Senin, 22 Januari 2018
National[IS]me

Gak Mau Dibilang Generasi Micin dalam Politik? Makanya, Lakuin 8 Hal Ini!

via pikiran-rakyat.comAnak-anak SMA ikut Sosisalisasi dan Simulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap Pilkada 2018 di Hotel Papandayan, Jalan Gaoto Subroto, Kota Bandung, 29/8/2017. (Sumber: Pikiran-Rakyat.com)

Genmuda – Kawan Muda udah tau kan kalo tahun 2018 nanti bakal ada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada serentak di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebagai pulau yang paling padat dibanding pulau lainnya tiga provinsi tersebut disebut sebagai lumbung suara.

Inget sama masa-masa Pilkada Jakarta tahun lalu? Harusnya itu jadi pelajaran biar kamu bisa jadi pemilih yang lebih modern dan cerdas sesuai penampilan kamu sebagai kids zaman now. Nah, sekarang Genmuda.com bakal kasih kamu gak dikatain “generasi micin” lagi. Cekidot.

1. Aktif di kegiatan politik

via genmuda.com.
Berpolitik gak mesti lewat demonstrasi kayak anak-anak UI gini, sih. Lewat diskusi juga bisa. (Sumber: Istimewa)

Sebelum masa kampanye 2018 nanti, kamu yang masih muda pastiin buat jadi salah satu agent of change. Sebagai kelompok usia dengan populasi dominan di tiga provinsi tersebut, jangan sampe pasif sama hal-hal yang berbau politik, ya.

Kalo kamu bilang “Anak muda tuh ya nongkrong bukan heboh ngurusin pilkada” that’s wrong. Justru, semakin kamu aktif dan tahu kehidupan politik, semakin kamu terlihat kece. Mulai baca-baca artikel tentang keadaan politik di Negara kita, deh biar makin nambah ilmu.

2. Gali informasi lebih dalam

via tenor.com

 

Nah, yang satu ini gak kalah penting nih. Sebelum baca artikel seputar info Pilkada, pastiin pikiran kamu lagi jernih alias gak terpengaruh sama prasangka dan hal-hal yang belum pasti. Jadi, jangan lupa juga re-check info apapun yang kamu dapet biar gak gampang dibohongi kabar miring.

3. Cerdas berpolitik

via Istimewa
Ilustrasi seminar politik. (Sumber: Istimewa)

Sebagai anak muda yang kece, menjadi cerdas itu penting banget. Smart is the new sexy, yekan. Gak cuma sekedar aktif di ekskul atau cerdas di dalam kelas aja, jadi pemilih yang cerdas itu wajib banget.

Sebelum menentukan pilihan, gak ada salahnya lebih mendalami profil masing-masing kandidat. Diskusi sama dosen, baca buku-buku biografi, atau lirik buku referensi lain adalah cara ampuh supaya lebih kenal tokoh yang bakal mimpin kamu 5 tahun ke depan.

4. Say no to hoax

via complex.com
“Nope” (Sumber: complex.com)

Tau arti hoax, kan? Istilah itu berasal dari kata Hoccus pocus, mantra yang dipakai para pesulap di zaman dulu. Sesuai asal katanya, hoax dipakai buat menyebut sesuatu yang gak punya bukti kebenaran. Jadi, kalo kalian lagi baca berita (terutama nanti pas masanya kamapanye) pintar-pintar pilah-pilih informasi ya, gengs.

5. Tau bedanya “negative campaign” dengan “black campaign”

via imgur.com

Yah, namanya juga pesta demokrasi, cari segala cara buat dapetin suara rakyat bakal dilakuin. Kampanye itu legal asal sesuai dengan data dan fakta. Kampanye buat ngangkat sisi baik sang kandidat yang didukung itu namanya kampanye positif, kalau kampanye buat cari kesalahan kandidat lawan itu namanya kampanye negatif. Dua-duanya legal nih, gengs.

Tapi era modern yang serba canggih kayak sekarang justru dimanfaatin buat melakukan kampanye hitam alias black campaign. Duh, namanya aja udah serem. Kampanye illegal ini dilakuin buat memfitnah lawan politik. Caranya, dengan sebar informasi palsu.

So, jangan sampe, deh jadi pelaku kampanye hitam begini. Selain karena gak kece, black campaign juga bikin kamu jadi sasaran empuk dakwaan pasal pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dan pastinya kebohongan publik. Lebih jelasnya, coba baca Komunikasi Politik tulisan Gun Gun Heryanto.

6. Toleransi 100%

©Genmuda.com/2016 TIM
©Genmuda.com/2016 TIM

Kalo flashback ke masa Pilkada Jakarta lalu, banyak info dimana warga Jakarta saat itu terpecah jadi dua kubu. Keduanya dukung jagoan politik masing-masing secara garis keras. Efeknya, tiap pendukung saling jatuhin pendukung lawan.

Inget, gengs. Tiap orang berhak punya pilihan masing-masing, tapi gak berhak saling jatuhin. No way banget! Jangan cuma karna momen Pilkada yang harusnya berkesan keren, kamu malah jadi musuhan sama temen yang beda pilihan. Toleransi itu wajib, 100%.

7. Gunakan hak pilih

Sumber: Istimewa

Setelah 6 poin di atas kamu praktekin, jangan lupa buat ngejalanin hak kamu, yaitu one vote one choice. Satu suara kamu jadi penentu siapa yang bakalan mimpin provinsi selama 5 tahun ke depan. Jangan sampe kamu jadi salah satu orang yang gak pakai hak suara kamu atau golput ya.

8. Ajak orang-orang di sekitar

Tiap suara itu nentuin nasib selama 5 tahun ke depan. Jadi, ajak keluarga, tetangga, sodara, temen, pacar, mantan, selingkuhan, mereka yang kamu friendzone, dan orang-orang yang kamu kenal untuk ikut pilkada. Yah, itung-itung nostalgia sambil foto jari kelingking bercap tinta gak ada masalahnya, lah. Ckckck.

Nah, itu dia 8 poin yang harus dilakuin ketika masa-masa Pilkada atau Pemilu Presiden mendatang. Demokrasi itu keren dan keren banget, so say no to hoax dan one vote one choice ya, gengs. Salam Demokrasi! #Tsah! (tim)

Comments

comments