Jum'at, 19 Juli 2019

Genmuda – Penyanyi Pop yang lagi naik daun Selena Gomez yang baru aja konser di Indonesia, ngebatalin sisa konser Revival yang rencananya diadain di Eropa dan Amerika Latin hingga akhir 2016. Penyanyi 24 tahun itu perlu beristirahat karena efek penyakit Lupus yang masih dideritanya.

“Aku menyadari kalau kegelisahan, serangan panik, dan depresi merupakan efek samping penyakit Lupus dan memberikan tantangan tersendiri [untuk melanjutkan konser],” kata Selena seperti dikutip dari Billboard.com, Selasa malam (30/8).

Selena Gomez kemudian negesin ke People.com kalo pembatalan konsernya dilakukan bukan karena penyalahgunaan narkoba atau alkohol. Itu dianjurkan mengingat doi “engga ngerasa seperti dirinya sendiri” selama beberapa bulan terakhir.

©Genmuda.com/2016 Aditya
Selena Gomez tampil dalam konser ‘Revival Tour’ di ICE BSD, Sabtu (23/7) (©Genmuda.com/2016 Aditya)

Soal penyakitnya itu, Selena baru ngasih tau publik tahun lalu kepada situs Billboard. Meski begitu, chemotherapy penyakitnya udah dilakukan sejak 2013. Penyakitnya itu juga yang bikin doi batalin konser Star Dance 2013. Kasihan.

Sayangnya, masih ada sejumlah orang yang engga paham dengan keadaan doi karena belum tau fakta soal penyakit Lupus. Supaya Kawan Muda engga jadi orang yang suuzon kayak gitu, perhatiin dulu faktanya di bawah ini:

1. Kekebalan tubuh rusak

©Genmuda.com/2016 Aditya
Penampilan Selena Gomez saat ngebawain ‘Same Old Love’ di ICE BSD, Sabtu (23/7) (©Genmuda.com/2016 Aditya)

Yayasan Lupus Amerika (LFA) dalam situsnya bilang kalo Lupus merupakan penyakit autoimmune. Dengan kata lain, Lupus merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh rusak dan pada akhirnya merusak organ tubuh penderitanya.

2. Lawannya HIV/AIDS

LFA juga bilang kalo Lupus lain dari HIV/AIDS. Meski kedua gangguan medis itu berhubungan sama kekebalan tubuh, Lupus merupakan kondisi waktu sistem kekebalan tubuh terlalu over-active dan menyerang sel tubuh, bukannya pathogen.

Sementara itu, HIV/AIDS ngerusak sistem pertahanan tubuh sehingga bikin seseorang sangat rentan kena penyakit dan kesulitan sembuh. Keduanya sama-sama bahaya dan butuh perhatian medis.

3. Bisa menyerang semua organ tubuh

Lupus bisa menyerang organ apapun di tubuh, seperti di kulit, persendian, bahkan yang lebih bahayanya menyerang organ dalam sepeti liver, ginjal, paru-paru, atau jantung.

4. Termasuk gangguan medis yang kronis

via wennermedia.com
(Sumber: wennermedia.com)

Situs LFA menyebut kalo Lupus termasuk gangguan medis kronis. Itu berarti tanda-tanda, efek, serta dampaknya langsung bisa dirasakan lebih dari enam minggu. Dari beberapa kasus, pasiennya bahkan ngerasain efek Lupus hingga bertahun-tahun.

5. Belum ada obat khusus Lupus

Karena tergolong gangguan medis yang baru ditemukan di abad 21, peneliti belum menemukan obat khusus buat Lupus. Karena itu, LFA menggunakan obat-obat penyakit lain buat mengurangi efek yang ditimbulkan Lupus.

6. Terapi penyembuhannya bertahap

Lupus bisa disembuhkan secara bertahap lewat chemotherapy. Senyawa immuno-suppressant yang dimasukkan ke dalam aliran darah waktu chemo itu berfungsi buat menetralkan perilaku sistem kekebalan tubuh.

Ada pula terapi obat buat menyembuhkan bengkak dan ruam di kulit, obat radang supaya persendian engga sakit, dan terkadang obat dengan senyawa anti-malaria buat mengurangi sakit di sendiri, ruam kulit, dan kelelahan.

7. Penyebabnya belum diketahui

via billboard.com
(Sumber: billboard.com)

Meski udah ada cara penyembuhannya, peneliti belum tau penyebab utama gangguan medis ini. Situs WebMD mengutip pendapat pakar yang bilang kalo Lupus terjadi karena seseorang lahir dengan kesalahan susunan gen.

8. Efek Lupus bisa makin parah karena hal sepele

Kulit yang terserang Lupus bakalan sangat sensitif dan biasanya ada bengkak-bengkak atau iritasi yang sulit hilang. Bahkan cahaya matahari aja bisa terasa seperti sengatan yang sangat panas. Pola hidup yang buruk pun bisa bikin Lupus makin ganas.

9. Kebanyakan kasus terjadi pada perempuan usia 15-40 tahun

Meski penyakit ini bisa diserang siapapun, pasien Lupus yang ditangani LFA kebanyakan merupakan perempuan usia 15-40 tahun. “Perempuan dengan pigmen kulit berwarna punya risiko tiga kali lebih besar terkena Lupus,” kata LFA di situsnya.

Selena Gomez dan Taylor Swift (Sumber: popsugar.com)
Cepat sembuh ya buat Selena (Sumber: popsugar.com)

See? Sekarang keliatan kan kalo perjuangan Selena Gomez buat survive di dunia hiburan tuh gede banget karena doi juga mengidap Lupus. Kita doain yuk supaya Selena cepet pulih dan bisa ngelanjutin tur lagi.

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.