Senin, 25 Juni 2018

Genmuda – Paras cantik dan imut Angela Lee berhenti terpampang di media sosial sejak 5 Februari 2018. Pilihan OOTD artis sekaligus presenter itu pun terbatas hanya atasan dan bawahan oranye, baju tahanan di Polres Sleman, Yogyakarta.

Penangkapannya berawal dari laporan warga Yogyakarta, Santosa Tandyo. Angela Lee diduga melakukan penggelapan uang akibat bisnis tas mewah sang artis FTV pailit. Bukan jadi modal, uang pinjaman Rp 12,1 miliar dari Santosa malah dipakai bayar hutang lain.

Istilahnya, Angela Lee cuma ‘gali lobang tutup lobang’ demi sejumlah tas mewah yang dibeli 40 juta – 50 juta rupiah dengan bunga bulanan 20 persen. Total hutang Angela Lee ditaksir sampe Rp 25 miliar.

Kesalahan Angela Lee dalam mengelola bisnis baiknya gak perlu Kawan Muda tiru. Coba lihat artikel di link ini biar paham tips memulai usaha menurut pengamat serta pelaku start-up. Selain itu, hindari jenis bisnis di bawah ini karena lebih besar risiko daripada keuntungannya.

Perdagangan valas tanpa lisensi

via ahmetcetintas.com
(Sumber: ahmetcetintas.com)

Kegiatan tukar-menukar mata uang atau valuta asing (valas) bisa sangat menguntungkan dengan prinsip beli saat harga rendah – jual saat harga tinggi. Salah satu jual-belinya pasti melalui sebuah lembaga valuta asing.

Ada lembaga valuta asing yang nawarin keuntungan besar banget dengan modal yang menurut dia kecil, tapi bikin kamu harus minjem uang dari sana-sini.

Pastiin banget lembaga itu punya lisensi untuk berbisnis dan proses keuangannya diawasi pemerintah. Supaya, kamu gak dikibulin terus uang kamu dibawa kabur.

Bisnis “bayar sekarang, untungnya cepat”

via tenor.com

Hati-hati. Ada pihak yang janjiin jenis bisnis jual-beli barang dengan balik modal terbilang cepat. Sayangnya, modal itu harus ditanam dengan jumlah besar dalam waktu yang relatif cepat. Kalo kata mereka, “Tanam modal sekarang biar untung lebih cepat!”

Setelah modal ditanamkan pihak itu, yang diperoleh bukan surat kepemilikan saham apalagi keuntungan. Melainkan, satu set barang yang kemudian harus dijual lagi supaya untung. Sayangnya, barang itu kayak barang dagangan Angela Lee, barang susah laku.

Bisnis “cari partner untuk menambah keuntungan”

via adask.wordpress.com
(Sumber: adask.wordpress.com)

Model bisnis yang janjiin keuntungan cepat biasanya menuntut para pesertanya mengajak peserta lain. Si anak baru itu pun dijanjiin keuntungan cepat bila “menanam” modal jumlah terbilang besar dalam waktu cepat.

Selah bayar, si anak baru dapat satu set barang yang harus dijual lagi. Lalu, ke mana larinya uang itu? Tentu aja ke perekrut yang barangnya udah berpindah tangan ke si anak baru.

Dengan kata lain, keuntungan model bisnis macam itu diperoleh bukan dengan menjual barang melainkan dengan merekrut peserta baru. Meskipun demikian, ada juga orang yang berhasil berdagang dengan model bisnis itu karena doi emang jago jualan.

via: Google
Dagang gorengan adalah jenis bisnis menguntungkan. Pertanyaannya, kamu mau coba??? (Sumber: Istimewa)

Ujung-ujungnya, skill menawarkan barang, bernegosiasi, dan mengatur keuangan juga yang dibutuhin. Gak jauh beda dari bisnis jualan minuman ringan, cilok, atau batagor yang ketauan lebih pasti karena peminatnya ada terus di tiap sekolah se Indonesia.

Jadi, wahai Kawan Muda yang katanya pengen bikin start-up, jangan kemakan janji-janji palsu saat memulai bisnis. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.