Kamis, 22 Agustus 2019

Genmuda – Semua ada di media sosial. Mulai dari tutorial makeup, mencari informasi, streaming drama korea, atau cuma sekedar stalking gebetan atau mantan. Pokoknya, everyone can be famous on social media.

Emang sih banyak juga kok hal positif dari penggunaan media sosial, namun ada juga hal-hal yang negatif atau malah kurang penting yang jadinya lebay karena media sosial. Kawan Muda mau tau ada apa aja? Nih, langsung simak beberapa kasus di bawah!

Beda pendapat dikit-dikit uninstall

via easystartmarketing.com
(Sumber: Istimewa)

Masih inget dong hashtag #UninstallBukalapak? Kasus ini viral cuma karena masalah ciutan CEOnya, mas Achmad Zaky terhadap dana R&D Indonesia yang lebih kecil dan kalah dari Malaysia dan Singapura. Pada akhir ciutannya terdapat kalimat, “semoga Presiden baru bisa menaikkannya”.

Entah fans paslon nomor 01 atau nomor 02 terlalu fanatik, ciutan itu lantas jadi bola liar karena mas Zaky dianggap mendukung salah satu paslon. Padahal kan isu utamanya adalah dana R&Dnya, bukan dukungan salah satu calon.

Gara-gara kejadian tersebut akhirnya muncul #uninstallBukalapak. Bahkan supaya gak makin viral, mas Zaky sempat meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan mengklarifikasi bahwa tweet tersebut gak ada hubungannya sama pilpres.

Kejadian ‘uninstall-uninstall-an’ gak cuma terjadi sama bisnis startup doang, gengs. Bisnis kuliner, transportasi, sampai media cetak pun pernah mengalami kasus serupa, walaupun hashtagnya beda namun permasalahan cukup serupa, yakni perbedaan berpendapat di media sosial.

Hukuman guru vs siswa

via: Blogspot.com
(Sumber: Istimewa)

Kamu pasti tau dong kasus viral guru SMK asal Purwokerto yang menampar muridnya di depan kelas? Atau yang terbaru soal siswa SMP asal Gresik yang gak terima ditegur gurunya lalu menantang sang guru untuk baku hantam? Nah, sekarang pernah gak sih kamu yang lahir tahun 90-an mengalami atau lihat kejadian serupa saat sekolah? Mayoritas pasti pernah.

Namun karena kemajuan zaman sebuah video, yang gak jelas duduk permasalahannya, bisa aja menggiring opini orang lain buat menghakimi satu sama lain. Padahal sebelum adanya media sosial, handphone kamera canggih, apalagi intenet cepat, guru memberikan hukuman kepada murid yang salah atau bengal jadi sesuatu yang wajar karena tugas mereka adalah mendidik murid supaya lebih baik.

Tapi sekarang berbuat keras dikit bisa jadi salah. Lebaynya lagi nih, kalo belum tau duduk perkaranya udah main saling lapor. Malah yang menghakimi adalah orang-orang yang gak ada hubungannya. Lucu kan?

Putus cinta atau bercerai

via: Make a GIF

Kata Efek Rumah Kaca, jatuh cinta itu biasa aja. Apalagi kalo putus cinta? Iya kan? Toh, kalo kalian gak berjodoh mungkin kalian cuma bisa jadi kawan. Tapi sekarang orang biasa yang bukan publik figur pun bisa bikin video klarifikasi putus cinta. Semua bisa jadi konten dan uang. Ih, penting ya. Yaudah sih sirik aja lo!

Yang masih anget kamu pasti ingat dong kasus ‘ikan asin’ yang ujung-ujung berakhir di jeruji besi. Pesan moralnya sih cuma satu, selalu ada batasan dalam beropini di media sosial. Gak peduli siapa dan apa pekerjaan kamu. Ingat penyesalan selalu datang belakangan loh.

Pergi jalan-jalan

via: Twitter
(Sumber: Istimewa)

Terlepas ada pekerjaan yang berhubungan dengan traveling, namun siapapun kamu bebas-bebas aja kok kalo pengen pergi jalan-jalan dan upload di media sosial. Sayangnya gak sedikit dari netizen negara +62 yang suka julid ngomentarin gaya hidup orang. Mau gak ketularan julid? Pergi piknik kurangin main media sosial. Kelar.

Orang pindah keyakinan

Sad Girl
(Sumber: Tumblr)

Karena Genmuda.com percaya kamu udah cukup dewasa menyikapi hal ini, seharusnya kita bisa sepakat bahwa hal-hal yang nyenggol soal SARA seperti agama adalah hal dan privasi seseorang, termasuk pada kasus publik figur.

FYI, KPI aja udah melarang loh pemberitaan atau framing soal pindah keyakinan. Kenapa? Ya karena itu adalah urusan manusia dengan Tuhannya. Jadi gak perlu dibikin lebay dan mencari siapa yang paling bener ya. Jujur debat kusir di medsos cuma karena kasus ini cuma buang-buang waktu sama kuota kamu tau.

Jarang mandi

(Sumber: Twitter)

Kasus ini baru aja terjadi sama Anya Gelardine pada Senin (15/7) malam dan jadi trending di media sosial. Singkat cerita Anya jadi omongan netizen karena mengaku cuma mandi dua kali dalam seminggu. Salah satu netizen bilang, “Gak mandi dua minggu aja cantik gini?”

Pliss lah, kalo lo emang udah ganteng atau cantik mau perawatan atau engga ya emang udah kayak gitu bentuknya. Jadi kurang-kurang deh bikin lebay yang kayak gini, kan cantik atau ganteng gak melulu dilihat dari fisik.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.