Senin, 25 Maret 2019
HubunganSahabat

8 Pelajaran Penting yang Kamu Petik setelah Berantem sama Sahabat

©Genmuda.com/2017 TIMKi-ka: Andraneta, Najwa, dan Shafa tetep senyum meski abis antre gila-gilaan di KAI Travel Fair 2017, 30 Juli. ©Genmuda.com/2017 TIM

Genmuda – Hubungan persahabatan sama kayak hubungan asmara. Jalannya naik-turun, penuh drama, dan mustahil selamanya mulus. Terus, pertamanan juga bisa berakhir.

Segala gejolak yang terjadi antara kamu dengan BFF kamu pasti terjadi karena alasan. Tanpa main salah-salahan, salah satu alasannya adalah supaya kamu belajar jadi lebih baik.

Seperti apa lebih baiknya? Seperti ini:

1. Lebih mampu berkomunikasi

teman kuliah jpg dari ayobuka.com
(Sumber: ayobuka.com)

Dalam hubungan apapun, komunikasi paling berperan penting. Komunikasi bisa bikin kamu rujuk bisa juga bikin kamu sepenuhnya putus hubungan sama teman.

2. Saling menghargai

Gak selamanya yang teman mau harus dia peroleh, seperti halnya dengan hal yang kamu mau. Dengan berantem, kamu bisa belajar saling menghargai.

3. Yang kamu inginkan dalam pertemanan

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pertengkaran besar dengan teman SMP seharusnya mengajarkan kamu akan hal yang kamu cari atau kamu inginkan dalam sebuah pertemanan. Itu adalah pelajaran besar dalam memilih teman pada jenjang selanjutnya.

4. Menghadapi penolakan

Bukan maksud nakut-nakutin, tapi penolakan adalah bagian dari hidup. Belajarlah menerima penolakan dari teman, maka kamu sanggup menerima penolakan yang pasti muncul di tempat kerja nanti.

5. Belajar move on

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Setelah problem kamu dengan dia selesai, move on. Kesalahan lama jangan diungkit terus kecuali kamu memang pengen cari ribut.

6. Belajar jujur

Cuma dengan sama-sama jujur, kamu bisa menyelesaikan permasalahan dengan teman. Saat itulah kamu dan dia bisa sama-sama ungkapin semuanya.

7. Belajar mandiri

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Saat berantem sama teman yang biasa dicurhatin, kamu gak punya teman curhat. Situasi akhirnya memaksa kamu mandiri, berusaha mengatur perasaan secara mandiri.

Percaya atau engga, kemandirian macam itu dibutuhin banget setelah kamu beranjak lebih dewasa nanti.

8. Belajar cari teman baru

Kadang, hubungan pertemanan memang harus diakhiri karena itu jalan terbaik. Kamu dan dia bisa saling maaf-memaafkan, tapi belum tentu bisa balik akrab seperti dulu.

Meski sakit, momen itu ngajarin kamu mempraktekkan segala cara untuk mencari teman baru. Mau gimana juga, semua manusia butuh teman dalam hidupnya. Kalau sulit mencari, temenan sama Genmuda.com aja, yuk. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.