Kamis, 12 Desember 2019

Genmuda – FaceApp menjadi aplikasi paling hits berkat adanya Age Challenge di jagat Instagram. Secara sederhana aplikasi ini akan mengubah wajah kita menjadi lebih tua dalam 20-40 tahun mendatang.

Meski dianggap receh dan jadi ajang lucu-lucuan, namun siapa sangka bahwa tren viral ini punya efek samping yang berbahaya bagi hidup Kawan Muda. Nih, silakan baca informasi di bawah!

Bahaya data privasi

Maraknya Age Challenge menjadi kontroversi akan sistem keamanan FaceApp. Laporan dari Mashable menyebutkan bahwa FaceApp akan mengumpulkan data informasi pengguna mulai dari lokasi dan riwat histori di smartphone kita, termasuk hp Android maupun iPhone.

Gak habis sampai di situ aja gengs, sejumlah pihak juga menuding bahwa informasi tersebut akan dijualbelikan kepada pihak ketiga dalam hal ini perusahaan iklan, sesuai dengan iklan yang ditargetkan. Walau FaceApp berdalih kalo pengumpulan data tersebut untuk pembaharuan aplikasi mereka dan engga diperjualbelikan namun sejumlah pakar teknologi gak lantas percaya gitu aja.

Pakar menilai FaceApp melanggar aturan sebagai aplikasi karena diduga penyimpanan foto tanpa persetujuan dari penggunanya. Seremnya lagi foto penggunanya bisa aja bocor dan digunakan untuk tindakan kriminal dengan kemajuan teknologi AI di masa sekarang.

Bahaya bagi kesehatan mental

via: Giphy

Kendati filter wajah semacam FaceApp engga baru-baru banget dan ada di sejumlah aplikasi lain, namun dilansir Genmuda.com dari Business Insider, menyatakan bahwa fenomena ini akan menimbulkan banyak masalah psikologis pada seseorang.

William Chopik, psikolog kepribadian sosial dan profesor di Michigan State University, menilai bahwa filter itu mungkin baik untuk menghadapi usia tua, tetapi, seperti kebanyakan media sosial lainnya, kemungkinan [masih menarik] di usia tua bisa dijadikan kesombongan pengguna.

Namun demikian pengguna filter terlihat tua beberapa tahun juga memiliki efek sebaliknya, yakni membuat orang lain mengolok-olok gagasan penuaan.

“‘Orang tua itu ada dan semua orang akan menjadi tua suatu hari nanti, tapi lihatlah aku sekarang dan betapa berbedanya saya. ‘Ini seolah akan membebani masa muda kita saat sekarang.” jelas Chopik.

Tetapi terlepas dari gimana perasaan pengguna aplikasi FaceApp tentang penuaan, Chopik berharap tahun-tahun keemasan mereka yang sebenarnya akan lebih baik dari apa yang mereka bayangkan di FaceApp.

“FaceApp secara khusus menunjukkan kepada orang-orang seperti apa mereka ketika mereka lebih tua, namun itu tidak menunjukkan kepada mereka bagaimana perasaan mereka tentang diri mereka sendiri dan orang lain saat mereka tua nanti, apakah mereka siap atau tidak” tutup Chopik.

Secara personal pengguna mungkin dibikin penasaran akan seperti apa wajah mereka dalam beberapa tahun ke depan. Namun engga semua orang bisa puas dan siap menerima akan hasil filter tersebut.

Sebagai contoh di usia 20-30an aja banyak orang yang udah takut dengan munculnya kerutan dan garis tipis di wajah mereka. Jadi kalo kamu udah tau akan bahaya yang ditampilkan oleh FaceApp pilihannya kembali ke kamu. Masih mau ikut-ikutan mau terlihat tua lewat aplikasi atau menikmati diri kamu menjadi lebih tua secara alami?

Comments

comments