Jum'at, 21 Februari 2020

Genmuda –  Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukanlah sosok minoritas yang pertama kali jadi Gubernur DKI Jakarta. Ada seorang pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara bernama Henk Ngantung yang udah pernah menduduki kursi DKI 1.

Buat Kawan Muda yang belum tau, beliau itu menjabat pada tahun 1964-1965 menggantikan posisi Soemarno Sosroatmodjo. Di Jakarta beliau dikenal sebagai sosok yang ramah dan merakyat. Pengamat pun bilang kalo doi dicintai karena sosoknya yang ramah pada semua orang.

Kini, jasa beliau di Jakarta seolah-olah terlupakan jaman. Oleh karena itu, Genmuda.com mencoba menggali lagi fakta sejarah seputar tokoh bernama asli Hendrik Hermanus Joel Ngantung seperti di bawah ini:

1. Berawal dari pelukis

ragamseni.com
“Kepasar” salah satu lukisan karya Henk Ngantung. (Sumber: ragamseni.com)

Sebelum jadi pejabat, pria kelahiran 1 Maret 1921 itu merupakan seorang pelukis. Doi telah aktif sejak jaman kependudukan Jepang. Lukisannya, ‘Digiring Ke Kandang’ pun raih penghargaan lukisan terbaik menurut Lembaga Kebudayaan Keimin Bunka Shidosho, 1942.

2. Turut menjadi desainer handal

Sosok berzodiak pisces ini dikenal juga sebagai ahli desain grafis dan arsitektur. Presiden Soekarno bahkan percayakan beliau bikin sketsa Tugu Selamat Datang yang sekarang berdiri di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Istrinya, Evie Ngantung juga ceritakan kalo logo Jaya Raya dan logo Kostrad TNI AD merupakan karya Henk Ngantung. Kepada Merdeka.com, 2012 sang istri juga menyesalkan kurangnya apresiasi publik pada karya-karya suaminya.

3. Bergaul sama calon-calon orang besar

via koranbabel.com
Sobron Aidit tua. (Sumber: koranbabel.com)

Pelukis jago itu kemudian dipercaya Presiden Soekarno buat ngurus Lembaga Persahabatan Indonesia-Tiongkok, 1955-1958. Di situ, beliau bertemu dengan Sobron Aidit yang pada 1963 diundang Tiongkok buat jadi Guru Besar Sastra dan Bahasa Indonesia di Institut Bahasa Asing Beijing.

4. Jadi Wakil Gubernur DKI dulu

Sama seperti karirnya Pak Ahok, sebelum jadi Gubernur DKI, Henk Ngantung diangkat terlebih dulu jadi Wakil Gubernur di bawah Soemarno Sosroatmodjo, 1960-1964. Ketika itulah sketsa Tugu Selamat Datang baru dibangun.

5. Karena minoritas, awalnya juga diprotes

Karena dianggap sebagai kaum minoritas, saat itu pun ada sejumlah kalangan yang protes soal diangkatnya Henk Ngantung jadi DKI 2. Meski begitu, respon negatif tersebut lama-lama berubah menjadi positif.

6. Jadi gubernur baik, terus dicintai rakyatnya

via panduanwisata.id
Tugu Selamat Datang. (Sumber: panduanwisata.id)

Perubahan respon warga DKI itu terjadi setelah Henk Ngantung diangkat jadi gubernur. Sejarawan Jakarta, Alwi Shahab bilang ke Republika.co.id pada bulan September lalu bahwa Ngantung engga pernah berpolitik. Gubernur tersebut selalu bekerja demi rakyat semasa jabatannya. (Sekarang siapa sih orang yang engga suka pejabat kayak gitu?)

7. Berakhir miris

Meski begitu, posisi Henk Ngantung hanya bertahan satu tahun karena mengalami glaukoma yang menyerang mata. Penyakit itu bikin mata kanannya buta dan mata kirinya hanya berfungsi 30 persen. Mirisnya lagi, doi perlu menjual rumah dan tinggal di perkampungan untuk menyambung hidup setelah engga menjabat.

Henk Ngantung telah wafat sejak 1991 dan istrinya menyusul pada 3 September 2014. Dari fakta tersebut paling engga, Kawan Muda bisa tau kalo patung megah yang ada di jantung kota Jakarta itu berawal dari sketsa beliau. Jangan dilupain ya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.