Senin, 25 September 2017
HiburanFilm

Bingung Pengen Streaming Apa Weekend Ini? Tonton aja 10 Film Terbaik Menurut 177 Kritikus

via Istimewa(Sumber: Istimewa)

Genmuda – Kritikus film banyak berpendapat kalo kreativitas Industri film di dunia lagi lemot banget. Soalnya, bioskop di seluruh dunia keseringan diisi kisah super hero yang gak abis-abis, dan daur ulang film lama dengan gaya baru.

Tren super hero belum tentu habis tahun 2020, setelah penghabisan “Infinity War” (rencananya 2018 dan 2019) Marvel Studios. Soalnya, DC Studios baru mulai rangkaian film “Justice League.” Bisa jadi, hingga tahun 2030 nanti, bioskop masih juga super hero-super heroan.

Film bukan super hero yang tayang juga gak nunjukin keaslian cerita karena naskahnya diangkat dari film lama. Setelah Sutradara JJ Abrams ngereboot “Star Trek” (2009).

Habis itu, franchise “Star Wars” yang bisa dibilang saingan “Star Trek” ngelanjutin kisah yang telah lama mati dengan “Episode VII: The Force Awakens” (2015) dan beberapa spin off setelahnya.

Kalo gak tiga jenis film di atas, bioskop diisi sama sequel-sequel yang seharusnya gak usah dibuat. Produser seolah gak rela film unik, nyeleneh, dan fresh macam “Kingsman: The Secret Service” (2014) jadi legend yang diperbincangkan. Pasti ada sequelnya karena pasti laku. Ujung-ujungnya, bikin film cuma karena pengen duit.

Ya karena itulah ada rekomendasi dari kritikus film, mulai dari pengamat sekelas Roger Ebert hingga media-media serius tapi santai macam BBC dan New York Times. Kalo kamu pengen nonton film yang beda, gak pasaran, dan dioleh dengan sinematografi mantap, langsung aja streaming film-film di bawah ini.

10. “No Country for Old Men” (2007)

Hidup tenang seorang pemburu berubah jadi penuh kekejaman dan kesialan gara-gara doi gak sengaja ngegepin transaksi narkoba yang berujung bencana senilai lebih dari dua juta dollar AS. Film yang diisi pemain kelas kakap macam Javier Bardem, Tomy Lee Jones, dan Josh Brolin ini dapet skor 9,1 di IMDB, loh.

9. “A Separation” (2011)

Film karya sutradara asal Iran, Asghar Farhadi ini nyeritain sepasang suami istri yang dihadapkan pada pilihan sulit. Pindah ke luar negeri demi meningkatkan kesejahteraan anak. Atau, tinggal di Iran untuk jagain orangtua yang makin renta akibat Alzheimer. Di bawah bendera Sony Pictures, film ini menang di banyak festival.

8. “Yi Yi: A One and a Two” (2000)

Drama keluarga Taiwan yang didistribusiin Kuzui Enterprises Jepang nyeritain seorang insinyur yang mencoba hidup lebih “lambat” di tengah kesibukannya. Dia pengen lebih mengenal dan kembali dekat sama tiga generasi keluarganya yang sangat khas kelas menengah di Taipei.

7. “The Tree of Life” (2011)

Brand Pitt tunjukin kemampuan darama doi lewat drama keluarga ini. Dengan alur cerita maju-mundur, Sutradara sekaligus Penulis Naskah Terrence Malick coba ngejelasin arti hidup menurut sudut pandang seorang biasa yang melewati masa kecil di tahun 1950an dalam keluarga yang terbilang strict.

6. “Eternal Sunshine of the Spotless Mind” (2004)

Sepasang kekasih yang mulai bosen sama hubungan mereka menjalani prosedur yang bikin mereka lupa satu sama lain. Namun begitu, mereka justru makin ngerasa membutuhkan satu sama lain. Film drama romantis ini jadi saksi kalo pelawak Jim Carrey juga jago main drama.

5. “Boyhood” (2014)

Sutradara sekaligus penulis naskah Richard Linklater punya ide gila untuk bikin film tentang kehidupan anak dari masa kecil hingga masa dewasa. Gilanya di sini. Film itu dibuat dari tahun 2002 dan kelar 2013 karena merekam pertumbuhan karakter bernama Mason berdasarkan pertumbuhan alami Ellar Coltrane.

4. “Spirited Away” (2001)

Satu-satunya film animasi yang masuk peringkat 10 film terbaik ini disutradarai Hayao Miyazaki dari Ghibli Studios. Film yang sangat detil ini nyeritain petualangan seorang anak perempuan berusia 10 tahun di dunia arwah. Doi harus nemuin penawar kutukan yang bikin kedua orangtuanya berubah jadi babi.

3. “There Will Be Blood” (2007)

Seorang pengusaha perak harus berubah jadi pengusaha minyak supaya gak tergilas perubahan jaman yang begitu drastis di akhir abad 19. Dalam upayanya bangun bisnis baru, doi rela lakuin apapun termasuk berbohong dan bertindak pake kekerasan. Pada akhirnya, banyak ujian menimpa bukan cuma buat dia tapi juga keluarganya.

2. “In the Mood for Love” (2000)

Cewek dan cowok yang bertetangga mulai berteman dekat setelah pergoki pasangan masing-masing berselingkuh. Sampe akhirnya, mereka sama-sama suka. Karena gak mau dicap juga sebagai tukang selingkuh, mereka cuma bisa jadi teman-tapi-mesra. Tapi, sampe kapan mau seperti itu?

1. “Mulholland Drive” (2001)

Kecelakaan parah di Jalan Mulholland Drive menyebabkan seorang cewek amnesia. Doi bertemu cewek lain yang pengen banget jadi bintang Hollywood di sebuah apartemen. Kedua orang itu berteman dan keliling Los Angeles untuk nyari identitas cewek yang hilang ingatan. Filmnya disutradari dengan apik oleh David Lynch. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.