Rabu, 14 November 2018

Genmuda – The Grinch kembali lagi ke layar lebar dengan kemasan film animasi. Gak jauh berbeda sama dua versi sebelumnya di tahun 1966 dan 2000, jalan ceritanya masih menceritakan sosok Grinch yang mencuri Natal.

Selain itu Universal Studio dan Illumination Entertainment selaku rumah produksi juga sengaja menampilkan film ini lebih musikal untuk menyambut liburan Natal. Bahkan penyanyi Pharrell Williams juga mereka gandengan dalam penggarapan soundtrack dan pengisi suara film “The Grinch”.

Terus kayak gimana nih filmnya? Langsung aja Kawan Muda simak review Genmuda.com berikut ini. Sikat gengs!

Grinch si tukang ngedumel

©Universal Studios/Illumination Entertainment 2018
©Universal Studios/Illumination Entertainment 2018

Buat kamu yang belum tau, Grinch adalah karakter kartun ciptaan Dr. Seuss, seorang pengarang buku cerita anak-anak asal Amerika Serikat. Tokoh ini diceritakan suka banget ngedumel, pemarah, dan gak suka lihat orang lain bahagia.

Grinch (Benedict Cumberbatch) tinggal di atas gunung jauh dari kota Whoville. Di sana ia tinggal bersama anjing kesayangannya Max. Hari-harinya terbilang monoton dan ngebosenin. Hingga suatu hari ia terpaksa keluar rumah karena persedian makannya habis.

Si tukang gerutu itu lantas pergi bersama dengan Max ke Whoville. Sialnya semua orang di sana sedang sibuk menyiapkan perayaan Natal. Bahkan para penduduk berencana merayakan Natal lebih meriah tiga kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Saat sedang mengusili penduduk, Grinch tiba-tiba bertemu dengan Cindy Lou Who (Cameron Seely), seorang anak kecil yang bermimpi bertemu dengan Santa Clause di malam Natal untuk memberikan hadiah buat ibunya.

Mendengar hal tersebut muncul lah niat jahat dari Grinch. Ia berencana menyamar menjadi Santa Clause untuk mencuri kebahagian di malam Natal dari semua penduduk Whoville. Gak sedikit pula tingkah usil Grinch berubah menjadi kesialan buat dirinya sendiri.

Drama keluarga banget

©Universal Studios/Illumination Entertainment 2018
©Universal Studios/Illumination Entertainment 2018

Jalan cerita film ini emang gak jauh berbeda sama buku maupun dua film sebelumnya. Bedanya 90 menit durasi yang ditawarkan kamu juga bakal diajak melihat dua sisi cerita yang berbeda seputar akibat dan penyebab Grinch sangat membenci hari Natal.

Penonton dibuat tertawa oleh kebodohan yang Grinch lakukan dalam melancarkan niat usilnya. Ada pula aksi imut dari Cindy dan teman-temannya yang bikin semua penonton gemes sekaligus tertawa dibuatnya.

Konflik dan pesan moran dari film ini juga cukup oke, yaitu mengajarkan kepada semua orang bahwa harta gak menjamin kebahagian, sedangkan kebahagian bisa didapatkan dari siapa aja dan kapan aja.

Kesimpulan

©Universal Studios/Illumination Entertainment 2018
©Universal Studios/Illumination Entertainment 2018

Untuk ukuran film keluarga, “The Grinch” emang punya penceritaan yang cukup membosankan di 15 menit pertama. Beruntung naskah bikinan Michael LeSieur, masih menyelipkan tingkah konyol dari humor-humor khas film animasi Illumination dengan selipan lagu-lagu pop atau tingkah licik tapi bodoh kayak Gru di “Despicable Me”.

Singkatnya sih, kalo kamu pengen nonton film animasi dengan tema cerita keluarga, persahabatan, dan liburan Natal kayaknya “The Grinch” layak masuk wishlist nonton kamu bulan ini. Di Indonesia filmnya baru mulai tayang pada hari Kamis (8/11).

FYI, sebelum memulai filmnya kamu juga bakal disajikan sama film pendek Minions yang cukup kocak loh. Jadi jangan telat masuk bioskopnya, ya. Happy watching!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.