Jum'at, 20 September 2019

Genmuda – Banyak cara buat deskripsiin anak muda dengan segala perilakunya, mulai dari “kids jaman now,” anak kekinian, hingga generasi millennials. Ketiganya sama dalam satu hal. Yaitu, melek teknologi dan khatam internet.

Secara historis, golongan millennials adalah mereka yang gak ngerasain perang dunia, kondisi tempat tinggalnya selalu dalam pembangunan, namun mengalami krisis ekonomi yang ditandai sama relatif susahnya nyari kerja.

Patokan umur generasi itu sekitar usia 12-35 tahun. Atau, kelahiran awal 1980an hingga kelahiran 2000an. Pendidikan generasi yang lahir di masa damai ini juga terbilang tinggi. Rata-rata, pada mengenyam gelar sarjana.

Dari kelakuannya, di bawah ini adalah ciri kaum millennials seperti yang dipahami Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Pesik dan Founder Indonesia E-Commerce Association (idEA) Daniel Tumiwa.

1. Gak suka produk massal

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pak Ricky waktu presentasi di LocalStartupFest2.0 2017, Rabu (18/10), bilang kalo pemuda jaman sekarang cenderung menghindari produk massal. Semua pengen tampil beda dari yang lain.

2. Sukanya produk artisan

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

“Anak-anak muda lebih suka produk unik, produk artisan, atau produk yang punya nilai lebih,” tutur Pak Ricky. Contohnya, kopi. Anak-anak muda jaman sekarang engga lagi suka nongkrong di franchise kopi modern.

Kini, sebagian besar tapi lebih suka mengonsumsi dan pamerin kegiatan mereka di warung kopi unik. “Itu kan sebabnya Kopi Tuku bisa laku,” tambahnya. Pemikiran anti-mainstream itu juga dipakai dalam milih ponsel, pakaian, tempat liburan, dan perilaku sehari-hari.

3. Gampang terdistraksi

via wired.com
(Sumber: wired.com)

Kata Pak Daniel Tumiwa, cuitan, komenan, dan segala jenis ocehan di internet kerap mengalihkan perhatian anak-anak muda dari hal yang sedang doi lakuin di luar dunia digital. “Jaman saya muda, engga ada ponsel dikeluarkan dari kantong saat rapat. Sekarang, anak muda pada main ponsel kapanpun di manapun,” kata Daniel.

4. Kecanduan e-dagang

via wiser.com
(Sumber: wiser.com)

Apakah kamu ngerasa senang saat buka pembungkus barang belanja online kamu yang akhirnya dateng juga? Apakah kamu merasa tertarik beli lagi? Apakah iklan di medsos mendadak bikin kamu pengen belanja? Kalo iya, kamu termasuk millennials seperti kata Pak Daniel.

5. Fokus kalo udah ada mau

©Genmuda.com/2016 TIM
Dia Checel, founder Generasi 90an. ©Genmuda.com/2016 TIM

Namun begitu, anakmuda punya kemauan yang terbilang tinggi kalo udah pengen sesuatu. Contohnya jelas dalam urusan berbisnis. Kalo orang jaman dulu cenderung banyak mikir ketika ingin buka usaha rintisan, anak jaman sekarang berani langsung hajar. Rock n roll aja dulu.

6. Generasi yang mempertanyakan

©Genmuda.com/2016 Syauqi
©Genmuda.com/2016 Syauqi

Sebagai generasi yang memperoleh pendidikan hingga tingkat universitas, generasi muda terbiasa ngasih makan otaknya dengan ilmu. Karena itulah, anak muda selalu mempertanyakan berbagai hal. “Saat anak muda disuruh bikin PR sebelum main, dia akan berkata: kenapa gak main dulu lalu bikin PR?” tutur Daniel.

7. Pastinya kecanduan medsos

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Bisa diibaratkan, hidup anak muda tuh dari dan untuk medsos. Selera konsumen terbentuk karena foto dan video kece yang nampak di Instagram. Lokasi jalan-jalan dipilih berdasarkan vlog YouTube. Terus, sebagian pola pikir terbentuk dari ocehan orang-orang nyeleneh di Twitter.

Semua pengaruh itu diserap untuk kemudian dikembalikan lagi ke medsos dalam bentuk postingan. Sepatu baru? Foto dulu biar dapet jutaan likes. Habis jalan-jalan? Upload dulu vlognya ke YouTube. Habis nemu quotes? Upload ke Twitter, ah…

8. Pemalas….

via monicadhiman.com
(Sumber: monicadhiman.com)

Pak Daniel bilang, anak muda pada pemalas. Semuanya mau yang instan. Dalam posting foto ke medsos aja, maunya dapet banyak likes dalam waktu cepat.

9. …tapi, kreatif

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Kemalasan anak-anak muda diiringi sama kreativitas yang tinggi. Pak Daniel becanda gini, “Bayangin Nadiem Makariem mager nyari makan karena lagi fokus main game. Untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dia bikinlah Go-Food dan Go-Jek.”

10. Menularkan pengaruhnya ke orang tua

via: Pinterest
(Sumber: Pinterest)

Pendapat terakhir ini pendapat Genmuda.com berdasarkan survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2016, pengguna internet di Indonesia ada 132,7 juta orang. Sebanyak 56,7 jutanya berusia 10-34 tahun. Masih usia muda.

Dengan gaya hidup serba upload apapun, kapanpun, dan di manapun, secara gak langsung orang tua juga terpengaruh gayanya anak-anak muda. Buktinya, tuh muncul istilah “Kids jaman now.” (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.