Rabu, 19 September 2018

Genmuda – Libur panjang kadang bisa bikin anak muda kalap bersenang-senang. Kadang ada yang menghabiskan waktu seharian buat main game. Ada yang malah nongkrong sampai pagi. Bahkan, ada aja yang malah kebut-kebutan di jalan. (Ini engga keren)

Meluapkan perasaan macam itu sama sekali engga ada salahnya. Tapi, ada baiknya kamu lebih menghargai waktu libur panjang yang kamu miliki. Soalnya, ada orang-orang yang justru sama sekali engga bisa menikmati enaknya libur panjang. Nah, berikut ini adalah jenis pekerjaan yang bikin karyawannya tetep kerja (malah dapet beban kerja lebih) ketika libur panjang.

1. Wartawan

Umpel-umpelan kayak gini buat wawancara narasumber mah udah jadi makanan sehari-harinya wartawan. (Sumber: Tempo)

Bukannya menghindari macet, para wartawan justru berbondong-bondong menghampirinya. Dengan tujuan ngasih informasi terkini pun mereka engga pakai waktu liburnya buat istirahat, tapi malah kerja. Mereka yakin kalo yang mereka lakuin tuh besar manfaatnya buat masyarakat. Karena beban kerjanya yang seperti itulah kerja media seperti ini hanya bisa dinikmati mereka-mereka yang punya panggilan jiwa.

2. Polisi dan tentara

(Sumber: Tempo)

Mulai dari menjaga keamanan hingga ketertiban, para polisi dan tentara rela tetap kerja di masa libur panjang. Engga jarang mereka justru bikin ‘operasi khusus’ ketika masa libur panjang yang lebih menyita waktu dan tenaga dari sekadar tugas harian mereka. Mengatur lalu-lintas yang macet supaya tetap ‘manusiawi’ jadi salah satu jasa mereka yang dirasakan kita-kita yang lagi enjoy libur panjang. Kalo engga ada semangat mengabdi, engga mungkin deh betah jadi polisi atau tentara.

3. Satpam

(Sumber: Suara Merdeka)

Jangan anggap remeh kerja penjaga keamanan skala kecil seperti satpam. Justru mereka-mereka itulah yang jadi garis depan penjaga keamanan dan lebih dekat dengan warga. Kalo bisa diibaratkan, mereka engga punya status seperti polisi, namun tanggungjawabnya sama besarnya. Ketika orang-orang di daerah perumahan pada asik jalan-jalan, ya satpam ini yang selalu jaga keamanan. Sebagian bahkan ada yang kerja siang-malam.

4. Pekerja rumah sakit

(Sumber: perawat.co)

Ledakan jumlah penjenguk rumah sakit bisa meningkat ketika libur panjang tiba. Suasana rumah sakit bisa jadi bising, sumpek, dan penuh karena itu. Padahal, rumah sakit seharusnya mampu menyediakan suasana tenang dan nyaman. Karena itulah, para petugas rumah sakit justru bekerja lebih giat melayani pengunjung dan pasien. Petugas gawat daruratnya malah lebih siaga karena perlu berjuang menyelamatkan nyawa di tengah kemacetan jalan dan sumpeknya rumah sakit.

5. Pemadam kebakaran

(Sumber: Liputan6)

Sebagai salah satu petugas emergency, para pemadam kebakaran pun tetap siaga ketika libur panjang. Meski keliatannya kerjaan mereka santai-santai aja, mereka justru nyiapin strategi dan memetakan daerah-daerah rawan kebakaran. Itu bisa berguna banget buat nyari rute alternatif tercepat kalo jalan utama lagi sumpek sama kendaraan. Bravo deh buat para petugas damkar Indonesia.

6. Petugas transportasi

(Sumber: ayobis.wordpress.com)

Petugas transportasi, terutama yang jalurnya ke luar kota juga kerja lebih giat. Para pilot, sopir, masinis, dan nakhoda jadi punya tanggung jawab lebih besar mengingat penumpang yang naik jauh lebih banyak dari biasanya. Perusahaan transportasinya pun perlu mutar otak lebih keras supaya jumlah armadanya yang terbatas bisa menampung jumlah penumpang yang kesannya engga terbatas itu.

7. Petugas pengisian bahan bakar

(Sumber: mediajurnal.com)

Karena pesatnya arus transportasi itu, kerja petugas pengisian bahan bakar pun jadi makin berat. Mereka perlu memastikan persediaan bahan bakarnya cukup. Supaya engga terjadi antrean panjang, mereka pun perlu bekerja lebih cepat dari biasanya.

8. Jadi orang tua

(Sumber: opnlttr.com)

Serius, gaes. Jadi orang tua tuh pekerjaan yang engga kenal libur. Bahkan tugasnya cenderung makin banyak menjelang libur panjang. Apa lagi kalo masih tinggal serumah dengan anak-anaknya. Udah setua apapun, para orang tua tetep aja luangin waktu, pikiran, uang, dan tenaga mereka agar libur panjang terasa menyenangkan buat semua keluarga. So, jangan lupa berterima kasih kepada orangtuamu, ya. (sds) 

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.