Kamis, 2 April 2020
Hiburan

Cerita Mondo Gascaro yang Akhirnya Merilis Album Fisik ‘Rajakelana’

©Genmuda/2017 FannyMondo Gascaro saat Konfrensi Pers Album "Rajakelana" Sabtu (21/1) di Institute Francais Indonesia, Jakarta ©Genmuda/2017 Fanny

Genmuda – Setelah memutuskan keluar dari band Sore pada 25 April 2012, perlu waktu kurang lebih dua tahun, sejak Agustus 2014, buat Ramondo Gascaro membangkitkan keinginannya merilis album solo pertamanya dengan judul album “Rajakelana.” Meski album ini udah dilempar ke publik pada 25 November 2016, namun Mondo baru merilisnya secara fisik pada Sabtu (21/1) di Auditorium Institute Français Indonesia, Jakarta.

FYI, album “Rajakelana” sebelumnya udah keluar dengan versi digital dan ngedapetin urutan ke-2 dalam Best Album 2016 versi majalah Rolling Stone. Dalam pengerjaannya, Produser Payung Teduh ini turut ngelibatin banyak musisi serta bekerjasama dengan dua label yaitu Ivy League Music dan lebel musik dari Jepang, Dessinee.

Selain ngadain showcase pada Sabtu malam, Mondo juga nyeritain sejumlah cerita menarik di balik perilisan album fisiknya itu kepada awak media. Pastinya Kawan Muda engga bakalan nyesel deh beli album fisiknya, cekidot!

Kenapa “Rajakelana”?

Produser Ivy League Music
Mondo Gascaro bersama Produser Ivy League Music saat Press Konfrense Sabtu (21/1) di Institute Francais Indonesia, Jakarta @Genmuda.com/Fanny 2017

Coba deh kamu inget-inget lagi lirik lagu “Rayuan Pulau Kelapa” ciptaan Ismail Marzuki, di situ ada kata ‘Raja Kelana’ kan. Dari situlah Mondo punya ide untuk judul album barunya. Doi pun juga bilang kalo ada tiga kata yang ngewakilin jiwa album solonya ini, yaitu angin, bayangan, dan cahaya.

Selain ketiga kata itu, album bernuansa tropical summer ini emang terinspirasi dari cerita perjalanan Mondo bersama keluarga kecilnya dan kesukaan doi akan Brasil. Hasilnya, para kamu seolah diajak jalan-jalan sama Mondo saat dengerin album ini. Bahkan cowok berdarah Jepang ini juga kasih sentuhan alat musik petik tradisional Okinawa Sanshin.

“Single pertama udah keluar sejak Mei, kayaknya terlalu lama kalo nungguin sampe hari ini. Selain itu fungsinya emang beda kok. Bikin album untuk didengarkan, jadi engga perlu ditahan-tahan. Kalo fisik punya experience yang berbeda buat album ini.” terang Mondo kepada Genmuda.com saat ditanya mengapa merilis dalam bentuk fisik.

Jajaran musisi yang terlibat

©Genmuda/2017 Fanny
Mondo Gascaro dan Aprilia Apsari (Sari) dalam showcase album “Rajakelana” di Institute Francais Indonesia, Jakarta Sabtu (21/1) ©Genmuda/2017 Fanny

Kawan Muda bisa dengerin suaranya Aprilia Apsari alias Sari White Shoes & the Couples Company lewat judul “Lamun Ombak.” Selain itu masih ada musisi lainnya seperti, Dimas A. Pradipta, Petrus Bayu Prabowo, Lafa Pratomo, Belanegara Abimanyu, dan Alexandra Deni yang merupakan mantan vokalis The Monophones yang hadir dalam lagu “Into The Clouds, Out of The Ocean.”

Mondo pun mengakui bahwa proses bikin album “Rajakelana” jadi sebuah pengalaman yang istimewa. Dirinya merasa sangat senang bisa ketemu Lafa yang sama-sama suka musik Brazil.

“Setiap musisi yang berkolaborasi ikut memperkaya musik ini, ngebuat mereka gak tergantikan, dan menjadi suprise di album ini,” ungkap Mondo ke Genmuda.com.

Cerita lucu dalam proses pengerjaan album

©Genmuda/2017 Fanny
Petrus Bayu Prabowo Saat Konfrensi Pers Album “Rajakelana” Sabtu (21/1) di Institute Francais Indonesia, Jakarta ©Genmuda/2017 Fanny

FYI, lagu “Lamun Ombak” yang dinyanyiin sama Sari White Shoes ternyata punya cerita lucu gaes. Jadi sebenernya, Mondo dapet inspirasinya saat mudik ke kampung halaman istrinya di Padang. Saat itu doi main ke Pantai Padang dan nemuin tempat makan dengan nama ‘Lamun Ombak,’ jadi bisa dibilang judulnya juga terinspirasi oleh rumah makan Padang.

Supaya engga kalah catchy dan cantik sama judulnya, doi sengaja engga mau nyanyi sendirian. Akhirnya Sari, –yang saat itu baru diceritain soal lagunya, diajak duet oleh Mondo dan langsung bilang “Yes.”

Satu lagi cerita yang engga kalah seru adalah keterlibatan Bayu Prabowo. Pemain bass ini juga nyeritain bahwa dirinya sempat rela pergi ke Jakarta dari Yogyakarta karena Mondo. Jadi saat itu doi tiba-tiba ditelpon buat ikut latihan dan manggung esok harinya. Sedangkan semua tiket udah abis, terpaksa Bayu bela-belain pake motor ke Jakarta. Tapi doi engga ngeluh dan mengaku seneng bisa berkontribusi di album “Rajakelana.”

Nah, kalo udah baca fakta di atas tentunya Kawan Muda udah tau dong kenapa harus punya album fisik “Rajakelana”? Seperti yang Mondo bilang tadi, fungsinya fisik jelas punya pengalaman yang berbeda. Penasaran sama salah satu lagunya? Dengerin aja di bawah sini!

 (sds)

Comments

comments

Al Fanny Panestika
Wannables, penyuka ice cream dan colak colek Nutela