Minggu, 18 November 2018

Genmuda – FIFA luncurin update statistik Piala Dunia 2018 setelah babak 16 besar berakhir. Di antara 146 gol yang tercetak sepanjang kompetisi, Harry Kane dari Inggris mencetak paling banyak dengan 6 gol. Namun, Belgia yang memuncaki statistik gol terbanyak.

Di bawah Belgia, ada Inggris dan Rusia. Artinya, tiga negara itu yang paling besar kemungkinan angkat pialanya berdasarkan kemunculan di statistik positif. Misalnya, statistik penyerangan atau statistik gol.

Apes buat Swedia, mereka berada paling bontot lantaran jumlah statistik positifnya masih kalah dari Spanyol, negara yang udah gugur dari kompetisi. Berhubung tim yang tersisa tinggal 8, begini detil urutannya.

1. Belgia

via fieldoo.com
(Sumber: fieldoo.com)

Empat kali bertanding, empat kali Belgia meraup banyak gol. Totalnya sampai 12 dan semua tercipta secara bersih tanpa hadiah gol bunuh diri dari lawan. Sebanyak 11 gol tercipta dalam permainan sementara cuma 1 yang dari penalti.

Sepanjang pertandingan, anak-anak Red Devils juga ciptain banyak kesempatan. Totalnya ada 77 tendangan ke arah gawang. Sebanyak 30 masuk kategori off target, 29 kategori melenceng, dan 18 berhasil ditepis kiper lawan.

2. Inggris

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Tim pencetak gol terbanyak selanjutnya adalah Inggris dengan total 9 gol. Tiga gol di antaranya tercipta berkat penalti tanpa ada satupun yang merupakan gol bunuh diri yang dihadiahkan lawan.

Berdasarkan statistik penyerangan, Inggris punya 15,51% kesempatan mencetak angka dari tiap serangan. Angkanya beda tipis dari Belgia yang punya kesempatan hingga 15,58% gol dalam tiap serangan.

3. Rusia

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Jumlah gol Rusia sama kayak Inggris. Namun, satu golnya merupakan gol hadiah berkat tim lawan ngejebolin gawang sendiri dan satu dari penalti.

Meskipun jumlah serangan Russia cuma tercatat 33 kali sepanjang 4 pertandingan, serangan Sbornaya paling tajam. Sekali serang, Russia punya kesempatan mencetak gol hingga 27%.

4. Kroasia

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Luka Modric cs. mencetak 8 gol dalam 4 pertandingan. Satu gol tercipta karena penalti dan satu karena lawan bunuh diri. Di atas kertas, Kroasia baru ciptakan 6 gol lewat permainan langsung.

Dengan jumlah tendangan ke gawang lawan sebanyak 61 kali, Kroasia punya kesempatan mencetak angka sebanyak 13% dalam tiap serangan.

5. Brasil

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Brasil baru mencetak 7 gol bersih tanpa penalti apalagi hadiah dari tim lawan. Selain itu, Brazil baru kejebolan sekali. Itu menandakan ada keseimbangan antara lini depan dengan belakangnya.

Hanya saja, peringkat Brazil harus merosot ke nomor 5 lantaran serangannya tumpul-tumpul. Dari 77 kali serangan, cuma 7 yang berhasil mencetak angka. Artinya, kemungkinan golnya cuma 11%.

6. Uruguay

via thenational.ae
(Sumber: thenational.ae)

Uruguay pun punya lini depan dan belakang yang sama jagonya. Dari 7 gol yang tercipta, satu di antaranya berupa hadiah gol bunuh diri tim lawan. Lini depan Uruguay terbilang tajam karena berhasil ciptakan kesempatan ngegolin hingga 15% tiap menyerang.

7. Prancis

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Maaf banget nih pendukung Prancis. Meski main mantap, Les Bleus baru dikaruniai 7 gol dari 45 kali kesempatan. Golnya pun gak murni dari permainan langsung karena dua di antaranya berasal dari penalti dan satu dari bunuh diri tim lawan.

Berhubung sepakbola adalah permainan banyak-banyakan ngegolin, maka tim yang paling tajam dan produktif serangannya lah yang paling punya kemungkinan juara. Kamu sependapat atau enggak, nih? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.