Senin, 20 Mei 2019

Genmuda – “Entah kau tewas sebagai pahlawan, atau hidup cukup lama hingga akhirnya berubah jadi penjahatnya.” Pepatah yang diucapkan Harvey Dent di film “The Dark Knight” (2008) itu teringat lagi ketika nonton “Fast & Furious 8.” Dominic Toretto/Dom (Vin Diesel) membelot dari kru yang biasa jadi keluarganya.

OHMYGOD! Ada apa denganmu, DOM! Apakah ada yang lebih penting dari keluarga sendiri? Meski sakit hati dikhianati, para kru tetep berusaha menghentikan eks-otak kru Fast & Furious yang sekarang membelot dan melakukan terorisme di New York City, bahkan sampai menginvasi batas negara lain.

Selain menghadapi sahabatnya sendiri, kru yang awalnya cuma para pembalap liar dan polisi ini perlu melawan Cipher (Charlize Theron), kriminal dengan level tertinggi di antara semua yang pernah dihadapi. Cewek hacker itu disiratkan sebagai dedengkot kasus-kasus lama yang pernah ditangani anak-anak tongkrongannya Dom itu.

Jadi, kenapa Dom berkhianat?

via Istimewa
Adegan balapan jalanan di Kuba. (Sumber: Istimewa)

Semua bermula ketika Dom dan Letty (Michelle Rodriguez) lagi asik bulan madu di Havanna, Kuba. Karena keduanya adalah anak mobil banget, ya jelas mereka nongkrong sama anak-anak mobil setempat dan dapet temen baru di surganya balapan liar jarak jauh itu.

Filmnya masih santai meski adegan balapan si Dom keliatan bukan main bahayanya. Sampai suatu ketika jagoan plontos itu ketemu cewek yang mobilnya mogok. Dialah Cipher yang udah memantau Dom sejak lama banget, mungkin sejak pertama kali Dom terlibat kerja bareng Hobbs (Dwayne “The Rock” Johnson) si agen rahasia.

Abis Dom ngeliat sebuah video yang dipertontonkan Cipher, doi mendadak berubah dan memutuskan untuk membelot. Video apa yang ditonton sehingga orang paling setia kawan dalam “Fast & Furious Universe” itu tega mengkhianati sahabatnya sendiri? Jawabannya bisa kamu dapet dengan nonton filmnya langsung.

Banyak yang ditawarkan di film

via Istimewa
Anak-anak geng Fast & Furious. (Sumber: Istimewa)

Sekarang, mari kita ulas filmnya. Secara keseluruhan, film yang rilis dengan judul “Fate of The Furious” di beberapa negara ini menawarkan banyak hal menarik, di antaranya adalah adegan laga, balap mobil, pamer teknologi, nostalgia artis-artis besar, sebuah plot-twist menarik, jokes receh, dan pesan moral kalo pertemanan itu penting.

Semua itu didesak-desakkan secara merata ke dalam 136 menit. Meski lebih lama dari film layar lebar standar, engga ada scene yang bikin emosi atau gairah penonton klimaks seperti yang diharapkan.

Kecuali, saat Deckard Shaw (Jason Statham) bertarung satu lawan banyak di dalam pesawat yang mengudara. Jason Statham ngeluarin semua teknik berantem yang pernah doi lakukan di trilogi “Transporter” (2002-2015). Adegan menangkis, menembak, berguling, dan berkelit doi terlihat luwes tapi bertenaga.

Adegan kejar-kejaran mobil juga masih bisa dinikmati (asalkan engga pakai logika dan pemahaman Ilmu Fisika). Jokes recehnya mengundang tawa terbahak-bahak (asalkan udah nonton “Fast & Furious” sebelumnya karena jokes-nya ngebahas adegan di film lalu). Dan, plot twistnya masih bisa bikin otak berpikir (tapi sayang munculnya baru di akhir-akhir).

Lawakannya oke

via Istimewa
Ini Little Nobody (Scott Eastwood) yang sering dicengin. (Sumber: Istimewa)

Bercandaan di film ini dibumbui dengan teknik “membahas dunia nyata,” seperti di film “The Expendables” (2010). Misalnya, saat Deckard dan Hobbs bertukar ceng-cengan. Deckard ngatain Hobbs sebagai Hercules. Sebagaimana yang Kawan Muda tau, “Hercules” adalah film yang dimainin Dwayne Johnson tahun 2014.

Lalu, ceng-cengan antara Roman (Tyrese Gibson), Tej Parker (Ludacris), dan “Little Nobody” (Scott Eastwood) juga bisa mengundang tawa. Terkadang, Ramsey (Nathalie Emmanuel) yang biasa digoadin Roman dan Parker juga nimpalin ceng-cengan hingga suasana film terasa santai.

Referensi dari “Metal Gear Solid”

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Musuh besar di “Fast & Furious 8,” yaitu Cipher muncul di franchise lain, lebih tepatnya di game-game “Metal Gear Solid.” Dalam master piece karya Hideo Kojima itu, Cipher diceritain sebagai organisasi rahasia yang mengontrol teknologi terbaru, beranggotakan orang paling cerdas, dan punya kekuatan militer paling canggih.

Dalam dialog, karakter-karakter di “Fast & Furious” juga mengira Cipher sebagai sebuah “kelompok hacker” terkuat. Padahal, Cipher di film adalah sebutan untuk seorang cewek jago teknik komputer yang menggunakan ilmunya untuk mengontrol negara-negara adidaya.

Akting Charlize Theron ntaps!

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Akting Charlize Theron keren banget di film ini. Which is very good karena menambah aura kejam dan psikopat doi sebagai penjahat kelas kakap. Kamu bakal melihat berbagai macam ekspresi resting bitchface dan sadisticface doi dengan baik. Puncak aktingnya muncul di adegan-adegan akhir film, saat doi ngeluarin ketawa mak lampir ala ratu jahat di serial “The Huntsman” yang pengen ngebunuh semua orang.

Tapi, filmnya (masih) engga kelar-kelar

Pendapat pribadi penulis, seharusnya franchise ini kelar dengan haru saat “Fast & Furious 7.” Ketika dibuat sekuelnya hingga kedelapan dan ada kemungkinan sampai sembilan dan sepuluh, kesannya film ini kayak dipanjang-panjangin dengan alur yang dipaksain.

Banyak bagusnya tapi ada juga jeleknya, namun “Fate of The Furious” tetep bikin penonton dalam negeri bergairah. Atas pertimbangan masak-masak seperti lagi bikin telur omellette Prancis biar engga berubah jadi telur dadar nasi uduk, film ini lebih menghibur kok dibandingakan seri sebelumnya. Kalo masih kepo tonton aja filmnya. Ciao!

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.