Jum'at, 19 Juli 2019

Genmuda – Cerita Marvel Cinematic Universe (MCU) pasca film “Avengers: Endgame” berlanjut lagi nih, gengs. Kali ini debut fase selanjutnya dibuka lewat petualangan Spider-man keliling negara eropa.

Jon Watts masih dipercaya untuk menggarap sekuel kedua ‘si manusia laba-laba’ dalam daftar MCU Universe. Sekarang kita bakal lebih diperkenalkan sosok Peter Parker yang memasuki fase remaja puber dengan berbagai macam keinginan serta tanggung jawabnya sebagai superhero. Seperti apa filmnya? Mendingan langsung kamu baca aja review berikut ini.

Belajar tanggung jawab dan krisis identitas

©Sony Pictures/2019

Cerita film yang dikembangkan dari komik karangan Steve Ditko dan Stan Lee ini kurang lebih masih berhubungan sama tanggung jawab besar yang dimiliki Peter Parker (Tom Holland) sebagai Spider-Man. Pasca wafatnya Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.) dirinya masih dihantui oleh perasaan bersalah.

Diceritain bahwa kejadian hilangnya separuh kehidupan berkat jentikan jari Thanos lima tahun lalu disebut dengan istilah The Blib. Mereka yang menghilang, termasuk Peter dengan teman-temannya mau gak mau mengulang pelajaran di kelas dengan para junior mereka lima tahun lalu yang sekarang seumuran.

Singkat cerita Peter bersama teman sekelasnya, — termasuk Ned (Jacob Batalon) dan MJ (Zendaya) mengadakan karya wisata keliling eropa. Dalam kondisi serba salah, Peter sangat ingin rehat sebentar sebagai superhero dan ingin menjalani kehidupan normal SMA pada umumnya dan menikmati liburan bersama gebetannya, MJ.

©Sony Pictures/2019

Sialnya keinginan Peter justru ditentang oleh Nick Fury (Samuel L. Jackson) yang membutuhkan bantuannya untuk melawan ancaman The Elementals. Alasan Nick Fury memilih Peter cukup sederhana, pertama karena Spider-Man satu-satunya Avengers yang bisa dihubungi dan yang kedua Peter adalah orang sangat dipercaya oleh Tony Stark.

Beban moral dan tanggung jawab besar inilah yang mulai menghantui Peter Parker sepanjang jalannya film. Banyak orang yang beranggapan dirinya lah yang akan menjadi The Next Iron Man.

Di sisi lain, Peter mulai menemukan ‘jalan pintas’ atas segala permasalahannya setelah bertemu dengan Quentin Beck / Mysterio (Jake Gyllenhaal). Cowok ganteng ini mengaku dirinya berasal dari bumi di universe berbeda yang berusaha mencegah ancaman dari The Elementals. Perlahan tapi pasti, sosok Mysterio berubah menjadi superhero baru yang diidolakan banyak orang.

Mulai dari situ krisis jati diri Spider-Man mulai dipertanyakan oleh banyak orang, termasuk halnya Peter Parker. Ia masih ngerasa terbebani oleh banyak tanggung jawab dan bayang-bayang Tony Stark sebagai superhero yang rela berkorban bagi orang banyak.

Galaunya anak muda banget

©Sony Pictures/2019

Pengemasan cerita film “Spider-Man: Far from Home” bisa dibilang sangat ringan dan anak muda banget, loh. Kamu bakal diajak sama kegalauan remaja SMA yang masih bingung buat ngebedain mana yang baik dan buruk, selalu ceroboh dalam mengambil keputusan, suka banget pansos, hingga terlibat langsung sama yang namanya cinta monyet. Untungnya semua itu dikemas secara pas dan ngena banget buat penonton milenial.

Pembangunan karakter Mysterio pun mampu dinarasikan dengan cukup rapih. Dikenal sebagai villain  paling manipulatif di komik Spider-Man, skenario garapan Chirs McKeena dan Erik Sommers berhasil menggambarkan tipuan Mysterio dengan cara rasional lengkap dengan sambungan film-film MCU sebelumnya.

Selain masalah kostum yang bervariatif, film ini juga punya keunggulan dari sisi CGI yang oke lengkap dengan scoring dan soundtrack yang pas. Selanjutnya kamu juga bakal ketemu lagi dengan aktor senior J.K. Simmons yang kembali meranin tokoh J. Jonas Jameson, sosok bos Koran Daily Bugle yang super nyebelin.

Kesimpulan

(Sumber: Youtube/Marvel)

Dari penilaian di atas, penulis beranggapan bahwa “Spider-Man: Far from Home” boleh dibilang sebagai film Spider-Man terbaik yang pernah digarap. Meskipun dalam tiga puluh menit terakhir ceritanya agak dipadatin, namun semuanya terbayar lunas oleh cerita, efek CGI, scoring, dan akting pemain yang cukup menghibur penonton.

Seperti halnya film MCU, film ini juga mempunyai dua post credit di tengah dan akhir film yang cukup membuat kamu makin penasaran oleh lanjutan ceritanya. Di Indonesia filmnya mulai tayang hari Rabu (3/7). Penasaran? Gak mau spoiler dong? Makanya buruan gih tonton filmnya! Happy watching!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.