Sabtu, 22 September 2018

Genmuda – Kalo ada niat pasti ada jalan.” Permen karet bekas aja bisa jadi salah satu bahan baku pembuat sepatu keren. Manfaatnya terasa bukan ke pecinta sneakers, tapi juga ke seluruh kota.

Itu efek yang muncul dari kerjasama epik Gumdrop, Explicit Wear, dan organisasi I AmSterdam. Gumdrop ditugasin ngumpulin permen karet bekas dan Explicit Wear harus bikin desain sneakers, dari situlah tercipta sepatu Gumshoe yang kece sekaligus ramah lingkungan.

Dimana letak permen karet bekasnya? Jawabannya ada di bagian sol sepatu. Menurut spesifikasi, satu sol dibuat dengan bahan 20% permen karet bekas. Secara teknis, 1 kg permen karet bekas bisa menghasilkan 4 pasang sepatu.

Siapa itu Gumdrop?

via mentalfloss.com
Itu tempat sampah Gumdrop, khusus permen karet. (Sumber: mentalfloss.com)

Gumdrop tuh sebuah startup bidang lingkungan yang menyediakan tempat sampah khusus permen karet di daerah tertentu. Maret lalu, tempat sampahnya tersebar di tempat strategis pada kota-kota di Inggris lewat pendanaan pemerintah kota masing-masing.

Gumpalan permen karet bekas itu kemudian didaur ulang sehingga menjadi banyak produk. Sebelum berkolaborasi dengan Explicit Wear, produk yang telah tercipta dari permen karet bekas itu ada pik gitar, sisir, mug layak pakai, alat tulis, hingga sepatu bot karet wellington.

Secara teknis, permen karet tuh terbuat dari karet sintetis yang merupakan salah satu material kuat serba guna. Itu sebabnya Gumdrop berani bikin banyak banget produk dari bahan permen karet bekas.

Siapa sih Explicit Wear?

via gigazine.net
Tersedia dua warna. (Sumber: gigazine.net)

Ya susah, sih kalo Kawan Muda gak tau brand ini. Berasal dari Belanda, Explicit Wear adalah produsen brand street fashion dengan spesialisasi fashion cowok. Jenis itemnya kayak yang ada di distro tapi lebih indie dan edgy.

Nah, brand itu yang mendesain sepatu berbahan permen karet bekas hingga tercipta dua warna Gumshoe, yaitu pink dan hitam. Berdasarkan spesifikasinya, permen karet bekas itu jadi bahan utama bikin sol.

Siapa sih I AmSterdam?

via thisisnotadvertising.wordpress.com
(Sumber: thisisnotadvertising.wordpress.com)

Sesuai namanya, I AmSterdam tuh wajah dari Pemerintah Kota Amsterdam, Belanda. Di Tangerang Selatan, organisasi itu mirip kayak Tangsel Creative Foundation. Di Jakarta, mungkin kayak Jakarta Smart City kali, ya.

Nah, Pemkot Amsterdam selalu menghabiskan bujet besar untuk bersihin tempelan permen karet bekas dari fasilitas umum macam jalan raya, tiang telepon, atau bangku taman. Biayanya bisa sampai 8 ribu dolar AS.

Polusi permen karet bekas di Amsterdam juga terbilang parah. Dalam satu tahun ada sekitar 3,3 juta pon (sekitar 1,7 juta kg) sampah permen karet yang berserakan di mana-mana.

Apa untungnya buat pemburu sneaker?

via adsoftheworld.com
(Sumber: adsoftheworld.com)

Bray! Masa iya lo masih nanya apa untungnya buat pecinta sneakers? Tentu aja untung karena lo bisa peroleh salah satu sneakers unik yang cuma bisa diproduksi kalo manusia masih pada mengonsumsi permen karet.

Udah gitu, sneakersnya bisa jadi kebanggaan bahwa secara gak langsung lo ikut serta dalam gerakan reduce – reuse – recycle yang kini mulai hilang gaungnya.

Oleh Explicit Wear, sepatu itu dijual seharga 199,95 euro (sekitar Rp 3,3 juta). Tapi, lagi diskon sehingga harganya turun jadi 49,95 euro (sekitar Rp 836 ribu). Tertarik? Beli sendiri! Hari gini banyak jastip di Instagram. He-he. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.