Rabu, 14 November 2018
Hiburan

Bahas Film ‘Surat Untukmu’, Ini 5 Hal Menarik dari Sutradara Harris Nizam

(©Genmuda.com/2016 Gabby)Harris Nizam di acara Gala Premiere film 'Surat Untukmu' di Epicentrum XXI, Selasa (22/8) (©Genmuda.com/2016 Gabby)

Genmuda – Satu hari lagi film ‘Surat Untukmu’ bakal tayang di bioskop Tanah Air. Yup, film garapan sutradara Harris Nizam itu bakal resmi dirilis pada hari Kamis (25/8) ini.

‘Surat Untukmu’ secara garis besar berkisah tentang seorang gadis asal Jawa bernama Gendis (Prilly Latuconsina), yang penasaran dengan keberadaan ibunya. Setelah sekian lama engga dapat balasan surat dari ibunya, doi akhirnya mutusin buat ke Jakarta demi bertemu dengan sang ibu.

Lebih lanjut, walau engga dapat ijin dari ayahnya (Tyo Pakusadewo) buat berangkat ke Jakarta, Gendis engga keabisan akal. Doi lantas ikutan Kemah Tahunan Murid Berprestasi dengan harapan bisa ketemu sama ibunya. Hingga akhirnya, doi justru bertemu dengan Gilang (Arbani Yazis) dan beberapa teman baru, yang jadi awal dari perjalanan pencariannya yang rumit dan penuh dengan misteri.

Nah, buat kamu yang pengen tahu gimana akhir pencarian Gendis, mending tahan dulu rasa penasaran kamu, Kawan Muda. Selain fakta dari para pemain yang udah Genmuda.com bagiin sebelumnya, ada lagi nih fakta dari sutradara Harris Nizam. Berikut ini adalah 5 hal menarik yang udah diungkapin Mas Ais ke Genmuda.com usai Gala Premiere ‘Surat Untukmu’ di Epicentrum XXI, Selasa (22/8):

1. Latar belakang

Kayak yang Genmuda.com jelasin di awal, ‘Surat Untukmu’ pada dasarnya berkisah tentang pencarian seorang ibu. “Maksudnya ini lebih ke misteri, teka-teki, dan perjalanan seorang Gendis untuk memecahkan apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya,” tambah Mas Ais.

2. Alasan pemilihan Dieng

(©Genmuda.com/2016 Gabby)
Gala Premiere film ‘Surat Untukmu’ di Epicentrum XXI, Selasa (22/8) (©Genmuda.com/2016 Gabby)

Di ‘Surat Untukmu’, Gendis dan ayahnya ceritanya tinggal di Dieng. Terkait pemilihan Dieng, Mas Ais ngejelasin bahwa alasannya karena “Dieng punya sesuatu yang sangat menarik sekali untuk divisualkan.” Selain itu, doi juga beralasan bahwa sebenarnya pemilihan Dieng masih terkait dengan hobi travelling-nya dan keinginannya buat nyari tempat syuting yang ada profesi yang menariknya.

“Saat ke Dieng, aku melihat ada profesi wayang orang yang menurut aku sangat menarik. Seharusnya wayang orang itu dipentaskan di tempat yang layak, tapi ini justru cuma dijadiin anak muda jaman sekarang untuk foto selfie. Apakah kesenian kita hanya dihargai untuk foto selfie? Walaupun bukan isu paling besar, buat aku ini bisa menyentil pemerintahan,” jelas Mas Ais.

3. Waktu dan lokasi syuting

Proses persiapan ‘Surat Untukmu’ secara keseluruhan makan waktu sekitar 1 tahun 3 bulan. Tapi, kalo buat syutingnya aja, prosesnya berlangsung cuma dalam sebulan, dengan salah satu lokasi ngambil tempat di daerah Mega Mendung. “Syutingnya sebulan pas dengan 48 lokasi … Kadang-kadang satu hari cuma satu lokasi dan satu adegan, abis itu pindah. Itu yang buat lama,” ujar Mas Ais.

4. Pemilihan pemeran Gendis

Walau udah punya nama besar, Prilly mau engga mau tetap harus ikutan casting buat bisa meranin tokoh Gendis. Nanggapin hal itu, Mas Ais pun beralasan bahwa dirinya “tidak mau mempercayakan gitu aja peran Gendis” ke aktris tertentu. Menurutnya, “Gendis ini perannya penting sekali dan besar, jadi buat aku siapapun dia harus di-casting.”

Lantas, kenapa akhirnya bisa sampai Prilly yang berhasil terpilih? Well, sebetulnya ada beberapa pemain lain yang juga datang. Tapi, mereka semua engga punya daya tarik kayak Prilly. “Saat masuk ke ruangan casting dan mencoba untuk menjadi Gendis, satu-satunya yang mampu mencuri perhatian aku adalah Prilly,” kata Mas Ais.

5. Tantangan

Dibanding dua filmnya yang sebelumnya, ‘Surat Kecil untuk Tuhan’ dan ‘Hasduk Berpola’, Mas Ais ngakuin bahwa tantangan terbesar di ‘Surat Untukmu’ adalah film tersebut merupakan film petualangannya yang pertama. “Aku merasa awalnya emang agak kelelahan dengan syuting yang selalu pindah-pindah tempat.”

Terlepas dari itu, Mas Ais engga bisa ngemungkirin pula kalo para pemain “punya semangat yang sama”, sehingga perlahan tantangan yang ada jadi engga begitu terasa. “Kami capek jadi kayak engga begitu berasa karena kami sama-sama saling ngingetin. Itu yang buat solid sih sebenarnya.”

6. Kejadian lucu

(©Genmuda.com/2016 Gabby)
Prilly bersama sutradara dan pemain ‘Surat Untukmu’ di acara Gala Premiere di Epicentrum XXI, Selasa (22/8) (©Genmuda.com/2016 Gabby)

Layaknya film pada umumnya, di ‘Surat Untukmu’ juga pasti ada aja kejadian lucunya. Salah satu contohnya adalah saat adegan di mana Gendis tidur. Siapa sangka, di adegan tersebut Prilly ternyata benar-benar ketiduran loh, Kawan Muda. “Karena kami syuting emang jam 3 pagi kayaknya.”

7. Pesan

Iya sih ‘Surat Untukmu’ emang berkisah tentang seorang anak yang nyariin ibunya. Meski demikian, bukan itu aja hal yang pengen disampein Mas Ais di filmnya tersebut. Jauh daripada itu, Mas Ais intinya pengen nyampein tentang gimana kita ngemaknain arti dari kehidupan. Secara khusus, Mas Ais ngelihat bahwa remaja Indonesia saat ini bisa dibilang engga punya yang namanya semangat juang.

Maksudnya adalah kita harus berjuang, engga bisa cuma kepengen aja tapi tidak punya semangat dan kemauan. Makanya, aku contohnya adalah remaja jaman sekarang itu seperti Gendis. Kalo dia pengen sesuatu, dia berjuang abis-abisan untuk bisa mewujudkan apa yang dia mau,” papar Mas Ais.

So, udah engga sabar buat nonton ‘Surat Untukmu’, Kawan Muda? Buat kamu yang masih mikir-mikir, Mas Ais punya satu pesan khusus nih. “Buat semua Kawan Muda, cintai film Indonesia dan mulailah sekarang dari menonton film ‘Surat Untukmu’ 25 Agustus 2016 di bioskop terdekat.” (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer