Rabu, 25 April 2018

Genmuda – Sebuah berita berbau “pancingan” dengan judul “Penggemar Musik Bersiaplah! 2018, Tak Ada Lagi Download” populer di LineToday, Selasa (9/1). YAKALI, DEH! Revolusi digital macam apa yang bakal matiin kegiatan download musik dalam sekali tebas?

Artikel itu bilang sebabnya adalah Apple yang katanya bakalan nutup layanan download musik via iTunes. Coba piki, pihal Apple aja bilang kabar yang si artikel kutip dari postingan tahun 2017 itu “Not True” alias “Engga benar.”

Sergey Bludov, pengamat industri musik digital dikutip techradar.com, 9 Januari, bilang, kabar itu bisa jadi disebarin Apple sebagai bentuk cari perhatian (publicity stunt). “Engga mungkin aja layanan download musik hilang padahal permintaannya masih ada,” tutur dia.

Pengamat lain, Mark Mulligan punya pendapat serupa yang dikutip Mashable.com, Desember 2016.”Sekarang, masih banyak orang bayar (iTunes) untuk download musik. Apple paling masih nunggu penutupan layanan itu sampai jumlah pendownload masuk kategori minoritas,” tuturnya.

Gak mungkin hapus download musik dari internet gitu aja

via lawsbrigadetew.wikia.com

Keenggak-logisan kabar “gak bisa download musik tahun 2018” juga didasari fakta bahwa selain Apple, masih banyak tempat lain untuk download musik secara legal.

Misalnya, dari FreeMusicArchive, Noise Trade, Musopen, Jamendo, PureVolume, LiveMusicArchive, atau lapak lain yang disebutin di sini. Kompetitor iTunes, Spotify pun masih ngebuka layanan download musik dan belum ada kabar buat nutup layanan itu.

Situs dan torent penyebar musik bajakan pun terus bermunculan dari waktu ke waktu. Meski ditutup, diomelin, dan didenda, tiap situs punya banyak cara supaya muncul dan beroperasi lagi seperti semula.

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi?

via imgur.com

Kejadian yang sesungguhnya adalah seperti ini: Pihak Apple ngerencanain apakah akan nutup layanan download musik antara 2016-2019 atau terus buka layanan itu sampe waktu yang gak ditentuin.

Soalnya, data peminat streaming musik di iTunes terus ningkat sejak 2015. Data Statista.com nunjukin, angka subscriber streaming musik iTunes ada di angka 30 juta per September 2017 sementara pada September 2016 cuma 17 juta.

Hingga tulisan ini dibuat pun belum ada pernyataan remi dari Apple soal penutupan layanan download musik via iTunes. Malah, perwakilan Apple bilang kabar itu “Engga benar.”

Tapi, mungkinkah penghapusan download musik jadi kenyataan?

via tenor.com

Penutupan layanan download musik dari internet mungkin banget kejadian. Tapi, kemungkinan besar gak tahun ini, tahun depan, atau lima tahun lagi. Kenapa? Selama masih ada internet dan pihak yang minat denger musik offline, industri download musik gak akan mati.

Formatnya mungkin berubah jadi AAC, MPEG, atau apapun lantaran mp3 terlalu ketinggalan zaman dan berkualitas jelek. Tetep aja. Musik masih dan akan bisa didownload dari internet.

Cara lain menutup semua jenis download musik dari internat adalah dengan pemblokiran massal oleh Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan semua penyedia layanan internet. Tapi, para pembajak pasti nemu jalan mengunduh musik dengan mengakali pemblokiran digital itu.

Gimana menurut kamu? Kamu lebih suka dengerin musik offline atau streaming musik? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.