Senin, 22 April 2019

Genmuda – Film terbaru dari M. Night Shayamalan, “Glass” akan mulai tayang 16 Januari 2019 di Indonesia. Berlanjut dari dua film sebelumnya, “Unbreakable” (2000) dan “Split” (2016), film ini akan kembali menampilkan tiga tokoh utama yang sama-sama mempercayai punya kekuatan super dalam diri mereka.

Tanpa perlu kebanyakan intro, langsung aja kamu baca review lengkap di bawah ini sebelum memutuskan untuk pergi ke bioskop. Cekidot, gengs!

Pencarian para ‘manusia super’

©Universal Pictures
©Universal Pictures

Setelah ending dari film “Split” diketahui bahwa David Dunn (Bruce Willis), satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan kereta di film “Unbreakable” sekarang menjadi tokoh anti-hero dengan julukan The Overseer, sosok yang melindungi warga Philadelphia. Selama ngejalanin aksi heroik Dunn dibantu oleh putranya, Joseph (Spencer Treat Clark) yang telah beranjak dewasa.

Aksi main hakim The Overseer menjadi viral dan ramai di media sosial. Ada yang mendukung, ada juga yang menolak dan beranggapan bahwa jagoan tersebut sama halnya dengan kriminal. Dunn pun menjadi buruan pihak kepolisian.

Di sisi lain, Kevin Wendell Crumb (James McAvoy), yang punya 24 kepribadian, masih berkeliaran dan telah menculik empat orang remaja sebagai makanan untuk The Beast. Pihak kepolisian dibuat kesulitan karena rekam jejak Kevin begitu licin dan sulit ditemuin. Inilah yang lantas bikin Dunn tertarik untuk menyelidikinya.

Gak lama setelah itu Kevin dan Dunn saling bertarung sampai keduanya berhasil dilumpuhkan oleh pihak kepolisian berkat bantuan Dokter Ellie Staple (Sarah Paulson), seorang psikater yang menangangi kasus-kasus delusi ekstrim. Keduanya kemudian ditahan dalam rumah sakit jiwa Raven Hill dan dipertemukan dengan Elijah Price alias Mr. Glass (Samuel L. Jackson), pelaku kecelakaan kereta sekaligus musuh utama Dunn di film “Unbreakable”.

Nah, dari situ deh Kawan Muda bakal dikasih sama runtutan cerita masa lalu Dunn, Kevin, dan Glass yang saling berkaitan. Film ini pun berusaha menjawab apakah manusia super itu beneran ada atau cuma sekedar imajinasi ketiga tokoh tersebut?

Akting McAvoy yang JEMPOLAN!

©Universal Pictures
©Universal Pictures

Kalo penulis boleh ngasih peringkat akting terbaik dari ketiga aktor utama dalam film ini, maka nama James McAvoy layak berada di posisi utama. Berperan sebagai orang dengan 24 kepribadian aktingnya boleh dibilang makin keren daripada film sebelumnya. Pemeran Professor X di film “X-Men” ini pun terlihat bisa nguras emosi penonton yang awalnya sebel, ngakak, hingga bisa menjadi simpati.

Samuel L. Jackson masih bisa bikin penonton kagum sama mind tricknya. Ibarat musuh superhero, dia berhasil jadi Joker di film ini. Sedangkan buat Bruce Willis, penulis cuma bisa bilang kalo akting om satu ini masih datar kayak filmnya yang udah-udah. Gak spesial, tapi emang udah monoton dan mentok gitu aja.

Kesimpulan

©Universal Pictures
©Universal Pictures

Walau terkesan bertele-tele dalam narasi setiap tokoh, beruntung Shayamalan punya runtutan cerita yang rapih dan nawarin plot twist yang unpredictable. So far kalo kamu suka nonton genre thriller pasti akan terhibur sama film ini.

Penulis sih menganjurkan kamu supaya nonton dua film sebelumnya supaya konflik setiap tokoh di film “Glass” bisa lebih ‘ngena’. Kalo gak mau nonton pun sebenernya gak masalah, cuma mungkin kamu bakal kayak orang rabun yang perlu ‘nebak-nebak’ krisis tokohnya seperti apa.

Overall, Glass bisa dibilang cukup menghibur dengan sajian jalan cerita yang begitu rapih dan runtun. Meski gak seepik film “Split”, tapi sekuel ketiga ini layak kamu tonton untuk menjawab rasa penasaran akan manusia super dari sudut pandang lain dan dapat diterima dengan akal sehat.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.