Kamis, 25 April 2019

Genmuda – Kelelahan di perjalanan, terancam lepas dari internet, dan tinggal di tempat asing untuk beberapa waktu jadi alasan sejumlah anak muda males ikut mudik. Padahal, ada bukti fakta ilmiah yang menyatakan kalo mudik tuh lebih besar manfaatnya daripada mudaratnya. Serius loh!

Penelitian ini sama sekali engga dibuat agar jadi modus supaya orang tua bisa maksa anak-anaknya ikut mudik dengan gembira. Tanpa basa-basi lagi, berikut ini adalah manfaat mudik buat diri sendiri dan lingkungan sekitar yang mungkin belum kamu tau.

1. Bikin bahagia

Meski perjalanan yang ditempuh ketika mudik tuh cukup menguras energi, mudik justru bikin kamu lebih bahagia. Terutama, kalo kamu mudik ke kampung halaman yang ada di desa atau daerah lain yang jauh dari kehidupan metropolitan.

Penelitian Adam Okulicz-Kozaryn yang diterbitin Jurnal Ilmiah Urban Studies 2005 menyimpulkan, tinggal di daerah suburban atau di rural (kalo istilah Bahasa Indonesianya adalah pinggir kota dan desa) jauh lebih bikin orang bahagia daripada tinggal di tengah kota (urban).

Bisa merasakan biaya hidup lebih murah, bebas kebisingan, dan punya ruang gerak lebih banyak jadi faktor yang ningkatin kebahagiaan seseorang tersebut. Dapat diargumentasikan kalo efek mudik sama dengan piknik.

2. Memperpanjang umur

Karena lebih bahagia dan terhindar dari stres, mudik pun bikin orang bisa hidup relatif lebih lama. Pasalnya, situs Web MD mencatat kalo 75% – 90% keluhan pasien yang berkunjung ke dokter terjadi akibat stres.

Sementara itu, dokter keluarga di San Francisco, AS George Krucik sepakat kalo stres bisa memicu sejumlah penyakit berbahaya seperti, diabetes tipe 2, menurunnya imunitas, mag akut, asma, sakit kepala, insomnia, bahkan hingga sakit jantung.

3. Aktualisasi diri

Menyadari kalo diri sudah cukup berhasil jelas jadi momen membahagiakan dalam hidup. Mudik merupakan salah satu cara buat dapetin momen itu. Ketika mudik, orang tua (atau kamu sendiri) bisa nunjukin bahwa kamu udah jadi ‘orang’, meski definisi sukses itu relatif ya.

Keluarga dan warga di kampung halaman pun bakal mengapresiasi dan makin mendukung pekerjaan orang tua kamu. Ujung-ujungnya kamu bakal kecipratan pujian itu dan dapat dukungan biar lebih semangat sekolah, kuliah, atau kerja. Sedikit apresiasi dari orang lain sama sekali engga bikin rugi kan?

Kalo kata Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Dadang Suganda dalam diskusi publik soal mudik di UNPAD, Kamis (30/6), “Di samping kebutuhan kultur, mudik juga jadi kebutuhan manusia. Mereka bisa dapat apresiasi yang dibutuhkan untuk bahagia, dan barang kali itu bisa memperpanjang umur.”

4. Bikin solid

Dalam diskusi itu, guru besar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI), Elly Malihah bilang kalo mudik dapat menumbuhkan sifat kebersamaan, kesabaran, kehati-hatian, dan rasa berbagi.

Kalo mudik bareng keluarga, masing-masing anggota bakal bekerja sama dan menjalankan perannya masing-masing agar bisa tiba di tempat tujuan dengan selamat. Dengan kata lain, seseorang bisa menemukan teman sekaligus jati dirinya di dalam perjalanan.

5. Bikin makmur orang sekitar

Perekonomian warga, terutama warga di sekitar jalur mudik dan di kampung halaman pun bakal membaik apabila kamu pulang kampung. Ketika kamu berhenti di rumah-rumah makan pinggir jalan itulah kamu membantu perekonomian pemilik warungnya.

Kalo kata Dosen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD, Ferry Hadiyanto dalam diskusi soal mudik tadi, “Manfaat sosial mudik jauh lebih besar daripada beban yang mungkin diberikannya. Dalam prosesnya pun mudik membawa kemakmuran, bukannya memiskinkan.”

6. Bantu pemerintah mengevaluasi lalu-lintas

Lebih kerennya lagi orang-orang yang mudik tuh secara engga langsung lagi bantu pemerintah mengevaluasi lalu-lintasnya. Soalnya, ketahanan fasilitas, daya tampung jalan, kesiapan polisi lalu-lintas, efektifitas rekayasan lalu-lintas, dan layanan transportasi yang dibuat bakal teruji dengan adanya serbuan pemudik.

Tuh kan. Manfaat mudik jauh lebih banyak kan daripada keegoisan anak muda yang engga bisa lepas dari internet kecepatan tinggi. Kalo bonyok ajak mudik, jadi baiknya kamu sambut ajakannya dengan girang. Siapa tau kamu bisa jadi lebih bahagia. Selamat mudik. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.