Selasa, 23 Oktober 2018

Genmuda – Hore, hore, dan hore. Peristiwa langka gerhana super blue moon bisa terlihat sepenuhnya dari seluruh wilayah Indonesia. Asalkan cuaca cerah engga berawan, fase puncak peristiwa yang juga terjadi 36 tahun lalu itu bisa dilihat sekitar pukul 20:26 WIB.

Proses gerhana parsial (sebagian) mulai terjadi sekitar 18:48 WIB. Saat itu, bentuk bulan terlihat besar dan berwarna kebiruan karena posisinya sedang lebih dekat ke bumi dari biasanya. Perlahan-lahan, penampakan itu tertutup bayang-bayang bumi pada masa puncaknya.

Setelah itu, supermoon kembali terlihat tapi warnanya berubah kemerahan. Blue moon pun berubah jadi blood moon setelah fase puncak hingga fenomena langka itu berakhir sekitar 22:11 WIB.

Keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang dilansir Tirto.id, 31 Januari 2018 bilang, fase puncak gerhana terjadi selama 16 menit doang, tapi keseluruhan fasenya terjadi sekitar 3 jam 26 menit.

Semoga gak hujan

via NASA
Proses gerhana bulan dilihat dari langit AS. (Sumber: NASA)

Sialnya bagi Indonesia, fenomena langka itu terjadi di musim hujan. Jadi, ada kemungkinan langit Indonesia tertutup awan mendung dan hujan deras yang bikin Kawan Muda gak bisa ke luar rumah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilansir National Geographic, 29 Januari juga bilang, warga pesisir pantai perlu waspada sama banjir rob (banjir dari air laut). Soalnya, supermoon bikin air pasang lebih tinggi dari biasanya.

Cara menikmatinya

via qz.com
Bocoran: Gerhananya bakalan kayak gini. (Sumber: qz.com)

Seperti halnya tempat nongkrong mahal instagrammable yang tetep dikunjungi meski letaknya puluhan kilometer dari rumah, gerhana super blue moon juga sebaiknya engga dilewatin begitu saja. Supaya menikmatinya secara penuh, coba lakuin hal ini

1. Sewa pawang hujan

via Tribun News
(Sumber: Tribun News)

Patungan sama temen satu sekolah, kampus, kantor, atau RT buat sewa pawang hujan demi cerahin langit di atas area kamu.

2. Sewa perahu

via Tribun News
(Sumber: Tribun News)

Sesungguhnya, gerhana macam itu paling enak dinikmati sambil nyantai di perahu yang naik-turun mengikuti deru ombak. Kalo gak mampu sewa yacht atau perahu mewah, sewa perahu karet aja itung-itung jadi kendaraan darurat saat banjir rob terjadi.

3. Teriak “Auu… Auu…!”

via liputan6.com
Cuplikan sinetron “Ganteng-Ganteng Serigala.” (Sumber: liputan6.com)

Penggemar Sinetron “Ganteng-Ganteng Serigala,” film “Twilight,” atau “Harry Potter” silakan teriak “Auu… Auu….” ngikutin manusia serigala kangen bulan. Tapi, jangan salahin Genmuda.com kalo kamu dikira korslet otak.

4. Sama pacar (kalo punya)

via axioo.com
(Sumber: axioo.com)

Mau hujan, banjir, terlihat gerhananya, atau enggak sama sekali, jalan malam sama pacar emang kegiatan yang pasti nyenengin. Bukan begitu? Kamu yang engga jomblo atau lagi berantem sama doi pasti bilang iya.

5. Bakar api unggun spesial

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Naik gunung sambil hujan-hujanan aja bisa, masa kayak gini keok. Tunjukin kamu manusia penantang alam sejati, dong! Diriin tenda di lapangan dekat rumah.

Siapin api unggun spesial, kompor parafin, dan makanan kaleng. Terus, pelototin langit biar awannya pada kabur dan nampakin gerhana yang ditunggu itu.

6. Belajar ilmu pengendali air

via narvii.com
(Sumber: narvii.com)

Berdasarkan cerita serial “Avatar: The Legend of Aang,” supermoon adalah masa ketika para pengendali air memperoleh kekuatan terbesarnya. Jadi, itu adalah waktu terbaik bagi kamu untuk belajar kendaliin air.

7. Menyerbu desa pengendali air

via piandao.org
(Sumber: piandao.org)

Namun, sayang. Supermoon kali ini terganggu gerhana bulan, momen ketika kekuatan pengendali air sedang lemah-lemahnya. Bagi para pengendali api, itu adalah waktu terbaik untuk menyerbu desa-desa pengendali air di Kutub Utara dan Selatan.

8. Melalui streaming NASA

Saran-saran ngaco di atas bisa kamu lakuin, bisa juga engga. Terserah. Kalo mau yang bener, kamu buka aja situs atau channel YouTube lembaga antariksa AS, NASA buat lihat streaming live gerhana bulan langka itu.

9. Ibadah

via Tribun News
(Sumber: Tribun News)

Lebih bener lagi, sih, kamu beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing saat fenomena itu terjadi sebagai bentuk syukur ke Tuhan. Yuk, ah, siap-siap kita tonton gerhana super blue moon-nya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.