreatif cenderung terlihat ‘aneh’? Udah tahu juga ‘kan gimana caranya berhadapan sama orang-orang yang kayak gitu? Kamu termasuk kubu yang mana nih jadinya? (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer