Kamis, 22 Agustus 2019

Genmuda – Tinggalin dulu deretan film Hollywood yang sekarang lagi ada di bioskop, Kawan Muda. Sehari lagi sebuah film asal Tanah Air berjudul ‘Surat dari Praha’ bakal tayang dan wajib banget kamu tonton.

‘Surat dari Praha’ merupakan film terbaru hasil kerja sama Visinema Pictures dengan Tinggikan Production dan 13 Entertainment serta dukungan Torabika Creamy Latte dan Permen KiS. Film bergenre romantis garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko ini dibuat sebagai retrospektif terhadap 20 tahun Glenn Fredly berkarya di industri musik.

‘Surat dari Praha’ berkisah tentang Laras (Julie Estelle), seorang perempuan yang dibesarin di tengah keluarga yang engga harmonis dan engga begitu akur sama ibunya, Sulastri (Widyawati). Atas desakan keadaan, doi terpaksa menuhin wasiat ibunya buat nganterin sebuah kotak dan sepucuk surat buat seorang pria bernama Jaya (Tyo Pakusadewo) di Praha.

SDP - Still Foto (15)

Siapa sangka, pertemuan dengan Jaya akhirnya justru bikin Laras tahu apa sebenarnya akar masalah yang udah ngehancurin keluarganya. Jaya yang ngerasa tersudut pun mau engga mau harus ngejelasin apa yang menurut beliau udah lama beliau ikhlasin.

Singkatnya, ‘Surat dari Praha’ berkisah tentang kekuatan maaf dan upaya buat berdamai dengan masa lalu. Terinspirasi dari kisah nyata kehidupan para pelajar Indonesia di Praha yang engga bisa kembali akibat perubahan situasi politik dalam negeri tahun 1965, film ini turut ngehadirin karya-karya Glenn Fredly sebagai salah satu elemen utama cerita.

Secara keseluruhan, ‘Surat dari Praha’ sukses ngegabungin unsur cinta, musik, dan sejarah dengan baik. Untuk sejarah khususnya, walau jadi inspirasi sekaligus latar belakang cerita, film ini engga terkesan ngeguruin atau sotoy. Dibandingin dengan sebuah film serupa yang belum lama ini ngangkat soal Orde Baru, unsur sejarah di film ini masih seimbang dengan unsur-unsur pendukung lainnya.

SDP - Still Foto (1)

Yang lebih menariknya lagi, emosi kamu nantinya bakal terus diaduk-aduk di sepanjang film. Gimana engga, Kawan Muda? Di awal film aja misalnya, kamu udah harus ngelihat konflik di antara Laras dan ibunya. Konflik di antara Laras dengan Jaya maupun konflik batin mereka masing-masing pun tentu bakal jauh lebih nguras emosi kamu.

Bukan cuma itu, ‘Surat dari Praha’ juga jadi makin berkesan berkat naskah naskah apik yang ditulis oleh M. Irfan Ramli, yang juga jadi penulis naskah buat film ‘Cahaya dari Timur: Beta Maluku’. Beberapa dialog sederhana yang doi buat kemungkinan besar bakal bisa terus melekat di kepala kamu.

Engga ketinggalan, hal lain yang juga nyuri perhatian Genmuda.com adalah penempatan produk sponsor di ‘Surat dari Praha’. Sama kayak di ‘Filosofi Kopi’, penempatan produk sponsor di film ini juga terbilang alus. Walau kamu bisa langsung nebak kalau di adegan tertentu Angga lagi ‘ngiklan’, seengganya hal tersebut engga terlihat maksa.

SDP - Still Foto (11)

Meski begitu, ada satu hal yang agak disayangin dari ‘Surat dari Praha’. Hal tersebut engga lain dan engga bukan adalah kehadiran Chicco Jerikho yang cuma secuil alias sekelebat doang. Habis ngelihat adegan doi, kamu mungkin bakal bertanya-tanya apa yang sebenarnya doi lakuin di film ini (selain jadi produser tentunya).

Di samping itu, ada pula beberapa adegan akhir di antara Laras dan Jaya yang terbilang agak awkward dan mungkin bikin kamu pengen angkat alis atau nyengir. Beruntung, hal tersebut masih bisa ketutup sama chemistry di antara Julie dan Tyo yang memang udah nyatu banget dari awal.

Finally, ‘Surat dari Praha’ memang belum bisa dibilang sempurna banget. Terlepas dari itu, film yang juga dibintangi Rio Dewanto ini engga kalah keren dari film-film Hollywood yang sekarang lagi marak di bioskop. So, jangan ngaku cinta produk dalam negeri kalau kamu belum nonton film yang bakal tayang di 28 Januari ini, Kawan Muda!

(sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer