Rabu, 12 Desember 2018

Genmuda – Sutradara “The Avengers: Infinity War,” Joe Russo bersama Benedict Cumberbatch dan Karen Gillan berbagi pengalaman di Marina Bay Sands Singapura, Senin siang (16/4) WIB sekalian promoin filmnya. Semuanya pada bersyukur berkesempatan garap project gede Marvel.

Konferensi pers mereka juga dilakuin secara digital sehingga para wartawan dan fans di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Indonesia bisa ikutan nanya. Para fans dan rekan media di Filipina juga kebagian konferensi pers digitalnya.

Nah, dari kisah-kisah itu, Karen dan Benedict ngebocorin beberapa informasi mengenai film yang tayang di Indonesia mulai 25 April itu. Sabar. Genmuda.com ceritain satu-satu biar gak ada yang terlewat.

Bergabung ke dalam tim itu menantang, loh

©Genmuda.com/2018 TIM
Benedict Cumberbatch dari layar konferensi digital. ©Genmuda.com/2018 TIM

Begitu Genmuda.com nanya soal pengalaman menarik sekaligus menantang saat garap filmnya, Benedict Cumberbatch bilang kalo terlibat ke dalam tim hebat itu sebenarnya sebuah tantangan sendiri.

Doi gak cuma ngomong peranya sebagai Dr Stephen Strange yang gabung dengan tim Avengers, melainkan juga ngomong sebagai dirinya yang gabung ke tim produksi Marvel.

Tantangan terbesarnya adalah menguasai diri

“Saya perlu paham waktu tepat untuk menonjol dalam sebuah adegan dan agak ‘merendah’ sedikit. Pemain lain pun melakukan hal serupa karena kami sadar, saya sadar bahwa kami berada dalam project bersama,” terang Benedict.

Dia lanjutin, “Kalo di acara sendiri, saya bisa menggunakan waktu sesuai kehendak saya dalam berakting. Tapi, tidak di project semasif Infinity War.”

Dekat dengan Robert Downey Junior

©Genmuda.com/2018 TIM
©Genmuda.com/2018 TIM

Kata Benedict, tiap hari selalu ada kejadian menarik di lokasi syuting. “Itu karena Joe sangat kreatif dan para pemain sangat menampilkan performa terbaiknya,” kata Benedict.

Salah satu kejadian menarik adalah saat dia bertemu Robert Downey Junior, –semacam panutannya. “Saya susah menjelaskannya, tapi RDJ sangat bertalenta dan banyak memberi masukan. Saat mulai berakting, dia berpikir cepat dan dia jago berimprovisasi,” cerita Benedict.

Ada hubungan spesial dengan Tony Stark

Di dalam layar, karakter yang diperanin Benedict, Dr Strange punya hubungan spesial dengan Tony Stark, karakter yang diperankan RDJ. Benedict bercerita, “Tony dan Stephen sama-sama narsis dan egosentris. Kita lihat saja hubungan spesial mereka di layar lebar,” kata doi penuh misteri.

Syuting yang mengintimidasi

©Genmuda.com/2018 TIM
Karen Gillan bercerita via konferensi pers digital. ©Genmuda.com/2018 TIM

Sementara itu, Karen Gillan curhat kalo project “The Avengers: Infinity War” begitu menegangkan. “Begitu masuk lokasi syuting, saya langsung merasa terintimidasi gitu loh. Ini, kan bisa dibilang project film terbesar yang menampilkan kayak separuh bintang besar dunia,” kata doi.

Lingkungannya sangat kreatif

Mengonfirmasi cerita Benedict, Karen Gillan bilang kalo lingkungan syuting Infinity War penuh suasana yang nyaman untuk kerja. “Itu berkat sutradara dan para pemeran yang kreatif banget,” kata Karen.

Menjadi Nebula itu sulit

Karen juga cerita sedikit soal perannya. Meski gak dapat peran utama, ada banyak tantangan saat menjadi Nebula, –saudara tiri Gamora. “Saya harus rela sekujur badan saya dilumur lem dan makeup hingga menjadi Nebula. Itu menantang untuk saya, terlebih untuk tim makeup,” tuturnya.

Masih akan main film Marvel

Saat ditanya wartawan lain soal kemungkinan punya kekuatan super hero di film lain, Karen bilang, “Saya masih akan jadi superhero Marvel, kok. Iya, kan?” Joe Russo yang ditanyai hal itu cuma senyam-senyum.

Time Stone, Space Stone, dan Mind Stone adalah infinity stone terpenting

screenrant.com
(Sumber: screenrant.com)

Saat jawab pertanyaan wartawan lain, Benedict bilang, “Menurut saya, Time Stone sangat penting. Benda pengendali waktu itu bisa membuat orang berharap untuk memutar balik kenangan indah di masa lalu.”

Space Stone juga penting menurut dia. “Dengan batu itu, saya bisa pindah tempat ke mana saja. Sangat memudahkan bila saya ingin buru-buru liburan atau jalan-jalan. Hehehe,” tutur Benedict bercanda.

Nambahin jawaban Benedict, Karen bilang, “Menurut saya, sih, mind stone yang paling penting karena itu memberi saya kemampuan untuk merasuki pikiran orang lain dan memerintahnya.”

“Oke. Jawaban barusan membuat saya terdengar sangat psikopat. Saya berhenti ngomong saja,” kelakar Karen.

Syuting tanpa jeda

©Genmuda.com/2018 TIM
Kini, giliran Joe Russo, sutradaranya yang cerita. ©Genmuda.com/2018 TIM

Bagi Joe Russo, sang sutradara, tantangan terbesar penggarapan Infinity War adalah syutingnya. “Kami sekaligus membuat dua film, loh. Jangan lupa. Selain itu, syutingnya dilakukan tanpa jeda. Itu melalahkan,” kata Joe.

Dia menutup sesi itu dengan pesan promosi. “Ini project film besar yang dikerjakan orang-orang berbakat yang masih sempat bercanda-canda di lokasi syuting. Sangat menyenangkan bisa terlibat di dalamnya,” kata Joe. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.