Sabtu, 20 Juli 2019

Genmuda – Panji-panji suporter dan undangan nonton bareng siap disebar karena UEFA Champions League (UCL) masuki babak persaingan sengit perempat final. Tenang aja, engga ada El Clasico atau Derby Madrid di tahap ini.

Diurutin dari abjad, klub yang lolos adalah Atletico Madrid, Barcelona, Bayern Munchen, Borussia Dortmund, Juventus, Leicester City, Monaco, dan Real Madrid. Kalo diurutin berdasarkan jadwal pertandingan Waktu Indonesia Barat, jadinya kayak di bawah ini:

1. Juve x Barca, 12 April dan 20 April dini hari

Dendam kesumat Juve kalah dari Barca di Final UCL 2014/2015 bisa terbalaskan di sini. Berdasarkan statistik head to head tujuh kali, kedua tim sama-sama kuat. Juve menang 2 kali, Barca 3 kali, dan seri 2 kali.

Tapi, Barca yang punya keunggulan tinggi berdasarkan perigkat UEFA. Squad bentukan Luis Enrique ada di peringkat 3 sementara asuhannya Massimiliano Allegri ada di peringkat 6.

“Pertandingan ini sama sekali bukan balas dendam. Suasananya benar-benar berbeda,” kata Claudio Marchisio, pemain Juve, kepada situs UEFA.com, seolah-olah doi berharap Juve-Barca kembali ketemunya di final biar bisa bales dendam.

Sementara itu, Andres Iniesta si kapten Barca yakin kalo “Kami mampu mencuri kesempatan di antara padatnya pertahanan Juve dan pemain kunci mereka yang ada di posisi tepat. Saya yakin itu.”

2. Dortmund x Monaco, 12 April dan 20 April dini hari

via jawapos.com
(Sumber: jawapos.com)

Ouch, pertandingan Dortmund-Monaco diadakan di hari dan jam yang sama dengan prahara Juve-Barca. Engga banyak yang bisa diceritain dari dua klub yang baru pertama kali ketemu ini.

Berdasarkan statistik pertemuan Dortmund dengan semua klub Prancis, anak buahnya Thomas Tuchel menang 6 kali, seri 5 kali, dan kalah 5 kali. Sementara itu, statistik Monaco terhadap klub Jerman jauh lebih bagus. Tim garapan Leonardo Jardim menang 4 kali, seri 3 kali, kalah sekali.

“Ini tugas berat. Monaco punya skill individu baik dan kuat. Kerjasama mereka juga deras,” kata Marcel Schmelzer sang kapten Dortmund berbasa-basi di situs UEFA.com.

Kaptennya Monaco engga suka basa-basi. Valere Germain bilang kalo “Seru banget kalau bisa menang di leg pertama. Kami yakin bisa imbangi Dortmund. Lawan The Citizen yang termasuk klub kuat saja kami menang.”

3. Munchen x Madrid, 13 April dan 19 April dini hari

via Istimewa
Ki-ka: Ancelotti dan Zidane waktu masih sama-sama mengasuh Madrid. (Sumber: Istimewa)

Tim yang selalu memporak-porandakan Arsenal ketemu tim yang langganan final UCL. Munchen kontra Madrid patut banget ditonton bahkan sama bukan penggemar bola. Dari statistik 22 head to head sih, Bayern yang unggul dengan 11 kemenangan, sementara Madrid cuma 9.

Tapi, motivasi Madrid jauh lebih besar daripada Munchen. Zinedine Zidane sang pelatih Los Blancos yang terbilang newbie di dunia kepelatihan ngotot buktiin dirinya lebih baik dari Carlo Ancelotti, pelatihnya Munchen saat ini.

Zidane kan asisten Ancelotti waktu mereka berdua ngelatih Madrid, 2014. “Tak diragukan lagi, perempat final ini adalah drama guru melawan muridnya,” kata Zidane irit bicara kepada FirstPost.com, 17 Maret lalu.

Sang guru juga ngerasa kalo pertandingan kali ini sangat istimewa. “Ini pasti akan jadi laga yang menarik,” katanya dikutip sepakbola.com, 18 Maret. Yah, murid engga jauh beda dari gurunya. Sama-sama irit kalo ngasih komentar.

4. Atletico x Leicester, 13 April dan 19 April dini hari

via newsweek.com
Jangan lesu dong, Foxes. Tetep semangat! (Sumber: newsweek.com)

Ngeliat statistik, anak-anak The Foxes pasti sedih saat tau berhadapan sama Los Rojiblancos. Dari empat head to head, Leicester belum pernah menang, sementara Atletico udah menikmati 3 pesta champagne.

Dari sisi Atletico Madrid, mereka lagi was-was karena Leicester yang dulu bukanlah yang sekarang. Kini anak-anak King Power Stadium punya power seperti nama stadium mereka.

Direktur Atletico Madrid, Clemente Villaverde waktu diwawancara saluran beIN Sport bilang kalo “Atletico perlu waspada. Jangan mengulangi kesalahan Sevilla waktu berhadapan dengan Foxes.”

Langkah Sevilla di 16 besar berhenti ketika Foxes menang 2-0 di pertandingan leg kedua. Padahal, di leg pertamanya skor 2-1 udah ada di tangan Sevilla.

Kalo Genmuda.com sih pastinya bakal saksikan pertandingan Dortmund-Monaco. Keduanya belum pernah ketemu, jadi pasti bakal keluarin semua taktik serangannya. Pasti rame deh daripada tim lain yang udah bisa ngebaca taktik lawannya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.