Jum'at, 20 Juli 2018

Genmuda – Oppa ganteng dan pengertian asli Korea bukan eksklusif milik cewek-cewek di drama Korea doang. April ini, kamu yang jalan ke Korea Selatan juga bisa rasain enaknya dimanjain oppa kayak di drakor. Mau?

Kamu bisa memperolehnya lewat situs ohmyoppa.com. Dari situs itulah kamu bisa bertemu sama cowok “ideal” seperti yang biasa kamu lihat di dalam drakor.

Berawal dari becandaan

via inquirer.net
(Sumber: inquirer.net)

“Awalnya situs itu hanya joke karena banyak turis asing datang dan berharap cowok Korea Selatan seperti di drama. Tapi, engga semua cowok yang mereka temui di jalan tuh tinggi, ganteng, dan baik, seperti oppa di TV,” kata Lee John Woo, CEO Winwincook.

Atas adanya keinginan turis cewek untuk bertemu oppa milik sendiri, John Woo pun merilis Oh My Oppa. Demo jasanya berlangsung sejak Maret dan launch April 2018.

Cowok hasil dempulan

via inquirer.net
(Sumber: inquirer.net)

Karena yang diinginkan adalah oppa kayak di drama, maka yang disediakan pun cowok-cowok hasil dempulan. Semua cowoknya punya penampilan fisik ala bintang drama. Mukanya ganteng (mungkin hasil oplas), tinggi, dan badannya engga buncit.

Jago ngomong Korea

Para oppa di Oh My Oppa juga punya sejumlah kemampuan komunikasi. Doi paham caranya motongin steak buat para penyewa, memotret foto yang flattering, serta mengomentari pembicaraan penyewa sekalian flirting-flirting dikit.

Tapi, gak jago Bahasa Inggris

via worldofbuzz.com
(Sumber: worldofbuzz.com)

Namun demikian, kemampuan Bahasa Inggris mereka engga jago-jago amat. Siaran pers Oh My Oppa bilang, cowok itu hanyalah local bro dengan pelatihan minimal.

Mereka bukan pacar sewaan

via worldofbuzz.com
(Sumber: worldofbuzz.com)

Lain dari Love Inc. di film “Love for Sale” (2018) yang menyediakan pacar sewaan, cowok-cowok sewaan di Oh My Oppa sejatinya hanyalah tour guide. Inget ya, girls, tour guide. Jadi, kamu jangan terlalu baper saat tau oppa kamu jalan sama cewek lain seminggu setelah jalan sama kamu.

Paling mentok, jadi teman jalan

via worldofbuzz.com
(Sumber: worldofbuzz.com)

Para oppa yang bersedia bisa kok diajak “kencan” apabila mereka bersedia. Misalnya, jalan ke pet cafe atau lakuin kegiatan lain yang bakalan merogoh kocek. Berdasarkan peraturan Oh My Oppa, biaya kencan itu harus dibayar masing-masing.

Ada 7 Oppa

via ohmyoppa.com
(Sumber: ohmyoppa.com)

Hingga 9 April 2018, Oh My Oppa udah menyediakan 7 oppa yang berasal dari koneksi Lee John Woo. Ryan Oppa, salah satu cowok sewaan Oh My Oppa adalah teman kecil pembuat websitenya, loh.

Masing-masing ngajak jalan ke area tertentu

Arami Oppa bakalan ajak kamu ke Trick Eye Museum dan Hongik University. Ada lagi Sean Oppa yang jago merupakan model fashion sekaligus penyuka cafe rakun.

Hue Oppa suka nilai tradisional Desa Bookchon dan Kuil Gilsangsa. William Oppa suka makan, jadi doi bakalan ajak kamu ke Pasar Gwangjang. Jake Oppa tuh anak Gangnam, jadi doi bakalan ajak kamu jalan ke area itu.

Lain lagi dengan Sam Oppa. Cowok metropolitan itu bakalan ajak kamu ke gedung-gedung pencakar langit sambil cerita soal cowok-cowok yang melamar ceweknya di area romantis itu. Nah, kalo Ryan Oppa tuh ahlinya sejarah dan arsitektur tradisional Gyeongbokgung dan Insadong.

Dilarang mabuk

via straitstimes.com.sg
(Sumber: straitstimes.com.sg)

Secara umum, para oppa punya satu tugas. Yaitu, jadi ksatria bagi cewek atau jadi bro bagi cowok yang menyewanya. Dua hal yang gak boleh para oppa itu lakuin adalah mabuk atau jalan malem sama penyewanya.

Pendaftaran tiap Rabu

via straitstimes.com
(Sumber: straitstimes.com)

Meski kamu bisa menyewa oppa secara online, pendaftarannya dibuka tiap Rabu siang waktu setempat. Terus, disarankan membooking untuk kebutuhan bulan berikutnya. Tertarik?

FYI, Oh My Oppa bukan jasa sewa cowok pertama di dunia, gaes. Di Tiongkok, ada Hire Me Plz, aplikasi sewa cowok untuk diajak kencan ke acara keluarga. Di AS, ada Heartbreak Manservant, aplikasi penyedia cowok friendzone yang rela dengerin curhatan, menyajikan es krim, dan mengepangin rambut cewek. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.