Minggu, 22 Oktober 2017
Gaya HidupKesehatan

Bahaya Utama Kebanyakan Makan Sushi dan Sashimi (Juga, 7 Cara Mengatasi Bahayanya)

via IstimewaNyatanya, Sushi dan Sashimi juga bisa bikin kamu cacingan. (Sumber: Istimewa)

Genmuda – Dear, penggemar sushi dan sashimi. Bukan maksud nakutin apalagi ngelarang. Kamu perlu waspada sama makanan khas Jepang yang notabene berbahan dasar ikan mentah itu. Soalnya, sushi dan sashimi bisa mengandung makhluk parasit yang kemudian menginfeksi perut pemakannya.

Contoh kasusnya ada, nih. Perut seorang warga Taiwan yang hobi makan sushi dan sashimi terasa gatal-gatal. Setelah diperiksa dokter, ada cacing pita lebar (Diphyllobothrium latum) berukuran 2,6 bersemayam di ususnya selama lebih dari satu bulan. Itu baru kata Liputan6.com, Kamis lalu (15/6).

Di Portugal, seorang lelaki 32 tahun harus dirawat  di rumah sakit karena sakit perut, muntah-muntah, dan demam. Penyebabnya adalah cacing jenis Anisakis di dalam perut yang menginfeksi setelah lelaki itu makan sushi, menurut LiveScience.com, 12 Mei lalu.

Penyakit yang pada tahun-tahun sebelumnya banyak menimpa warga Jepang itu akhirnya nyebar ke seluruh dunia karena kebiasaan makan ikan mentah lagi populer. Buat penggemar sushi dan sashimi di Indonesia, kamu bisa melakukan beberapa hal di bawah ini supaya bisa menikmati hidangan sedap itu tanpa cacingan. Caranya:

1. Makan sushi dengan ikan matang

via sushimakinforthesoul.com
(Sumber: sushimakinforthesoul.com)

Paling aman, nih. Kamu harus memesan menu sushi dengan bahan dasar ikan matang. Mau lebih aman lagi? pesan aja sushi vegetarian yang bahannya sayuran semua.

Kalau ide dan niat, kamu bisa request ke kokinya untuk ngerebus daging ikannya dulu di atas suhu 63 derajat celcius karena pada suhu itulah parasit-parasit dalam ikan bakal mati, menurut penelitian Food and Drug Administration (FDA) AS (BPOM-nya AS).

2. Request sushi yang “Sashimi Grade”

Ikan sashimi grade tuh merupakan ikan yang dibekukan di bawah suhu -35 derajat celcius. Pada suhu sebeku itu, parasit bakal mati tapi daging ikan tetap segar. Koki-koki restoran sushi pasti tau, deh, bedanya ikan yang grade sashimi dan yang bukan.

3. Request ikan muda

via litchfieldbeach.com
Sushi plater mantapp. (Sumber: litchfieldbeach.com).

Berhubung kamu udah bikin permintaan yang aneh-aneh ke koki, kenapa gak sekalian aja pesan ikan yang usianya muda. Logikanya, makin muda ikannya, makin kecil kemungkinan dagingnya dihinggapi parasit jahat.

4. Makan pakai wasabi

Pasti tau, dong, pasta hijau dengan rasa pedas-pedas kayak mint yang biasa disajikan bareng sushi dan sashimi? Nah, itulah wasabi. Kata situs renegadehealth.com, 30 September 2013, wasabi bisa membuhuh parasit-parasit mikro di dalam daging ikan mentah, gaes.

5. Pilih ikan tuna

via graytaxidermy.com
(Sumber: graytaxidermy.com)

Di antara makhluk air yang enak dijadikan bahan sushi dan sashimi, ikan tuna lah yang paling jarang dihinggapi parasit. Saking segar dan anti parasitnya, bahkan FDA gak mewajibkan ikan tuna disimpan beku. Soalnya, ikan tuna tinggal di perairan dalam yang jarang dihinggapi parasit. Akan tetapi, ikan Tuna mengandung kadar merkuri lebih tinggi dari ikan lain.

6. Bosen sama tuna? Pilih ikan laut yang ini, nih

Ikan laut apa? Ikan albacore, kod, belut, kerapu (grouper), dan halibut adalah ikan yang aman dari parasit karena tinggal di area laut yang sulit dijangkau cacing.

7. Minum obat cacing

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Cara paling reccommended untuk mencegah infeksi cacing ya dengan minum obat cacing pasti. Mendingan ngeluarin duit beberapa puluh ribu tiap habis menyantap sushi dan sashimi, kan, daripada harus ngeluarin jutaan rupiah buat operasi mengeluarkan cacing dari perut.

Intinya, tetep hati-hati dalam memilih restoran sushi. Pastiin aja restorannya menjaga kebersihan dan telaten mengolah daging ikannya supaya gak ada musibah seperti yang menimpa fans sushi dan sashimi di Jepang, Taiwan, dan Portugal. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.