Sabtu, 19 Januari 2019

Genmuda – Setelah beberapa bulan lalu mengangkat tema “Karya Kita Kartini”, Kamis (23/8), Fabelio.com kembali bikin projek kolaborasi seru dalam perayaan Hut Kemerdekaan Indonesia ke-73 bareng brand fashion lokal, Negarawan. Kolaborasi ini bertajuk “Nasional/is/me” (sama kayak kanal di Genmuda.com).

Sesuai temanya, Fabelio menyulap 17 furniture andalan mereka dalam 8 motif batik yang dipilih oleh desainer dari Negarawan. Menurut Chief marketing officer Fabelio.com, Aditya Jamaludin, alasan utama batik yang dipilih gak lepas dari perannya sebagai kekayaan lokal yang harus dilestarikan.

“Fabelio.com dan Negarawan sama-sama Startup lokal di bidang kreatif. Ada visi dan misi yang sama untuk melestarikan kearifan lokal.” kata Aditya.

Filosofi jumlah furniture dan motif batiknya juga gak lepas dari tanggal 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Bahkan setiap motif batiknya punya filosofi tersendiri mulai dari Glagah Kurung melambangkan “Pengendalian Diri”, Parang Curigo melambangkan “Perlawanan Sifat Buruk”, Lereng Cuwiri melambangkan “Puncak Kemuliaan”, Lung Asih melambangkan “Toleransi dan Saling Mengasihi”, Lereng Prana Jiwa melambangkan “Ketajaman Rasa”, Kayonan melambangkan “Kesimbangan”, Ceplok Arjuna melambangkan “Sifat-sifat kepemimpinan”, dan Cendrawasih melambangkan “Eksotisme”.

©Genmuda.com/2018 Liki
©Genmuda.com/2018 Liki

Berdasarkan cerita desainer dari Negarawan, Danang Priyanto, ke Genmuda.com proyek ini cukup menantang baginya karena dia belum pernah mengaplikasikan motif batik ke dalam furniture. Buat proses kreatifnya Danang perlu menghabiskan waktu hampir dua minggu.

“Kalo untuk riset motifnya semingguan ada sekitar 30 motif, setelah itu kurasinya sekitar satu minggu lagi dan terpilih menjadi 8 motif. Tantangan terberatnya itu kan batik biasanya di katun, nah kalo ini di bahan sofa. Jadi proses cetaknya yang biasanya cuma sekali, kalo di bahan (sofa) ini bisa sampe enam kali.” kata cowok alumni ISI Jogja tersebut.

Sama halnya dengan Danang, Co-Founder Negarawan, Angga Ajiputra nambahin bahwa pemilihan 8 motif batik tersebut sekaligus menggambarkan kondisi Indonesia saat ini.

“Orang-orang, terutama anak muda cendrung pilih batik karena motifnya mereka suka, padahal ada nilai-nilai lain yang perlu mereka tau. Dan inilah yang sesuai sama misi kami untuk perkembangan industri kreatif Indonesia.” ungkap Aji.

Dirilis dalam jumlah terbatas

©Genmuda.com/2018 Liki
©Genmuda.com/2018 Liki

Produk furniture bertemakan “National/is/me” terdiri dari bantal, sofa, lemari kabinet, credenza, bean bag, dan masih banyak lagi. Semua koleksinya bisa Kawan Muda liat di Pop Up Store Pondok Indah Mall 2 Lt.2 Atrium Selatan, mulai 20-26 Agustus 2018 dan dijual secara terbatas.

Koleksi kece ini dibanderol dengan kisaran Rp 200 ribu – Rp 10 juta. Mahal? Kan desain dan produksinya emang cuma dibuat satu, gengs jadi cukup worth it kok.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.